Monthly Archives: November 2011

Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup kita. Pada masa kini, menabung saja tidak cukup, apalagi dengan bunga tabungan yang masih jauh di bawah inflasi tahunan sehingga nilai uang anda akan semakin tergerus dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh, jika anda punya Rp 100 juta tersimpan dengan aman di sebuah bank dengan bunga tahunan 5%. Maka, dalam satu tahun anda akan punya Rp 105 juta. Jumlah tersebut memang bertambah, namun sebenarnya secara nilai turun.

Dengan adanya inflasi, yang rata-rata biasanya sekitar 6% per tahun, maka jika satu tahun lalu dengan uang Rp 100 juta anda bisa membeli mobil, tahun ini harga mobil itu menjadi Rp 106 juta. Uang yang anda simpan dalam satu tahun itu malah tidak cukup untuk membeli mobil, bahkan dengan bunga yang diberikan bank.

Untuk menghindari hal itu terjadi, anda butuh investasi. Tempatnya bisa di mana saja, saham, obligasi, properti atua reksa dana. Satu yang terakhir ini adalah cara investasi yang tidak membutuhkan banyak uang, tapi dengan imbal hasil yang cukup tinggi.

Dengan berinvestasi di reksa dana, dalam jangka panjang uang akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari inflasi. Reksa Dana adalah pilihan bagi calon investor yang tidak memiliki dana besar, kurang memiliki waktu dan akses informasi dan ingin memiliki portofolio yang terdiversifikasi.

Read the rest of this entry

Advertisements

Jangan Terlena Rayuan Emas

Magnet bisnis emas batangan memang luar biasa. Bukan hanya investor berpengalaman, bahkan ibu-ibu rumah tangga dan bujangan yang punya uang lebih ala kadarnya, ramai-ramai  belanja komoditas tersebut. Marketing yang menawarkan investasinya pun tak kalah gesit — sudah bisa datang ke rumah untuk presentasi.

Karena itu, sebaiknya kita pahami beberapa hal yang mempengaruhi nilai investasi komoditas ini. Jangan sampai terkena bujuk rayu atau bahkan terkena hipnotis keuntungan semu.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan investasi emas, baik melalui sistem gadai maupun jual-beli.

Pertama, sadari bahwa sifat dari investasi — tak terkecuali investasi emas — cenderung spekulatif. Anda bisa untung, bisa juga rugi. Biasanya, untuk mengurangi potensi kerugian, digunakan perhitungan yang matang dengan memasukkan variabel yang berpengaruh. Baik positif maupun negatif.

Untuk itulah, alangkah baiknya Anda menanamkan uang lebih (di luar biaya operasional bulanan) dan tidak sekaligus dalam satu jenis investasi.
Read the rest of this entry

Obligasi Italia Ambruk, Minyak Dunia Terpuruk

Minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (9/11) dengan makin memburuknya krisis utang Eropa.

Minyak mentah AS jenis light sweet turun US$1,06 menjadi US$95,74 per barel untuk Desember di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Untuk minyak jenis Brent turun US$2,6 menjadi US$112,10 per barel di London.

Investor khawatir dengan jatuhnya obligasi 10 tahun Italia karena anjloknya imbal hasil mencapai 7%. Hal ini telah meruntuhkan bursa saham Eropa dan kurs euro terhadap dolar AS.

“Orang takut karena Italia terlalu besar untuk diselamatkan. Hal ini mendorong investor keluar dari aset berisiko sehingga memperkuat risiko ganda dengan menurunkan permintaan minyak dunia,” kata Michael Hewson dari CMC Markets. Selain itu persediaan minyak AS turun sebesar 1,4 juta barel pada pekan lalu karena turunnya impor.

 

Sumber : inilah.com

Emas Antam Meroket Rp. 9 Juta/Kg

Mayoritas persedian emas 1-1.000 gram terpantau tersedia pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) per Selasa (8/11).

Berdasarkan data yang dilansir logammulia.com, hanya emas batangan 10, 50, 100 dan 1.000 gram yang tak tersedia (not available) dan sold out. Dalam pengumumannya, UBPP juga menyatakan, ketersediaan barang dapat berubah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

Harga emas PT Antam Selasa (8/11) ini mengalami kenaikan dibandingkan posisi kemarin seiring harga internasional yang menunjukkan terus menanjak. Sementara itu, harga buy back emas Antam naik ke level Rp499.000 per gram dari Rp490.000 per gram.

Read the rest of this entry

Indofood Sukses Makmur (INDF) 04 November 2011

Perkembangan ekonomi di Eropa yang masih belum menentu membuat IHSG bergerak cukup volatile sehingga membuat investor harus berhati-hati dalam memilih saham yang mempunyai fundamental serta kinerja yang kinclong.

Selain saham perbankan, maka terdapat juga saham konsumsi yang layak dikoleksi yaitu saham INDF yang mana saham ini sedang bergerak dalam area konsolidasi namun dengan kondisi grafik uptrend.

Indikator Stochastic sudah golden cross, sedangkan indikator MACD mulai mengarah ke atas dengan support kuat di level 4.600 yang terbentuk pada awal Oktober 2011.

S : 4.875 — R : 5.700

Yunani Tak Pasti, Emas Naik Lagi

Harga emas naik di London pada Kamis (3/11) dengan kekacauan politik di Yunani dengan opsi keluar dari Uni Eropa.

Emas naik 0,8% menjadi US$1.758 per troy ons dari US$1.737 pada Rabu kemarin. “Pasar lebih suka melakukan pembelian besar karena ketidakpastian. Hal ini melanda semua pasar,” kata analis di Standard bank, Walter de Wet, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Prancis dan Jerman dikabarkan marah dengan langkah mengejutkan Yunani yang akan menggelar referendum untuk menentukan bailout tahap kedua. Mereka memutuskan Yunani tidak akan menerima bailout lagi sampai berhasil menentukan sikapnya dalam keanggotaaan Uni Eropa.

Read the rest of this entry

Rupiah Selasa Siang Dekati Rp. 8.900 / Dolar

JAKARTA- Nilai tukar rupiah Selasa siang (1/11) turun mendekati angka Rp8.900 per dolar karena intervensi Jepang untuk menekan yen mendorong dolar AS menguat terhadap semua mata uang utama Asia, termasuk rupiah.

Rupiah di pasar spot antarbank Jakarta, turun 40 poin menjadi Rp8.893 per dolar dari sebelumnya Rp8.850.

Analis PT First Asia Capital, Ifan Kurniawan di Jakarta, Selasa mengatakan, pemerintah Jepang khawatir dengan kenaikan yen yang berlanjut terhadap dolar AS, maka produknya di pasar ekspor tidak akan dapat bersaing.

Read the rest of this entry