Monthly Archives: June 2011

Aneka Tambang (ANTM) 23 Juni 2011

Ditengah penurunan harga komoditas dan minyak dunia yang masih terus berlanjut, terdapat saham ANTM yang cukup menarik untuk disimak setelah turun berkepanjangan. Saat ini ditutup pada level 2.075 setelah rebound dari support kuat di level 2.000.

Saham ANTM akan membagikan dividen pada tanggal 6 Juli 2011 sebesar Rp. 71,- yang berarti memberikan return sekitar 3,4%. Apabila saham ANTM dapat menembus support kuat di level 2.100 maka akan mengakhiri trend menurun dan siap-siap menuju uptrend kembali dengan catatan harga minyak dunia dapat diperdagangkan di atas level $98 per barel.

S : 2.000 — R : 2.100

Advertisements

Perdana Menteri Yunani Lolos Dari Mosi Tidak Percaya

Perdana Menteri Yunani George Papandreou selamat dari ancaman mosi tidak percaya. Kemenangan itu sekaligus memuluskan langkah-langkah penghematan pemerintahan demi mengamankan bantuan keuangan dari dunia internasional untuk negara tersebut.

Juru bicara parlemen, Filippos Petsalnikos, mengatakan dari 300 anggota, 155 mendukung Papandreou, 143 lainnya menentang, 2 lainnya abstain.
Read the rest of this entry

Indeks Acuan Negeri Panda Alami Penurunan Terbesar Dalam 9 Bulan

Mayoritas saham di bursa China melorot. Hal itu menyeret indeks acuan Negeri Panda ke level terendah sejak September lalu. Pelaku pasar cemas, bank sentral akan mengambil langkah pengetatan lanjutan untuk mengontrol inflasi.

Pada penutupan pukul 15.00 waktu setempat, Shanghai Composite Index turun 1,5% menjadi 2.664,28. Ini merupakan level terendah sejak 30 September lalu. Sementara, CSI 300 Index anjlok 1,5% menjadi 2.917,58.

Read the rest of this entry

Kepemilikan Asing Di SUN Terus Membesar

Nilai kepemilikan investor asing di Surat Utang Negara (SUN) kian melonjak. Dari akhir Mei lalu hingga 13 Juni kemarin, dana asing di SUN bertambah Rp 10,59 triliun, menjadi Rp 235,91 triliun. Investasi asing di SUN tersebut mencapai 34% dari total Surat Berharga Negara (SBN) yang diperdagangkan sebanyak Rp 691,06 triliun.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, dana asing mengalir ke SUN karena krisis utang Eropa yang masih belum reda dan penyelesaiannya belum jelas, sehingga suku bunga masih ditahan rendah. Juga karena pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang lambat. “Arus dana masuk ke Indonesia menjadi sangat deras, dan mereka membeli Surat Berharga Negara (SBN) cukup banyak,” kata Rahmat kepada KONTAN, Selasa (14/6).

Read the rest of this entry

Antam Setor Dividen Rp. 673 Milyar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membagikan dividen Rp 70,71 per lembar atau senilai Rp 673,4 miliar. Dividen setara dengan 40% dari laba bersih perseroan di tahun buku 2010.

Demikian hasil RUPS Tahunan Antam di Hotel JW Marriott, Mega Kiningan Jakarta, Selasa (14/6/2011).

Menurut Sekretaris Perusahaan Antam, Bimo Budi Satriyo, dividen per saham setara dengan Rp 70,71. Sebelumnya manajemen ANTM mengusulkan pembagian dividen 35-50%.

Sisa laba, masing-masing Rp 33,667 miliar sebagai program kemitraan dan bina lingkungan. Sisanya Rp 942,703 miliar sebagai biaya pengembangan usaha perseroan.

“Dividen tunai yang dibagikan kepada negara Rp 438,39 miliar. Publik Rp 234,96 miliar,” paparnya.

Laba bersih BUMN tambang ini cukup baik dengan kenaikan 175% dibandingkan laba bersih 2009 yang sebesar Rp 604 triliun.

Kinerja keuangan tahun lalu merefleksikan peningkatan signifikan kinerja penjualan komoditas utama feronikel serta peningkatan harga komoditas.

Pemegang saham juga penyepakati penundaan usulan manajemen untuk meningkatkan manfaat pensiun bagi pensiunan Antam sampai rasio pendanaan dapat mencapai maksimal 110%.

Sumber: detikcom

Proyeksi Laba Bersih Melejitkan Saham PTBA

Saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) reli tajam setelah emiten ini memproyeksikan pertumbuhan laba bersih 100% di tahun ini.

PTBA naik 1,4% ke level Rp 21.250 per saham, hingga pukul 9.35 di Jakarta. Ini kenaikan terbesarnya sejak 26 Mei.

Produsen batubara ini optimis terhadap pertumbuhan kinerja karena naiknya permintaan batubara, dan tingginya harga batubara untuk suplai kontrak lokal.

Sumber : KONTAN.CO.ID

Pernyataan The Fed Rontokkan Bursa Asia

Saham Asia pada perdagangan Rabu (8/6) diawali pelemahan setelah komentar bearish pada perekonomian AS dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke yang mengirim jatuhnya Wall Street.

Mengutip Reuters, Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke pada Selasa (7/6) waktu New York mengakui ekonomi AS melambat tetapi tidak memberikan saran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan.

Read the rest of this entry

Inflasi Mei 0,12%

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Mei 2011 terjadi inflasi 0,12%. Inflasi dipicu kenaikan harga sandang dan perumahan sepanjang Mei 2011.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distrinbusi dan Jasa BPS Djamal dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Read the rest of this entry

Harga Emas Melorot Seiring Spekulasi Yunani Mengalami Default

Kontrak harga emas dunia kembali melorot. Investor cemas, Yunani akan menjadi negara Eropa pertama yang mengalami gagal bayar utang.

Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex New York turun 0,3% menjadi US$ 1.531,45 per troy ounce. Pada pukul 09.42 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 1.531,45. Kemarin, harga emas mencapai US$ 1.540,78. Ini merupakan level tertinggi sejak 4 Mei lalu.

Read the rest of this entry