Krisis Eropa Meluas, Bursa Asia Terhempas

Pasar saham di kawasan Asia kemarin terguncang. Pemicu utamanya adalah krisis utang negara Eropa yang berpotensi meluas.

Indeks Shanghai memimpin kejatuhan bursa saham Asia dengan penurunan 2,90%, diikuti Kospi terpangkas 2,64%. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 2,44%, Hang Seng turun 2,11%, indeks Straits Times terkoreksi 1,83%, dan BSE Bombay menyusut 1,82%. Sementara indeks Nikkei menurun 1,52%.
Harga saham Esprit Holdings Ltd., produsen pakaian yang berbasis di Hong Kong, anjlok 4%. Sedangkan harga saham Canon Inc., produsen kamera terbesar di dunia, melorot 1% di Bursa Tokyo. Maklum, Eropa merupakan pasar strategis bagi Esprit dan Canon. Tak heran apabila berita krisis utang Eropa merontokkan harga saham kedua perusahaan tersebut.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings telah memangkas peringkat utang Yunani sebanyak tiga tingkat menjadi B+. Peringkat ini setara empat level di bawah investment grade. Utang Yunani terancam default jika tidak segera melakukan restrukturisasi.

Krisis utang Yunani dikhawatirkan merembet ke negara lain di Eropa, termasuk Italia. Lembaga pemeringkat lain, Standard & Poor\’s (S&P), pun memangkas prospek surat utang Italia dari semula stabil menjadi negatif.

Pemerintah Italia berencana melakukan perubahan struktural dalam perekonomian dan berupaya menyeimbangkan anggaran pada 2014. Rencana ini bergulir setelah S&P menyatakan peringkat surat utang Italia berpotensi terpangkas.

Prasad Patkar, Manajer Investasi Platypus Asset Management Ltd, menyatakan, fokus terbesar saat ini adalah risiko meluasnya krisis utang Eropa dan pasar surat utang global yang kian mengering.

“Krisis keuangan global masih segar dalam ingatan semua orang, dan setiap orang tidak ingin hal tersebut terjadi lagi,” ujar Prasad di Sydney, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Kejatuhan pasar saham Asia juga akibat sentimen domestik setiap negara. Kepala Riset Divisi Tresuri Bank BNI Nurul Eti Nurbaeti menyebutkan, data HSBC Purchasing Manager Index (PMI) China tercatat menurun. Ini menjadi sentimen negatif bagi bursa Shanghai dan Hong Kong.

Data HSBC PMI, yang merupakan ukuran tingkat daya produksi di China, melorot menjadi 51,1 di awal bulan ini ketimbang posisi akhir April lalu yang sebesar 51,8.

“Ada kecemasan ekonomi China melambat. Meski sektor manufaktur mulai pulih, masih diragukan apakah permintaan juga akan pulih,” jelas Yasuhiko Hirakawa, Manajer Investasi DIAM di Tokyo.

Nurul memprediksi krisis utang Eropa akan berimbas ke pasar saham Asia selama sepekan ini. Laju saham Asia akan melemah sejalan dengan hengkangnya dana global dari pasar Asia. Data Bloomberg kemarin menunjukkan, dana asing yang cabut dari pasar saham Asia sudah mencapai US$ 1 miliar.

Indeks Nikkei di akhir pekan ini diprediksi 9.350-9.725 dan Hang Seng di level 22.600-23.050. Adapun Straits Times di rentang 3. 075-3. 175. Tapi dalam jangka panjang pasar saham Asia tetap bullish.

Sumber : KONTAN.CO.ID

Posted on May 24, 2011, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: