Rupiah ‘Terkapar’, BI Langsung Turun Tangan

Bank Indonesia (BI) mengaku telah melakukan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah yang terjadi pada pagi ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini sempat melemah hingga Rp 8.900/US$.

Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, BI terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dari waktu ke waktu dan mengakui adanya fluktuasi yang cepat dari rupiah.

“Dari jam ke jam pagi hari ini kita juga masuk ke pasar karena Bank Indonesia akan tetap berada di pasar apabila terjadi fluktuasi yang cepat,” tutur Hartadi ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Hartadi mengatakan perkembangan nilai tukar rupiah secara keseluruhan membaik di pekan ini. Namun memang kondisi krisis utang Eropa yang tak jelas ujung pangkalnya lama kelamaan turut berimbas kepada ekonomi dunia.

“Saya bilang tadi gembira beberapa hari terakhir karena justru rupiah kita itu terdepresiasi lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara di sekitar kita kemarin itu. Kecuali hari ini,” kata Hartadi.

Dia mengakui, cara BI mengintevensi pergerakan rupiah ada dua. Pertama adalah intervensi langsung ke pasar valas. Lalu kedua, BI melakukan pembelian surat berharga dalam rangka operasi moneter dengan rupiah sudah kita lakukan.

“Jadi semua itu sebetulnya sudah bisa menjaga, menurunkan kekhawatiran pasar,” kata Hartadi.

Menurutnya, dalam 5 hari terakhir, tekanan terhadap rupiah adalah yang paling kecil di regional. Meskipun depresiasi rupiah hari ini sangat cepat.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jatuh cukup dalam hanya dalam beberapa jam saja. Rupiah sempat ambles hingga ke posisi Rp 8.900 per dolar AS.

Rupiah yang pagi tadi dibuka Rp 8.660 per dolar AS sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di Rp 8.938 per dolar AS pada sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara hingga perdagangan siang tadi rupiah berada di posisi Rp 8.789 per dolar AS.

Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing menilai pergerakan rupiah ini karena dimainkan oleh para spekulan.

 

Sumber : detik.com

Posted on September 14, 2011, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: