Monthly Archives: September 2011

Kendati sekarat, ekonomi Amerika Serikat tetap teratas

A guitar icon with the USA flag as the body (f...

Image via Wikipedia

Kondisi perekonomian Amerika Serikat sedang sekarat. Tingkat penganggurannya tinggi mencapai 9,1%.

Pasar propertinya juga sedang lesu setelah terhantam krisis finansial 2008 lalu. Pertumbuhan ekonominya pun diperkirakan hanya tumbuh sebesar 2% tahun ini.

Begitu pun dengan iklim politiknya. Banyak warga masyarakat Amerika Serikat kini tak lagi percaya dengan politisi yang sibuk mengamankan kekuasaan pada tahun depan.

Kendati perekonomian dan iklim politiknya suram, Amerika Serikat tetap menjadi tujuan bagi investor dan pengusaha. Mengapa?

Read the rest of this entry

Advertisements

Asing Lepas Saham Rp 4,5 Triliun, IHSG Terjun Bebas 8%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 328 poin akibat aksi jual masif yang dilakukan investor lokal dan asing. Indeks mencetak rekor koreksi terburuk di Asia dan kembali bertengger di level 3.300.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.750 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS. Dolar sempat menembus Rp 9.120, posisi rupiah paling lemah sejak Juni 2010 lalu.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG ambles 81,423 poin (2,21%) ke level 3.616,071 menyusul suramnya prospek ekonomi global. Krisis utang AS dan Yunani belum usai, ditambah adanya penurunan peringkat tiga bank raksasa di AS.
Read the rest of this entry

Tren Emas Turun, ‘Sell on High’!

Laju harga emas sepekan ke depan, diprediksi dalam tren turun setelah European Central Bank (ECB) mengeluarkan fasilitas likuiditas dolar AS. Apalagi, emas sudah naik 30% sejak awal tahun.

Analis Monex Invstindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pada Jumat (16/9) harga emas sudah mencapai level terendahnya dalam dua pekan. Menurutnya, penurunan itu dipicu oleh aksi pasar yang melepas aset-aset safe haven . Sebaliknya, terjadi euphoria kembalinya investor pada risky asset.

Semua itu, lanjut dia, terjadi setelah pernyatan European Central Bank (ECB) terkait fasilitas pendanaan dolar AS berkootdinasi dengan The Fed, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank. “Tujuannya, untuk mempermudah institusi zona euro mendapatkan pendanaan pinjaman dolar AS dengan mudah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (16/9).
Read the rest of this entry

Rupiah ‘Terkapar’, BI Langsung Turun Tangan

Bank Indonesia (BI) mengaku telah melakukan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah yang terjadi pada pagi ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini sempat melemah hingga Rp 8.900/US$.

Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, BI terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dari waktu ke waktu dan mengakui adanya fluktuasi yang cepat dari rupiah.

“Dari jam ke jam pagi hari ini kita juga masuk ke pasar karena Bank Indonesia akan tetap berada di pasar apabila terjadi fluktuasi yang cepat,” tutur Hartadi ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2011).
Read the rest of this entry

Rupiah Turun Buntuti IHSG

Negatifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta bursa di Asia memberikan sentimen negatif bagi apresiasi rupiah. Rupiah tercatat melemah di level Rp8.603 per USD.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) Senin (12/9/2011), mencatat rupiah berada di level Rp8.603 per USD, melemah satu poin dibandingkan periode perdagangan sebelumnya yakni Rp8.571 per USD. Menurut yahoofinance, rupiah ditransaksikan di Rp8.632 per USD dengan kisaran perdagangan harian Rp8.570-8.640 per USD.

Di sisi lain, euro juga tampak melemah atas dolar Amerika Serikat (AS) ke USD1,36 per EUR dengan rata-rata perdagangan harian EUR1,34-1,36 per EUR, begitu juga pounds yang melemah ke USD1,50 per pounds dengan rata-rata transaksi perdagangan harian USD1,57-1,58 per GBP.

Read the rest of this entry

Inilah Strategi Investasi Emas Pekan Ini

Chemical elements like gold are good candidate...

Image via Wikipedia

Sentimen AS dan Eropa dinilai masih tetap menjaga tren kenaikan harga emas. Karena itu, sebuah penurunan semata merupakan koreksi normal. Emas bertenaga ke level US$1.918 pekan ini.

Periset dan analis PT Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, pasar menanggapi biasa-biasa saja atas even dari pidato Presiden AS Barack Obama, pada Kamis (8/9) malam dan pidato gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke. Tidak ada hal-hal yang khusus.

Bahkan menurutnya, pasar juga sudah mengantisipasi sebelumnya atas angka proposal Obama senilai US$447 miliar untuk sektor tenaga kerja. “Karena itu, emas masih potensial naik seiring pasar yang diliputi faktor global baik dari AS maupun dari Eropa,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (9/9).

Read the rest of this entry

Bank Mandiri (BMRI) 07 September 2011

Menjelang pengumuman BI Rate yang diprediksi tidak akan berubah, maka saham BMRI termasuk ketinggalan dibandingkan saham perbankan papan atas lainnya seperti BBRI dan BBCA. Namun dengan penutupan yang baik di level 7.100 membuka peluang untuk saham BMRI naik kembali ke level 8.000.

Saham BMRI masih dalam kondisi downtrend sehingga tetap perlu berhati-hati, indikator Stochastic telah mengarah keatas dan MACD hampir golden cross. Bila saham BMRI dapat melampaui level 7.250 maka indikator Parabolic SAR juga akan mulai menunjukkan sinyal Buy.

S : 6.700 — R : 7.500

ITMG Bagi Dividen Interim Rp. 1.168 Per Saham

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menetapkan pembagian dividen interim 2011 sebesar Rp1.168 per saham atau senilai dengan 75% dari laba bersih semester I 2011 US$205 juta.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Pembagian dividen interim ini telah disetujui oleh jajaran komisaris perseroan pada 25 Agustus 2011.

Read the rest of this entry

Wall Street Anjlok Dua Persen

Wall Street Sign. Author: Ramy Majouji

Image via Wikipedia

Saham anjlok dua persen pada Jumat waktu setempat setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan tercatat nol pada Agustus, yang akhirnya membuat investor khawatir.

Seperti yang dilansir Reuters, Sabtu (3/9/2011), Wall Street harus turun pada minggu keenam menjelang Hari Buruh di Amerika Serikat (AS).

Saham memang tidak stabil akhir-akhir ini, dimana federal reserve berharap memperkenalkan stimulus baru untuk meningkatkan perekonomian yang lesu. Namun ternyata, laporan dari Departemen Tenaga Kerja terbaru menyatakan jika tindakan Fed saja tidak dapat mengatasi masalah perekonomianyang mendalam.

Read the rest of this entry

Emas Tak Direkomendasikan Jual

Gold Key, weighing one kilogram is used to acc...

Image via Wikipedia

Harga emas dinilai masih dalam tren bullish dan tak direkomendasikan jual. Rendahnya suku bunga AS, peluang gagalnya bailout Yunani dan perlambatan ekonomi global jadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, tiga faktor tersebut masih jadi katalis positif kenaikan harga emas. Karena itu, koreksi emas sebelumnya ke arah US$1.700-an, masih bersifat koreksi jangka pendek dengan support di level US$1.685-an per troy ouce. Support tersebut merupakan level Fibonacci Retracement 50%.
Secara historis, lanjutnya, jika koreksi di level ini terjadi, emas baru akan kembali naik. Karena itu, untuk saat ini, emas berpeluang konsolidasi terlebih dahulu dalam kisaran US$1.685 hingga US$1.850 sebelum pada akhirnya akan berlanjut kembali naik.

Read the rest of this entry