Monthly Archives: February 2012

Imbas harga BBM bagi para emiten

Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 April 2012. Tentu, kenaikan harga BBM bakal berdampak bagi kinerja para emiten. Ada yang kecipratan untung, tapi ada pula yang bakal buntung.

Emiten di sektor konsumsi termasuk yang akan terkena sawab kenaikan harga BBM. Bisnis konsumsi memang berkaitan langsung dengan daya beli. Setelah harga BBM naik, harga jual kebutuhan pokok akan ikut naik sehingga biaya operasional membengkak. Ujung-ujungnya, kinerja emiten akan ikut tertekan.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) [4,850 -25 (-0,5%)] bisa dijadikan contoh emiten yang akan mungkin tersandung kenaikan harga BBM. Analis meramal, margin laba usaha INDF [4,850 -25 (-0,5%)] akan tertekan. Meski, Willy Gunawan, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, menilai, INDF [4,850 -25 (-0,5%)] masih tertolong oleh ekspansi di kebun sawit. “Margin sektor perkebunan lumayan tinggi, sekitar 25%,” ujarnya.

Sektor otomotif dan pembiayaan kendaraan seperti PT Astra International Tbk (ASII) [68,250 -2600 (-3,7%)] juga kena imbas negatif. Selain menjual kendaraan, emiten ini memiliki anak usaha yang bergerak di bidang pembiayaan otomotif dan alat berat seperti PT Federal International Finance (FIF) dan PT Astra Auto Finance.
Read the rest of this entry

Advertisements

Wah, Laba Bersih ITMG Melonjak 167%

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) [44,350 850 (+2,0%)] mencatatkan kenaikan laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar 167,6 persen menjadi USD546,13 juta pada akhir tahun 2011, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD204,15 juta.

Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur ITMG [44,350 850 (+2,0%)] Somyor Ruchirawat dalam laporan keuangannya di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Naiknya laba perseroan terutama karena pertumbuhan penjualan bersih perusahaan tambang batu bara tersebut menjadi USD2,38 miliar dari periode sebelumnya USD1,64 miliar.
Read the rest of this entry

Limit Transaksi Gadai Emas Maksimal 250 Juta Rupiah

Bank Indonesia segera mengeluarkan surat edaran tentang batas maksimal atau limit transaksi gadai emas di perbankan syariah yaitu maksimal 250 juta rupiah. Pembatasan itu diharapkan bisa mencegah dimanfaatkannya produk tersebut sebagai ajang spekulasi.

“Sudah selesai, sekarang lagi legal review sama Direktorat Hukum. Kalau selesai, tinggal diteken,” kata Direktur Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia, Mulya Siregar, di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, bank syariah hanya boleh memberikan plafon maksimal 250 juta rupiah dari draf sebelumnya hanya 100 juta rupiah. Selain itu, BI akan menerbitkan surat edaran terkait gadai emas yang dilakukan bank syariah. Surat edaran itu salah satunya membahas mengenai besaran pemberian kredit terhadap nilai barang (loan to value/LTV).

Menurut Mulya, loan to value produk gadai emas tidak boleh lebih dari 80 persen dari plafon yang ditentukan. Hal itu bertujuan untuk menghindari adanya spekulasi dalam produk gadai emas.
Read the rest of this entry

10 Tips Sukses Investasi Jangka Panjang

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi investor, baik itu jangka pendek maupun panjang untuk mendapatkan hasil terbaiknya. Semua tergantung dari target dan kepuasan yang anda dapat.

Jika anda tidak suka bertransaksi tiap hari dan lebih suka menunggu hasil investasi dengan sabar, maka sebaiknya anda menjadi investor jangka panjang. Meski tidak ada aturan khusus untuk menjadi investor jangka panjang, tapi setidaknya ada pakem yang bisa anda ikuti.

Seperti dikutip dari Investopedia, Kamis (9/2/2012), berikut adalah beberapa tips dengan konsep fundamental yang harus diketahui oleh investor jangka panjang:

1. Jual saham jelek dan tahan saham bagus cukup lama
Sejak jaman dahulu kala, investor sukses adalah yang bisa melepas saham berfundamental jelek dan tetap menyimpan saham-saham bagus dalam jangka waktu lama. Jika investor tidak bisa membedakan antara saham jelek dan bagus, maka skenario terburuk adalah menunggu sampai sahamnya menyentuh level terendah. Memang teori pemisahan saham bagus-jelek ini sangat bagus, tapi sulit diterapkan di dunia nyata.

2. Jangan mudah percaya isu atau rumor
Ketika anda mendapat isu atau rumor di pasar dari datang dari kakak, sepupu, tetangga atau bahkan broker anda, jangan langsung percaya. Ketika anda berinvestasi, sangatlah penting anda tahu alasan dan latar belakang berinvestasi tersebut.

Lakukan riset dan analisis sendiri terhadap sebuah perusahaan sebelum menempatkan uang anda. Mengandalkan informasi yang tidak jelas dari orang lain sama saja dengan berjudi.

Mungkin saja dengan sedikit keberuntungan, investasi anda bisa sukses, tapi tetap saja risikonya cukup tinggi. Tentunya hal ini tidak baik untuk investasi dalam jangka panjang.
Read the rest of this entry

Inilah Potensi Dividend Yield Saham Bank

Penurunan harga saham sektor perbankan belakangan ini tentu menjanjikan capital gain ke depannya. Tapi, berapakah potensi dividend yield untuk kinerja keuangan full year 2011?

Pada perdagangan Selasa (7/1), saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) [6,850 -150 (-2,1%)] ditutup melemah Rp150 (2,14%) ke level Rp6.850, PT Bank Mandiri (BMRI) [6,400 0 (+0,0%)] stagnan stagnan di level Rp6.400, PT Bank Central Asia (BBCA) [7,900 -150 (-1,9%)] turun Rp150 (1,86%) ke Rp7.900, PT Bank Danamon (BDMN) [4,825 25 (+0,5%)] naik Rp25 (0,52%) ke posisi Rp4.825 dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) [3,425 0 (+0,0%)] stagnan di level Rp3.425.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, secara historis emiten perbankan selalu merilis kinerja keuangan lebih awal. Dia optimistis kinerja perbankan untuk kuartal IV dan full year 2011 mengalami peningkatan baik dari sisi pendapatan bunga bersih maupun laba bersih.
Read the rest of this entry

Stock Split, Saham PTBA Menggiurkan

Meski rencana stock split PTBA [20,200 50 (+0,2%)], dikabarkan baru akan digelar pada kuartal III-2012, pasar sudah tak sabar menantikannya. Betapa tidak, aksi korporasi ini dinilai menggiurkan.

Pada perdagangan Selasa (31/1) saham PT Bukit Asam (PTBA) [20,200 50 (+0,2%)] ditutup menguat Rp150 (0,75%) ke level Rp20.150. Harga intraday tertingginya mencapai Rp20.250 dan terendah Rp20.000. Volume transaksi mencapai 2,8 juta lembar saham senilai Rp56,4 miliar dan frekuensi 659 kali.

Pengamat pasar modal Dandossi Matram mengatakan, stocksplit adalah pemecahan nilai nominal suatu saham. Salah satu tujuannya adalah agar harga saham lebih murah bagi investor. Selain itu, untuk meningkatkan likuiditas dari likuid menjadi lebih likuid atau dari kurang likuid menjadi likuid.
Read the rest of this entry