Inflasi 6,96% Di Tahun 2010

Kenaikan harga beras menjadi faktor utama pemicu inflasi sepanjang tahun 2010. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2010 beras menyumbangkan inflasi tertinggi sebesar 1,29 persen dari inflasi 2010 yang mencapai 6,96 persen.

Pencapaian inflasi 2010 sebesar 6,96 persen ini diakui jauh dari target awal pemerintah yang menetapkan inflasi 2010 hanya sebesar 5,3 persen, bahkan batas atas yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar enam persen.


“Harga komoditas dominan terhadap inflasi sepanjang tahun 2010,” ujar Kepala BPS Rusman Heriawan saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/1/2011).

Selain beras, sejumlah komponen lain yang menjadi faktor pemicu inflasi sepanjang 2010 yaitu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 0,36 persen, disusul cabai merah sebesar 0,32 persen dan emas perhiasan menyumbang 0,27 persen.

Sementara itu, komponen lainnya yaitu bawang merah 0,25 persen, lauk pauk 0,24 persen, cabai rawit 0,22 persen, jasa pertambangan 0,22 persen, rokok kretek filter 0,16 persen, daging ayam ras 0,15 persen, bawang putih 0,15 persen, sewa rumah 0,13 persen dan jasa angkutan 0,13 persen.

Sebagaimana diberitakan, hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi untuk bulan Desember mencapai 0,92 persen. Angka tersebut hampir mendekati angka psikologis satu persen dan lebih tinggi dibanding dengan ekspektasi semula.

Sumber : OKEZONE.COM

Posted on January 3, 2011, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: