Monthly Archives: January 2011

Harga Emas Melonjak Gara-Gara Kerusuhan Mesir

Harga emas mencetak kenaikan terbesarnya dalam 8 pekan terakhir, dipicu kerusuhan yang terjadi di Mesir. Ketidakstabilan di Mesir yang dikhawatirkan menular ke negara-negara tetangga membuat investor memilih tempat investasi yang aman.

Kerusuhan yang terjadi di Mesir sehingga menelan korban jiwa hingga puluhan orang itu membuat pasar saham anjlok, tingkat imbal hasil surat utang melonjak. Sementara harga minyak mentah melonjak hingga 4%.
Read the rest of this entry

Advertisements

Bank Mandiri (BMRI) 28 Januari 2011

Kenaikan saham BMRI pada tanggal 26 Januari 2011 masih berlanjut pada hari ini walaupun terbatas, dengan tambahan kabar baik dari harga IPO Garuda pada level 750 memberikan angin positif pada saham bluechip pemerintah ini.

Indikator MACD telah golden cross dan bila BMRI tidak turun dari level 5.850 maka masih layak untuk dikoleksi, namun disamping itu perlu dicermati pula harga minyak yang telah merambat naik kembali ke level $89 karena akan berpengaruh negatif terhadap saham-saham perbankan.

S : 5.850 — R : 6.250

Harga Minyak Terus Menyusut

Harga minyak mentah dunia terus turun, karena investor mengantisipasi kenaikan suku bunga di China yang merupakan salah satu negara konsumen energi terbesar di dunia.

Pada perdagangan Jumat (28/1/2011), minyak Light Sweet pengiriman Maret turun 49 sen menjadi US$ 85,15 per barel. Minyak Brent pengiriman Maret juga turun 2 sen menjadi US$ 97,37 per barel.
Read the rest of this entry

Astra International (ASII) 27 Januari 2011

Dukungan aliran dana asing memang sangat mumpuni, sehingga ASII berhasil melewati level 50.000 dan ditutup pada level 51.200. Setelah dimulai dengan kenaikan ASII pada tanggal 25 Januari 2011, maka hari ini ASII tetap masih Net Buy dengan nominal diatas 200 milyar.

Namun Stochastic telah menunjukkan tanda-tanda penurunan sehingga bila terjadi koreksi sehat dan ASII dapat bertahan di atas level 49.700 maka layak untuk dikoleksi kembali.

S : 49.700 — R : 54.850

Bank Mandiri (BMRI) 26 Januari 2011

Momentum Rights Issue dan kebangkitan saham perbankan membuat saham BMRI menjadi buruan dari para investor asing sejak kemarin. Hari ini mencetak kenaikan sangat tinggi +5.31% dan ditutup pada level 5.950 dengan ditandai oleh Net Buy 142.5 milyar.

Harga Rights Issue di angka 5.000 akan membuat saham BMRI bertenaga kembali, dan akan jauh lebih mumpuni bila telah dapat melewati MA20 di level 6.000 sehingga akan membuat trend pembalikan arah menjadi kuat.

S : 5.550 —  R : 6.250

Harga IPO Garuda

IPO PT Garuda Indonesia tampaknya akan naik US$520 juta setelah harga di bawah kisaran terbatas karena antusiasme dari investor.

Pemerintah akan menetapkan harga penawaran sebesar Rp750 per saham dan memangkasnya menjadi sekitar 6,3 miliar saham dari perkiraan 9,362 miliar saham, karena permintaan lemah bahkan di bawah kisaran Rp750-1,100 yang ditetapkan sebelumnya. Namun menurut empat sumber rincian ini tidak terbuka untuk umum.
Read the rest of this entry

Astra International (ASII) 25 Januari 2011

Akhirnya saham bluechip nomor 1 Indonesia yaitu ASII mulai menunjukkan pembalikan arah. Terbanyak dikumpulkan asing pada hari ini sehingga ASII menguat signifikan 2400 poin (+5,13%), Stochastic trend up dan MACD telah golden cross. Bila dapat bertahan di atas 49.500 maka akan menguji level berikutnya di level 51.200, sangat baik bila ASII dapat melewati garis MA20 di level 50.000.

S : 48.300 — R : 51.200

Tahan Laju Inflasi, BI Harus Kontrol Penguatan Rupiah

Pengamat Ekonomi Fauzi Ikhsan menilai salah satu cara untuk menahan laju inflasi yang dikhawatirkan akan semakin meroket adalah dengan memperkuat nilai rupiah yang dikontrol oleh Bank Indonesia (BI).

Menurut Fauzi kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menekan inflasi dengan menyiasati impossible trinity adalah dengan cara memperkuat nilai rupiah dan menjaga suku bunga, karena devisa bebas tidak terlalu andil bagian dalam menekan inflasi.

“Jika dengan rezim devisa bebas kaitannya kecil dengan inflasi,” tambahnya.

Read the rest of this entry

Indo Tambangraya Megah (ITMG) 21 Januari 2011

Sejak awal tahun sektor bank telah dipukul jatuh dan akhirnya mulai kemarin giliran sektor batubara yang ikut diseret turun sampai hari ini. Harga minyak yang turun dibawah $90 dijadikan momentum untuk ramai-ramai melepas saham batubara ditambah dengan adanya transaksi Exchange Trade Fund yang jatuh tempo.

Namun secara fundamental ekonomi Indonesia masih tetap baik dan saat ini peluang untuk mengincar saham bluechip yang akan rebound duluan. Salah satunya adalah jawara batubara yaitu ITMG dengan target price Rp. 60.000, terlihat di grafik terpukul jatuh sampai level Rp. 43.700 dan langsung rebound dan ditutup pada level Rp. 47.900. Garis Stochastic telah cross namun MACD masih menunjukkan level penurunan serta asing masih Net Sell pada saham ITMG ini, namun potensi penurunan telah terbatas sehingga dapat sedikit demi sedikit melakukan Buy On Weakness (BOW).

S : 44.700 — R : 49.200

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) 18 Januari 2011

Pada posting TLKM sebelumnya memang saham ini adalah yang terbanyak dibeli kembali oleh asing sejak rontoknya IHSG, dan trend pembelian oleh asing masih terus berlanjut sampai hari ini. Keberhasilan TLKM menembus resisten di level 7600 dan melewati garis MA 20 membuat saham bluechip ini berpotensi untuk menguji resisten kuat di level 8000.

S : 7600 — R : 8000