Blog Archives

BEI Akan Turunkan Satuan Saham Per Lot Pada Kuartal Ketiga 2013

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menurunkan jumlah satuan saham per lot pada kuartal kedua 2013. BEI akan mulai membahas rencana tersebut bersama pelaku pasar mulai awal tahun depan.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito, mengatakan tujuan dari penurunan jumlah satuan saham per lot ini adalah agar investor dapat melakukan diversifikasi portofolio saham sehingga untuk berinvestasi pada satu saham tidak perlu mengeluarkan dana besar. Di awal 2013, BEI bersama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, akan melakukan persiapan pembahasan rencana tersebut bersama dengan perusahaan efek, bank kustodian, dan pelaku pasar lainnya.

“Kemudian tahapan akan berlanjut ke penyesuaian sistem perdagangan karena penurunan jumlah satuan saham per lot ini akan mengubah mekanisme teknis pelaksanaan transaksi. Untuk perubahan aturannya bisa dilakukan langsung dan tinggal meminta persetujuan dari regulator pasar modal,” tutur Ito, beberapa hari yang lalu.

Penurunan jumlah satuan saham per lot yang dimaksud adalah menurunkan jumlah lembar saham dari 500 lembar saham per satu lot menjadi 100 lembar saham per satu lot. Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas akan dibahas langsung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai regulator baru pasar modal.

Dalam peraturan tersebut disebutkan perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler dan pasar tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) yang ditetapkan 500 efek bersifat ekuitas atau saham. Namun, di pasar negosiasi, perdagangan saham tidak menggunakan satuan perdagangan atau odd lot. “Kami optimistis perubahan satuan lot saham serta pemajuan waktu pembukaan perdagangan akan dapat meningkatkan daya saing bursa saham domestik dengan negara-negara lain di kawasan Asia khususnya di Asia Tenggara,” tambah Ito.
Read the rest of this entry

Mulai 2 Januari 2013, Waktu Perdagangan BEI Berubah

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah waktu perdagangan saham di bursa dengan mempercepat masa transaksi yang akan diterapkan mulai 2 Januari 2013.

Dalam keterangan di Jakarta, Rabu (19/12), disebutkan waktu sesi pra pembukaan (pre-opening) dan perdagangan sesi I dan II di pasar reguler, tunai dan pasar negoisasi mengalami perubahan.

Misalnya untuk sesi pra pembukaan di pasar reguler akan berubah menjadi pukul 8.45-8.55 dibandingkan saat ini pukul 9.10-9.25.
Read the rest of this entry

IPO Facebook Terburuk Dalam 10 Tahun Terakhir

Setelah diperdagangkan selama 5 hari, saham Facebook Inc anjlok hingga 13,1%. Dengan demikian, Facebook tercatat sebagai perusahaan dengan penurunan saham terbesar di hari kelima perdagangan dalam 10 tahun terakhir.

Facebook melakukan IPO dengan harga US$38 per lembar saham pada hari Jumat (18/5) di New York, Amerika Serikat. Saat itu, banyak pihak yang berpendapat bahwa harga IPO yang ditawarkan Facebook terlalu mahal, namun sekumpulan investor tetap membeli saham tersebut.

Kini, anggapan bahwa harga IPO Facebook terlalu mahal terbukti benar. Di hari pertama perdagangannya, saham Facebook ditutup dilevel US$38,04, namun pada perdagangan berikutnya, saham perusahaan pengelola situs jejaring sosial tersebut anjlok hingga US$11%.

Read the rest of this entry

Harum Energy Bagi Dividen Rp380 per Saham

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Harum Energy Tbk (HRUM) [6,450 50 (+0,8%)] menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp380 per saham senilai total Rp1,03 triliun atau 70% dari raihan laba bersih 2011 senilai Rp1,46 triliun.

“Perseroan akan melakukan pembagian dividen ini pada akhir Juni 2012 mendatang,” ujar Direktur Utama HRUM [6,450 50 (+0,8%)], Ray Antonio Gunara, usai RUPST perseroan di Jakarta, Rabu.

Antonio menegaskan rencana pembagian dividen itu sejalan dengan pertumbuhan dan posisi likuiditas yang kuat serta komitmen untuk memberikan imbal yang optimal kepada pemegang saham.

Terkait dengan kinerja sepanjang 2011, emiten pertambangan batubara ini membukukan pertumbuhan laba bersih 78% menjadi Rp1,46 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Read the rest of this entry

Indofood Bagi Dividen Tunai Rp169 Per Saham

Induk usaha Grup Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) [4,900 25 (+0,5%)] membagikan dividen tunai sebesar Rp169 per saham atau total sebesar Rp1,4 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 50% dari total laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang 2011 sebesar Rp3,08 triliun.

Keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari ini, 11 Mei 2012.

Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham anak usaha perseroan yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp175 per saham atau total Rp1,02 triliun.
Read the rest of this entry

Lonsum Bagikan Dividen Rp 680 Miliar

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) [2,650 75 (+2,9%)] akan membagikan dividen senilai total Rp 682,286 miliar. Nilai dividen tersebut sekitar 40 persen dari laba bersih tahun buku 2011 yang tercatat sebanyak Rp 1,7 triliun.

“Nilai dividen tersebut sekitar Rp 100 per lembar saham,” kata Presiden Direktur LSIP [2,650 75 (+2,9%)], Benny Tjoeng usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, hari ini.

Pembagian dividen, menurut Benny akan dilaksanakan pada 22 Juni 2012 dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Juni 2012.

Sebagai informasi, selama 2011, perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp 1,7 triliun atau meningkat sekitar 65 persen jika dibandingkan laba bersih pada 2010 yang tercatat sebanyak Rp 1,03 triliun.

Sementara penjualan perseroan selama 2011 tercatat sebanyak Rp 4,68 triliun atau meningkat sekitar 23,3 persen jika dibandingkan penjualan perseroan pada 2010 yang tercatat sebanyak Rp 3,59 triliun.
Read the rest of this entry

PTBA Bagi Dividen Rp 1,85 Triliun

PT Bukit Asam Tbk (PT BA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 1,85 triliun atau setara dengan Rp 700,10 per saham.

Direktur Utama PTBA, Milawarma di Jakarta, Kamis mengatakan, dividen tunai yang dibagikan itu merupakan 60 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2011 senilai Rp 3,09 triliun.

“Dividen yang dibagikan itu lebih tinggi 15 persen dibanding jumlah dividen tunai pada 2010 sebesar Rp 1,21 triliun dari total laba bersih senilai Rp 2,01 triliun,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 36 persen dari total laba bersih 2011 akan digunakan untuk dana cadangan bagi pengembangan perusahaan, dan sisanya akan dialokasikan untuk program kemitraan, bina lingkungan.

Terkait kinerja PTBA ke depan, Milawarma mengatakan, perseroan memiliki beberapa program pengembangan untuk memenuhi target produksi 50 juta ton per tahun pada 2016. “Kami berupaya mengembangkan program di bidang transportasi batubara melalui kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI),” kata dia.

Ia mengemukakan, peningkatan kapasitas angkutan kereta api mencapai 22,7 juta ton per tahun mulai 2014 mendatang untuk angkutan jalur Tanjung Enim-Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati.
Read the rest of this entry

Kuartal I 2012, Penjualan Indofood Tembus Rp11,83 Triliun

Grup CBP memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti oleh Bogasari, Agribisnis dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing 44 persen, 25 persen, 23 persen dan 8 persen

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp11,83 triliun di kuartal pertama 2012 atau naik 9,9 persen dari Rp10,76 triliun pada kuartal pertama 2011.

Pertumbuhan perusahaan dikontribusikan oleh kelompok usaha strategis, yaitu produk konsumen bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi. “Grup CBP memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti oleh Bogasari, Agribisnis dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing 44 persen, 25 persen, 23 persen dan 8 persen terhadap penjualan bersih konsolidasi,” papar Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, hari ini.

Grup CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 13,4 persen, yang didorong oleh pentingkatan volume penjualan dihampir seluruh divisi dalam grup, sementara Grup Bogasari meningkat 5,9 persen terutama didorong oleh naiknya penjualan dan Grup Agribisnis bertumbuh sebesar 10,2 persen, terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan produk minyak goreng dan lemak nabati.

Read the rest of this entry

HM Sampoerna Bagi Dividen Rp 7,670 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 7,670 triliun atau Rp 1.750 per lembar saham.

“Dividen sebesar itu yang termasuk dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham perseroan sejumlah Rp 876,6 miliar atau Rp 200,00 per saham pada 23 Desember 2011,” kata Presiden Direktur HMSP John Gledhill dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, lanjut dia, sisa dividen Tahun Buku 2011 sebesar Rp 6,793 triliun atau Rp 1.550,00 per saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan sebagai dividen tunai dengan waktu pembagian yang ditentukan oleh Direksi Perseroan.

Salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia itu mencatatkan penjualan bersih (tidak termasuk cukai) sepanjang tahun sebesar Rp 31,96 triliun dan laba bersih Rp 8,06 triliun atau Rp 1.840 per lembar saham.

John Gledhill mengatakan, volume penjualan Sampoerna pada 2011 meningkat 16,4 persen menjadi 91,7 miliar batang dan melampaui pertumbuhan industri rokok di Indonesia.

“Kami gembira mengakhiri tahun 2011 dengan peningkatan kinerja yang kokoh pada sektor penjualan bersih, laba bersih, dan volume penjualan,” katanya.

Ia menambahkan, walaupun perusahaan menghadapi iklim persaingan yang ketat, HMSP mencatat kenaikan pangsa pasar sebesar 2,1 poin persentase menjadi 31,1 persen.

“Peningkatan pangsa pasar ini mencerminkan konsumen dewasa di Indonesia sangat menyukai produk-produk kami,” kata dia seperti dikutip Antara.

Read the rest of this entry

Tak Cuma Astra, Indomobil Juga Stock Split

Langkah perusahaan otomotif memecah nilai nominal saham (stock split) tak hanya dilakukan PT Astra International Tbk. Pesaing bisnis Astra, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) [17,300 -450 (-2,5%)], juga berencana menggelar aksi korporasi serupa dengan memecah nilai nominal saham dari Rp500 menjadi Rp250 per saham.

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional, Jusak Kertowidjojo, mengatakan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

“Mengubah nilai dengan pelaksanaan stock split, nanti berubah jadi Rp250 per saham,” kata Jusak ketika ditemui usai paparan publik di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 27 April 2012.

Jusak mengatakan, rencana stock split tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2011 dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Direksi diberi kuasa untuk menentukan jadwal stock split.

Walau belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan stock split, manajemen Indomobil optimistis langkah itu seharusnya bisa terealisasi pada semester I-2012. “Kami akan melewati prosedur-prosedur. Setelah itu baru bisa direalisasikan. Mestinya di semester pertama ini sudah bisa,” ujar dia.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pemberian remunerasi kepada seluruh dewan komisaris dan direksi perseroan. Total keseluruhan remunerasi, termasuk gaji dan bonus, selama satu tahun mencapai Rp15 miliar.

Sementara itu, bagi para pemegang saham, RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar Rp118 per saham atau total seluruhnya mencapai Rp163,15 miliar. Untuk dana cadangan perusahaan, disepakati sebesar Rp5 miliar.
Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,131 other followers