DPR AS Sahkan Rencana Peningkatan Pagu Hutang

DPR AS hari Senin (Selasa, WIB) mengesahkan rencana dua partai bagi peningkatan pagu hutang guna menghindarkan krisis default hutang dengan perbandingan 269:161 suara di lembaga legislatif yang dikuasai Republik itu, yang memuluskan jalan bagi diundangkannya paket peningkatan pagu hutang tersebut.
Presiden Barack Obama mengatakan Minggu malam bahwa pada saat-saat terakhir dia mencapai kesepakatan (deal) pagu hutang itu dengan para pemimpin Republik dan Demokrat demi terhindar dari krisis hutang yang semakin membayang.

Pengesahaan RUU tersebut di majelis rendah dilakukan setelah Ketua DPR John Boehner (Republik) dan Wapres Joe Biden (Demokrat) Senin berjuang keras untuk mendapatkan dukungan bawahan mereka dari partai masing-masing dan mengamankan pengesahan paket rencana tersebut.

Rencana dimaksud ditujukan untuk memangkas defisit hingga lebih $2 triliun selama 10 tahun mendatang, dengan menetapkan sebuah komite baru dua-partai kongres yang sangat kuat untuk mencari cara mengurangi defisit, dan meningkatkan pagu pinjaman AS hingga 2013.


Pagu hutang pemerintah federal AS yang saat ini $14,29 triliun ditetapkan 16 Mei. Depkeu AS mengatakan sudah akan kehabisan uang tunai untuk membayar hutang-hutangnya kecuali Kongres setuju meningkatkan pagu hutang tersebut per 2 Agustus.

“Jika RUU itu diserahkan kepada presiden, maka dia akan menandatanganinya,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan Senin sebelum dilakukan pemungutan suara. RUU tersebut masih harus disetujui oleh Senat yang dikendalikan Demokrat yang diperkirakan akan melakukan pemungutan suara untuk itu Selasa (Rabu, WIB).

Isu Hutang AS Masih Ancam Ekonomi Global

Sementara itu, sebuah suratkabar terkemuka China mengatakan, isu beban hutang AS masih mengancam ekonomi global kendati dicapainya deal pagu hutang tersebut oleh Gedung Putih dan para pemimpin kedua partai, namun suratkabar itu menambahkan bahwa tidak ada jalan keluar jangka pendek dari dominasi dolar.

People’s Daily, suratkabar terkemuka pemerintah Partai Komunis berkuasa di China mengatakan hal itu menanggapi deal hutang final di Kongres AS antara Republik dan Demokrat.

“Walau AS pada dasarnya sudah terhindar dari default, namun masalah hutang pemerintahnya masih tetap belum terpecahkan. Mereka selamat untuk sementara, dan cenderung terus menghadapi kesulitan,” kata komentar singkat suratkabar itu tentang deal hutang AS. “Masih terdapat awan mendung melingkupi pemulihan ekonomi AS, dan juga meningkatnya risiko dan bahaya bagi ekonomi dunia,” katanya menambahkan.

Pernyataan seperti itu oleh suratkabar resmi China biasanya tidak harus mencerminkan pandangan konklusif para pemimpin terkemuka negara itu. Namun komentar-komentar penuh kewaspadaan seperti itu menyuarakan pernyataan-pernyataan kritis lainnya belakangan ini di media resmi dari Beijing, yang mengkhawatirkan keamanan cadangan devisanya yang besar dalam aset dolar.

Walau deal hutang AS itu mencegah terjadinya goncangan mendadak terhadap ekonomi AS, Li Xiangyang, ahli riset di Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial China mengatakan, para politisi di masa depan bisa mengabaikan kepentingan kreditur ketika mengembangkan politik domestik.

Untuk keluar dari perangkap dolar, di masa depan China jangan lagi menginvestasikan cadangan devisanya dalam dolar,” katanya seraya menambahkan, “Peningkatan pagu hutang AS menjadi pisau bermata dua bagi China,” tulis Li dalam artikelnya di edisi luar negeri People’s Daily. (Xinhua/Rtr/sy.a)

Sumber : ANALISADAILY.COM

Posted on August 3, 2011, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: