Emas Tak Direkomendasikan Jual

Gold Key, weighing one kilogram is used to acc...

Image via Wikipedia

Harga emas dinilai masih dalam tren bullish dan tak direkomendasikan jual. Rendahnya suku bunga AS, peluang gagalnya bailout Yunani dan perlambatan ekonomi global jadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, tiga faktor tersebut masih jadi katalis positif kenaikan harga emas. Karena itu, koreksi emas sebelumnya ke arah US$1.700-an, masih bersifat koreksi jangka pendek dengan support di level US$1.685-an per troy ouce. Support tersebut merupakan level Fibonacci Retracement 50%.
Secara historis, lanjutnya, jika koreksi di level ini terjadi, emas baru akan kembali naik. Karena itu, untuk saat ini, emas berpeluang konsolidasi terlebih dahulu dalam kisaran US$1.685 hingga US$1.850 sebelum pada akhirnya akan berlanjut kembali naik.

“Dalam sepekan hingga dua pekan ke depan, target resistance emas terdekat di level US$1.812 dan resistance berikutnya di level US$1.845 hingga US$1.850 per troy ounce,” katanya kepadaINILAH.COM. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Setelah emas mencapai level tertingginya US$1.912 per troy ounce, bagaimana Anda memproyeksikan harga emas?
Tren bullish-nya belum berhenti. Salah faktor yang mendorong penguatan harga emas adalah fokus pasar pada masalah Eropa. Faktor kedua adalah arah kebijakan moneter dan (faktor ketiga) pertumbuhan AS dan global. Dari ketiga faktor ini, masih jadi katalis positif bagi emas.

Bisa Anda jelaskan faktor-faktor tersebut?
Krisis utang zona Eropa akan bertambah parah dalam beberapa pekan ke depan. Sebab, situasi terakhir Yunani terancam menggagalkan paket stimulus fiskal yang akan diberikan kepada negeri para Dewa itu. Gara-gara Finlandia meminta jaminan kolateral, negara lain juga yang berkontribusi pada paket bailout pertemuan Brussel sebelumnya, juga jadi ikut-ikutan. Sebab, tidak mungkin hanya satu negara yang diberi jaminan sementara negara lain tidak.

Jaminan kolateral seperti apa yang akan diberikan Yunani?
Saat ini, Yunani sedang mempertimbangkan untukmemberikan kolateral yang tidak likuid seperti aset real estate atau perusahaan-perusahaan milik negara. Tapi, negara-negara tertentu juga ingin aset yang lebih likuid seperti emas yang jadi jaminannya. Karena itu, jika Yunani tidak bisa membayar, emas itulah yang jadi jaminannya. Begitu juga dengan properti termasuk tanahnya.Tapi, penjaminan kolateral itu, tetap harus mendapatkan ratifikasi dari Uni Eropa.

Bagaimana dengan sikap European Cenral Bank (ECB) sendiri?
Sejauh ini, kesepakatan penjaminan Yunani-Finlandia itu masih ditentang oleh ECB. Sebab, sebagai penjaminan kolateral, itu tetap memberatkan Yunani. Karena itu, solusi untuk mengurangi utang tetap tidak tercapai. Apalagi, kecemasan krisis juga saat ini sudah mulai menyebar ke Italia, Spanyol dan sebagainya.

Bagaimana dengan arah kebijakan suku bunga AS?
Meski Bank Sentral AS The Fed tidak memberikan sinyal stumulus Quantitative Easing (QE) tahap ketiga, Fed sudah mengambil kebijakan suku bunga rendah hingga pertengahan 2013. Karena itu, selama suku bunga masih rendah, emas masih akan terdorong naik.

Faktor pertumbuhan AS dan global bagaimana?
Dari sisi alternatif investasi akibat pertumbuhan ekonomi AS dan global yang mulai melambat, emas tetap menjadi alternatif. Gross Domestic Product (GDP) AS saat ini masih mengalami ketidakpastian. Memang, proyeksi The Fed sendiri masih optimistis di level 2-2,5% 2011 ini. Tapi, berdasarkan data-data ekonomi AS terakhir, tingkat pertumbuhan riil AS paling-paling bekisar pada level 1-1,6% saja.
Angka itu dengan asumsi tingkat pengangguran masih di atas 9%, sektor perumahannya tidak bisa melampaui 600 juta unit dan posisi penjualan rumah AS terakhir di angka 298 juta unit dan laju penjualan ritel masih terbatas di bawah 5,5% dan inflasi pun masih rendah. Jika AS melambat, pertumbuhan global pun melambat. Sebab, ketergantungan global terhadap AS masih cukup tinggi sebagai ekonomi terbesar. Karena itu, demand atas emas masih cukup tinggi.

Level support dan resistance-nya?
Karena itu, koreksi emas sebelumnya ke arah US$1.700-an, masih bersifat koreksi jangka pendek dengan support di level US$1.685-an per troy ouce. Support tersebut merupakan level Fibonacci Retracement 50%. Secara historis, jika koreksi di level ini terjadi, emas baru akan kembali naik. Karena itu, untuk saat ini, emas berpeluang konsolidasi terlebih dahulu. Emas akan bolak-balik dalam kisaran US$1.685 hingga US$1.850 sebelum ada akhirnya akan berlanjut kembali naik.
Sementara itu, dalam sepekan hingga dua pekan ke depan, target resistance emas terdekat di level US$1.812 dan resistance berikutnya di level US$1.845 hingga US$1.850. Angka ini didasarkan pada ukuran tingkat volatilitas atau ukuran secara statistik hariannya bukan Fibonacci Projection. Angka tersebut dihitung dari harga tertingi-terendahnya, sehingga didapatkan range market hariannya itu.

Lantas, bagaimana strategi trading emas?
Semua faktor masih mendukung penguatan harga emas, selama suku bunga AS bertahan di level rendah. Saya tetap merekomendasikan buy on dip di level US$1.650 atau US$1.685. Hanya saja, susah memastikan apakah emas bakal koreksi ke level tersebut. Tapi, jika ternyata koreksi ke level tersebut, jadi saat tepat untuk beli. Sebaliknya, untuk jual tidak direkomendasikan karena tren harga emas tetap naik yang didukung oleh faktor-faktor fundamentalnya.

Sumber : inilah.com

Enhanced by Zemanta

Posted on September 1, 2011, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: