Tren Emas Turun, ‘Sell on High’!

Laju harga emas sepekan ke depan, diprediksi dalam tren turun setelah European Central Bank (ECB) mengeluarkan fasilitas likuiditas dolar AS. Apalagi, emas sudah naik 30% sejak awal tahun.

Analis Monex Invstindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pada Jumat (16/9) harga emas sudah mencapai level terendahnya dalam dua pekan. Menurutnya, penurunan itu dipicu oleh aksi pasar yang melepas aset-aset safe haven . Sebaliknya, terjadi euphoria kembalinya investor pada risky asset.

Semua itu, lanjut dia, terjadi setelah pernyatan European Central Bank (ECB) terkait fasilitas pendanaan dolar AS berkootdinasi dengan The Fed, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank. “Tujuannya, untuk mempermudah institusi zona euro mendapatkan pendanaan pinjaman dolar AS dengan mudah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (16/9).

Apalagi, lanjut Ariston, secara grafik sejak awal tahun hingga September 2011, kenaikan harga emas sudah mencapai lebih dari 30% atau hampir sama dengan kenaikan di 2010. Sebab, pada awal 2011, harga emas dibuka di level US$1.418 per troy ounce dan menguat ke level tertinggi US$1.922.

“Banyak pelaku pasar beranggapan, untuk tahun ini, harga emas sudah cukup tinggi,” paparnya. Karena itu, Ariston mengatakan, sebagian pelaku pasar merealisasikan keuntungan sehingga menjadi tekanan ke bawah bagi emas. Di sisi lain, para hedge fund manager yang memiliki portofolio saham rugi pada balance sheet, juga merealisasikan profit pada emas.

Akhir pekan lalu, Jumat (16/9) emas memiliki support terdekat di level US$1.762 dan resistance di level Moving Average (MA)20, US$1.782 per troy ounce. Dalam sepekan ke depan, secara grafik emas memperlihatkan potensi untuk turun menuju level support berikutnya US$1.750. “Level ini merupakan fibonacci retracement 38,2% yang ditarik dari level terendah US$1,478 hingga level tertinggi 1.922,” jelas Ariston.

Dia menjelaskan, setelah support US$1.750 tersentuh, emas berpeluang kembali turun ke US$1.730. Baru di level ini bakal terkonsolidasi. Jika sentimennya cukup bearish, bisa saja emas melemah ke level US$1.700 (Fibonacci retracement 50%). “Dari sisi susunan MA dan pola candle steak, tekanan bearish emas masih akan berlanjut,” paparnya.

Jika level US$1.700 ini ditembus ke bawah, outlook untuk emas akan berubah. “Jadi, orang yang optimistis emas bakal naik ke level US$2.000, akan berkurang. Tahun ini di level US$1.900-an sudah cukup kuat untuk emas,” tutur Irwan.

Ariston menegaskan, jika melihat fundamental, terbuka emas melemah ke level US$1.700. Sebab, pada Kamis (22/9) ada event Federal Open Market Committee (FOMC) meeting. Menurutnya, jika Bank Sentral AS The Fed kembali melonggarkan kebijakan moneternya dengan Quantitative Easing (QE) ketiga, harga emas berpeluang melemah.

Pasalnya, sebagai aset safe haven, emas bakal ditinggalkan terlebih dahulu untuk sementara. Jika akhirnya Fed mengeluarkan stimulus dan dolar AS pada akhirnya melemah, harga emas bisa kembali rebund. “Sebab, emas diperjualbelikan dalam denominasi dolar AS. Sehingga saat dolar AS melemah, harga emas otomatis menguat,” paparnya. Jadi, lanjut Ariston, penembusan level US$1.700 sangat tergantung pada penyelesaian krisis utang Eropa dan The Fed.

Sementara itu, level resistance emas sepekan ke depan berada di US$1.784-1.810 berdasarkan level konsolidasi harga. Sebab, pada level-level tersebut, banyak batang candle steak yang bergerak di area itu. Jadi hanya ada dua resistance karena emas cenderung bearish. “Saya rekomendasikan, sell on high di level US$1.780-an per troy ounce mengingatuntuk buy on dip belum bisa dipastikan di level berapa,” imbuh Ariston.

Sumber : inilah.com

Posted on September 18, 2011, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: