Monthly Archives: October 2011

Laba PTBA Melonjak 67%

BUMN produsen batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 67,1 persen menjadi Rp2,3 triliun pada akhir kuartal III-2011 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,39 triliun.

Seperti dikutip dari laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Rabu (26/10/2011), melonjaknya laba penjualan perseroan ditopang oleh peningkatan penjualan yang signifikan.

Di mana penjualan perseroan pada periode sembilan bulan pertama 2011 naik jadi Rp7,75 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,9 triliun.

Read the rest of this entry

Advertisements

Bank Bukopin (BBKP) 21 Oktober 2011

Kenaikan bursa saham Amerika (DOWJ) pada hari Jumat yang cukup signifikan akan berpengaruh positif terhadap IHSG, walaupun krisis Eropa masih belum reda namun dengan fundamental ekonomi yang cukup kuat maka Indonesia akan mampu untuk bertahan menghadapi perlambatan ekonomi dunia.

BI Rate yang baru saja turun pada awal bulan ini akan berdampak positif terhadap saham perbankan, salah satunya yang telah menggeliat menuju kondisi uptrend adalah saham BBKP. Volume transaksi yang besar pada tanggal 29 September 2011 dan 13 Oktober 2011 membawa saham BBKP ditutup pada level 640.

Indikator MACD masih dalam kondisi uptrend dan apabila saham BBKP dapat melewati resisten di level 650 maka akan menuju level 710, namun dengan kondisi IHSG yang masih dalam tahap konsolidasi maka setiap penurunan saham BBKP merupakan peluang untuk mengoleksi saham ini dengan ditunjang support kuat pada level 580.

S : 580 — R : 650

Pemerintah Bakal Kaji Pengurangan Pajak Deposito

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, akhir pekan ini. “Itu dia termasuk kita kaji apa itu mungkin dilakukan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pemerintah akan menganalisa dampaknya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk diterapkan. “Karena tidak selamanya insentif itu punya hubungan positif dengan kinerja dari sektor itu sendiri itu pengalaman kita bukan hanya di sektor perbankan tapi juga sektor yang lain. Ketika memberikan insentif kita harus kita pastikan itu bermasalah tidak,” paparnya.

Sementara terkait dengan pajak ganda yang dikenakan pada bank syariah, ia menyatakan, akan secara perlahan-lahan dihapuskan secara menyeluruh.
Read the rest of this entry

S & P Pangkas Kredit Utang Spanyol, Outlook Negatif

Standard & Poor’s memangkas kredit utang Spanyol sebanyak satu level. Itu artinya, S&P memangkas rating utang Spanyol dari sebelumnya AA menjadi AA-. Adapun outlook dari peringkat ini adalah negatif.

S&P memberikan alasan, penyusutan aset-aset perbankan nasional Spanyol dan prospek pertumbuhan ekonomi yang rendah akan terus mendongkrak angka pengangguran di negara itu. Menurut S&P, tingkat pengangguran Spanyol di posisi 21% akan menggerus tingkat konsumsi masyarakat.

“Di luar adanya sejumlah sinyal kemunduran performa ekonomi di 2011, kami melihat adanya sejumlah risiko atas prospek pertumbuhan ekonomi Spanyol. Profil finansial sistem perbankan Spanyol akan terus melemah. Sementara, masalah penurunan aset di pasar saham juga terus meningkat,” jelas S&P dalam pernyataannya.
Read the rest of this entry

Inflasi Turun, Suku Bunga Simpanan Jadi 7%

Dengan inflasi yang rendah dan terkendali, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat suku bunga simpanan masyarakat berdenominasi rupiah yang dijamin turun 25 bps menjadi 7%.

Sebelumnya, tingkat suku bunga simpanan tersebut sebesar 7,25 persen. Tidak hanya suku bunga simpanan dalam bentuk rupiah yan turun. Suku bunga simpanan dalam bentuk valuta asing turun lebih tinggi, yakni 75 bps dari 2,75% menjadi 2%. Penurunan suku bunga simpanan juga terjadi simpanan masyarakat di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tambahnya, turun 25 basis poin dari 10,25 persen menjadi 10 persen.

Read the rest of this entry

Ragu Jadi Safe Haven, Harga Emas Liar

Emas masih mencari jati dirinya sebagai safe haven seiring belum jelasnya status krisis utang Yunani. Karena itu, kilau harganya pun masih bergerak liar dalam kisaran yang lebar. Buy on dips!

Periset dan analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, sejauh ini laju harga emas, belum memiliki tren yang jelas setelah mengalami kejatuhan yang drastis pada September 2011. Karena itu, lanjutnya, pergerakan harganya bakal liar dalam sepekan ke depan.

Firman mewanti-wanti agar investor waspada sampai mendapatkan kejelasan status krisis utang Yunani. Paling tidak, hingga 18 Oktober saat The Economic and Finansial Affairs Council (Ecofin) meeting usai, pergerakan emas bakal ranging. “Emas berpeluang bolak-balik dalam kisaran yang lebar antara US$1.580-1.700 per troy ounce,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (7/10).

Berdasarkan harga yang dilansir CNBC pada Jumat (7/10), harga emas turun US$17 (1,05%) ke level US$1.635,80 per troy ounce. Harga intraday tertingginya di level US$1.668 dan terendahnya US$1.627,60 per troy ounce.

Read the rest of this entry

Hasil Kenaikan Tarif Tol Untuk Apa ?

Secara berkala, pemerintah ‘rajin’ menaikkan tarif tol. Namun, hingga saat ini, pelayanan dan fasilitas yang diberikan tidaklah menunjukkan perbaikan signifikan.

Ekonom dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Hendrawan Supratikno, menyatakan, kenaikan tarif tol menunjukkan kegagalan pemerintah menyediakan infrastruktur jalan bagi masyarakat.

“Kenaikan terus ada, sementara fasilitas dan pelayanan tidak bertambah baik. Lantas, kenaikan ini untuk apa? Hanya memberikan keuntungan bagi segelintir orang ditampuk direksi (Jasa Marga) saja,” kata Hendrawan ketika dihubungi okezone, Jumat (7/10/2011).

Read the rest of this entry