HRUM Bagi Dividen Rp. 244 Per Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) akan membagikan dividen Rp 659,1 miliar atau sekitar 80% dari laba bersih 2010 sebesar Rp 823,9 miliar. Dividen itu setara Rp 244 per saham.

Presiden Direktur Harum Energy Ray A Gunara mengatakan, perseroan akan membayar dividen tersebut pada Juni 2011. Rencana itu telah disetujui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan pada Rabu (27/4).

“Pembagian dividen sebesar 80% dari laba bersih karena kas perseroan mencukupi. Saat ini, kami tidak memiliki utang,” kata Ray, usai RUPST perseroan di Jakarta, kemarin.

Menurut Ray, sisa laba bersih sebesar Rp 10 miliar akan dimasukkan sebagai dana cadangan umum. Sedangkan Rp 154,9 miliar akan digunakan untuk menambah saldo laba.

Sementara itu, hingga kuartal 1-2011, Ha-rum Energy telah menggunakan sisa dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) saham sebesar USS 8 juta. Dana tersebut dipakai untuk membeli kapal tunda dan tongkang, dengan jumlah masing-masing sebanyak 10 unit

Selain itu, menurut Ray, perseroan juga menggunakan sebagian dana IPO untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) 2011 sebesar USS 30 juta. Dana capex dialokasikan untuk memperluas jalan angkutan batubara, eksplorasi, dan pembangunan pelabuhan baru.

Di sisi lain, Harum Energy tengah membidik perusahaan tambang batubara dengan kalori 5.000 kcal. Namun, Ray enggan menjelaskan lebih lanjut Menurut dia, perseroan masih melakukan proses identifikasi jumlahcadangan batubara.

Ray mengharapkan perusahaan bisa mendiversifikasi cadangan batubara di tambang tersebut “Kami berharap tahun ini akan ada transaksi untuk akuisisi. Namun, hal itu sangat bergantung pada peluang yang ada. Saat ini, cadangan batubara kami mencapai 115 juta ton,” jelas dia.

Ray menegaskan, perseroan tidak menyiapkan dana khusus untuk akuisisi tahun ini. Menurut dia, kondisi kas perseroan mampu untuk membiayai aksi korporasi tersebut

Jika nilai akuisisi sangat besar. Harum Energy akan memanfaatkan fasilitas pinjaman sebesar USS 170-180 juta dari Bank DBS. “Saat ini, kami tidak memiliki debt to equity ratio (DER). Jadi besar sekali ruang kami dalam pendanaan akuisisi,” ujar Ray.

Sumber : INVESTORINDONESIA

Posted on April 28, 2011, in Pasar Saham. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: