Blog Archives
Harga Minyak Melunak, Wall Street Melaju Mantap
Saham-saham di bursa Wall Street meningkat pada perdagangan akhir pekan setelah kekhawatiran akan krisis di Libya mereda, yang diikuti oleh melunaknya kenaikan harga minyak. Meski data pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Indeks saham Dow Jones pada perdagangan Jumat (25/2/2011) naik 61,95 poin (0,51%) ke level 12.130,45. Indeks Nasdaq juga meningkat 43,15 poin (1,58%) ke level 2.781,05. Kemudian indeks SP500 juga meraih 13,78 poin (1,06%) ke level 1.319,88.
Mubarak mundur, Bursa Amerika Sumringah
Bursa Amerika Serikat menyambut gembira kabar pengunduran diri Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Buktinya, bursa Amerika yang di awal perdagangan melorot akhirnya ditutup berbalik menguat pada saat terdengar berita Mubarak mundur.
Indeks Dow Jones ditutup menguat 43,97 poin atau 0,4% menjadi 12.273,26 pada saat penutupan. Ini merupakan level tertinggi sejak Juni 2008 lalu. Selama sepekan ini, otot Dow telah menguat sebesar 1,5%.
Padahal, Dow sempat terperosok ketika awal perdagangan. Dow sempat tergelincir sebesar hampir 50 poin.
Dow Jones Kalahkan Sentimen Mesir
Berbeda dengan mayoritas di Asia, mayoritas saham AS ditransaksikan melesat pada perdagangan Senin (31/1/2011) waktu setempat. Sejumlah sentimen positif mendongkrak kinerja bursa. Di antaranya ekspansi bisnis yang mengalami pertumbuhan tercepat sejak 1988 dan kinerja Exxon Mobil Corp yang berhasil melampaui estimasi analis.
Tak mengherankan, jika kemarin, saham Exxon berhasil memimpin kenaikan pada sektor energi dengan lonjakan 2,6 persen. Lonjakan saham Exxon juga dipengaruhi kenaikan harga minyak menembus level 100 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya sejak 2008.