Monthly Archives: March 2011

Bank CIMB Niaga (BNGA) 30 Maret 2011

Menunggu data inflasi awal bulan yang diperkirakan akan rendah, maka saham-saham perbankan telah bergerak naik dalam beberapa hari ini. Dipelopori oleh blue chip perbankan seperti saham BBRI, BMRI dan BBNI yang juga mengangkat IHSG pada hari ini.

Untuk saham perbankan lapis kedua maka saham BNGA juga menyimpan potensi yang sama dengan didukung oleh MACD yang telah golden cross. Perhatikan bila ke – 3 motor saham perbankan diatas masih naik pada awal bulan, maka saham BNGA-pun tidak akan ketinggalan.

S : 1.700 — R : 1.800

Advertisements

S & P Menurunkan Peringkat Utang Yunani Dan Portugal

Lembaga pemeringkat utang Standard & Poor’s menurunkan peringkat Portugal dan Yunani. Dalam sepekan ini untuk kedua kalinya S & P menurunkan peringkat utang Portugal ke grade BBB-, peringkat investasi terendah tiga tingkat di bawah Irlandia. Rating Yunani jatuh dua kelas menjadi BB-.

S & P menyebutkan kekhawatiran bahwa kedua negara akan dipaksa untuk merestrukturisasi utang setelah mencari bantuan Eropa. Menurut S & P peraturan baru Uni Eropa tentang bailout membuka peluang kedua negara itu mengingkari kewajiban utang mereka.

Read the rest of this entry

Laba Bersih KS Melejit 114%

Sepanjang 2010, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil membukukan peningkatan laba bersih sangat signifikan sekitar 114,82% menjadi Rp1,068 triliun, bila dibandingkan dengan posisi yang sama pada 2009 yang hanya Rp494,672 miliar.

Menurut Direktur Utama KS, Fazwar Bujang, dalam publikasinya di Jakarta, Selasa (29/3), lonjakan laba bersih ini ditopang oleh keuntungan kurs sekitar Rp114,875 miliar, ketimbang periode sebelumnya yang hanya Rp71,568 miliar. Selain itu, pendapatan bunga bersih pun menyumbang kenaikan sekitar Rp81,463 miliar, bila dibandingkan raihan sebelumnya yang mencapai Rp41,346 miliar.

Read the rest of this entry

ITMG Bagi Dividen Rp. 407 Per Saham

Perusahaan tambang batubara PT Indotambangraya Megah Tbk. (ITMG) menyatakan siap membagikan dividen pada Mei mendatang senilai Rp407 per saham.

Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung dalam acara RUPS perseroan di Jakarta, Senin (28/3), mengatakan nilai dividen yang akan dibagikan perseroan sebesar 75% dari laba bersih (net income) yang mencapai US$204 juta.
Read the rest of this entry

Timah (TINS) 24 Maret 2011

IHSG yang naik perkasa dalam 2 hari ini didukung oleh saham-saham komoditas yang melonjak tajam, dibarengi oleh TLKM serta saham perbankan. Namun ada 1 saham yang baru naik sedikit yaitu saham TINS walaupun harga timah di pasaran dunia telah meningkat tajam.

Secara teknikal kenaikan harga saham TINS hanya menunggu waktu didukung oleh indikator Stochastic dan MACD yang telah golden cross. Resisten terdekat ada di level 2.725 dan bila harga timah tetap tinggi maka resisten tersebut akan mudah untuk dilewati.

S : 2.575 — R : 2.725

Krisis Di Libya Dan Jepang Membuat Emas Mencetak Rekor Harga Baru

Kemarin waktu New York, harga emas kembali menembus rekor baru. Harga emas melompat ke rekor tertinggi di level US$ 1.448,60 per troy ounce. Guncangan di Libya, musibah di Jepang, serta krisis utang Eropa mendorong tingginya permintaan emas sebagai investasi alternatif.

Pada pukul 11.00 di Comex New York, kontrak harga emas untuk pengantaran April naik US$ 8,40 atau 0,6% menjadi US$ 1.446,40 per troy ounce. Level harga rekor emas sebelumnya adalah US$ 1.4466,40 per troy ounce yang terjadi pada 7 Maret lalu.

Read the rest of this entry

Indika Energy (INDY) 21 Maret 2011

Perang yang belum berkesudahan di Libya membuat harga minyak tetap bertengger diatas $100 yang tentunya juga berimbas terhadap kenaikan harga batubara. Saham INDY juga mendapat imbas positif dimulai dari tanggal 14 Maret 2010 dengan dorongan volume yang cukup besar, diperkuat oleh kenaikan hari ini sebesar 150 poin (3,8%).

Saham INDY dengan konfirmasi pergerakan hari ini menunjukkan arah trend positif dengan tantangan resisten berikutnya di level 4.150 yang masih didukung oleh indikator MACD.

R : 3.900 — R : 4.150

Laba Indofood (INDF) Naik 42%

Laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 42,2% menjadi Rp  2,95 triliun di akhir tahun 2010, dibandingkan periode yang sama tahun  sebelumnya Rp 2,08 triliun.

Menurut Direktur Utama INDF Anthoni Salim, penjualan perseroan juga naik meski tipis. Penjualan perseroan naik 2,7% menjadi Rp 38,4 triliun di akhir 2010, dari tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 37,4 triliun.

“Kami akan terus berkembang dalam menghadapi tantangan setiap tahunnya guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai perusahaan,” katanya dalam situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/3/2011).

Ia mengatakan, kontribusi dari Grup Bogasari terhadap penjualan bersih konsolidasi turun dari 29% menjadi hanya 26% di tahun 2010. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga jual tepung terigu sejalan dengan turunnya harga gandum dunia.

Kontribusi dari Grup Produk Konsumen Bermerek naik menjadi 46% dari sebelumnya 43%. Kontribusi Grup Agribisnis stagnan di 20%, begitu juga dari distribusi stagnan 8%.

Perseroan juga mencatat laba kotor naik 19,4% jadi Rp 12,47 triliun dari sebelumnya Rp 10,44 triliun di akhir tahun 2009. Sementara laba usaha tumbuh 34,5% menjadi Rp 6,73 triliun di 2010 dari sebelumnya Rp 5 triliun.

Seiring pertumbuhan di 2010 itu, harga saham perseroan sudah naik 37%, dari harga di akhir tahun 2009 sebesar Rp 3.550 per lembar menjadi Rp 4.875 per lembar di akhir tahun 2010.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga saham INDF turun 50 poin (1,02%) ke level Rp 4.850 per lembar.

Sumber: detikcom

Situasi Jepang Mereda, Konflik Timur Tengah Memanas

Kontrak harga minyak mengalami kenaikan terbesar dalam tiga minggu terakhir. Ada kecemasan, konflik yang terjadi di Afrika Utara dan Timur Tengah akan menyebar ke sejumlah negara lain. Kondisi itu dikhawatirkan akan memangkas pengiriman barang dari kawasan itu.

Harga minyak naik 3,5% setelah AS memberikan sinyal untuk memperbolehkan intervensi asing terhadap pimpinan Libya Muamar Kaddafi. Sementara itu, pasar saham melesat seiring langkah Jepang dalam mengatasi ledakan nuklir di negaranya.

Read the rest of this entry

Krisis Nuklir "Hancurkan" Bursa Saham Jepang

Ledakan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Jepang membuat bursa saham Tokyo makin terpuruk. Pada perdagangan Selasa ini, bursa saham Jepang turun 11,03% karena kekhawatiran investor akan meluasnya dampak krisis nuklir ini.

Pada perdagangan Selasa (15/3/2011), indeks Nikkei merosot 1.061,35 poin ke level 8.559,14. Indeks tetap turun meskipun bank sentral Jepang yakni Bank of Japan (BoJ) telah mengucurkan suntikan dana penyelamatan 5 triliun yen.

Read the rest of this entry