Stock Split, Saham PTBA Menggiurkan

Meski rencana stock split PTBA [20,200 50 (+0,2%)], dikabarkan baru akan digelar pada kuartal III-2012, pasar sudah tak sabar menantikannya. Betapa tidak, aksi korporasi ini dinilai menggiurkan.

Pada perdagangan Selasa (31/1) saham PT Bukit Asam (PTBA) [20,200 50 (+0,2%)] ditutup menguat Rp150 (0,75%) ke level Rp20.150. Harga intraday tertingginya mencapai Rp20.250 dan terendah Rp20.000. Volume transaksi mencapai 2,8 juta lembar saham senilai Rp56,4 miliar dan frekuensi 659 kali.

Pengamat pasar modal Dandossi Matram mengatakan, stocksplit adalah pemecahan nilai nominal suatu saham. Salah satu tujuannya adalah agar harga saham lebih murah bagi investor. Selain itu, untuk meningkatkan likuiditas dari likuid menjadi lebih likuid atau dari kurang likuid menjadi likuid.

Stock split, dinilainya, sangat baik dilakukan saat harga saham mengalami kenaikan tajam (bullish). “Sebab, minat investor menjadi lebih tinggi setelah harga sahamnya menjadi lebih murah sehingga terjangkau oleh investor yang dananya terbatas,” katanya kepada A, di Jakarta.

Menurutnya, akan banyak investor yang memburu saham stock split. Begitu juga dengan rencana stock split saham PTBA [20,200 50 (+0,2%)]. Harga saham ex-date (pasca-stock split), bisa melonjak bahkan lebih tinggi daripada harga sebelum stock split.

Sebaliknya, lanjut Dandossi, jika stock split dilakukan saat bearish, stock split justru akan berdampak negatif. Sebab, dengan penurunan harga, pasca-stock split, saham tersebut akan lebih cepat mengalami penurunan. “Karena itu, secara umum, stock split dilakukan saat pasar stabil atau bullish,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, pasar dalam kondisi yang stabil. Artinya, baik kenaikan maupun penurunan dalam kisaran yang tipis. Karena itu, stock split tidak akan berdampak negatif bagi investornya. “Sebab, harga saham yang dipecah, minimal akan sama dengan harga sebelum stock split atau justru punya potensi kenaikan,” timpal Dandossi.

Secara historis, kata dia, stock split selalu membuat suatu saham menjadi likuid dan harganya cenderung naik. Saham-saham yang akan stock split pun biasanya adalah yang diburu investor. “Statistik menunjukkan, rata-rata saham setelah stock split, harganya mengalami kenaikan yang lebih pesat,” ungkap dia.

Sementara itu, soal likuid dan naik tidaknya harga saham pasca-stock split, sangat tergantung pada favorit tidaknya saham tersebut. “Stock split tidak akan banyak pengaruhnya untuk saham ‘tidur’, karena tidak diminati investor. Untuk saham likuid, stock split akan membuat saham tersebut lebih likuid lagi,” papar Dandossi.

Dandossi mencontohkan, saham PT Unilever Indonesia (UNVR) [19,550 -50 (-0,3%)] dan PT International Nickel Indonesia (INCO) [4,000 0 (+0,0%)] yang sudah beberapa kali stock split. Setelah harganya tinggi di atas Rp100 ribu per saham, tak satu pun investor berminat beli. “Tapi sekarang, UNVR [19,550 -50 (-0,3%)] dan INCO [4,000 0 (+0,0%)] sukses stock split dan sekarang menjadi saham yang likuid di pasar.”

Begitu juga dengan stock split PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) [3,325 -50 (-1,5%)] dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) [6,950 100 (+1,5%)] yang mengalami kenaikan pesat pasca-stock split. Saham BBRI [6,950 100 (+1,5%)] dipecah pada Januari 2011 dengan rasio 1:2. Karena itu, harga pasarnya berubah dari Rp9.300 menjadi Rp4.650.

Setelah itu, harga terus bergerak dengan kecenderungan meningkat. Investor jangka panjang yang membeli saham ini sejak aksi pemecahan, kini bisa memetik gain hingga lebih dari 50%. “Begitu juga dengan PTBA [20,200 50 (+0,2%)] yang merencanakan stock split,” timpalnya.

Menurutnya, PTBA [20,200 50 (+0,2%)] cukup likuid sehingga, aksi stock split akan mendongkrak kenaikan harga sahamnya. “Walaupun, kinerja fundamental emiten tidak mengalami perubahan, secara psikologis, stock split bisa menaikkan harga saham karena pasar melihat harganya jauh lebih murah,” ucapnya.

Dandossi memprediksi, setelah stock split, harga saham PTBA [20,200 50 (+0,2%)] bisa lebih tinggi daripada harga saat sebelum stock split yang saat ini di level Rp20.000-an per saham. Sebab, situasi market yang stabil.

Menurutnya, jika stock split PTBA [20,200 50 (+0,2%)], 1:5 atau 1:10 saham PTBA [20,200 50 (+0,2%)] bisa diakumulasi. Dengan harga PTBA [20,200 50 (+0,2%)] saat ini di level Rp20.100-an, saham ini berpeluang dipecah 1:5 atau 1:10 sehingga sangat menarik untuk dibeli. “Walaupun kinerja fundamental PTBA [20,200 50 (+0,2%)] tidak mengalami perubahan, harga sahamnya akan lebih tinggi sekitar 10% dari level harga sebelum stock split,” ucap dia.

Di atas semua itu, Dandossi mengakui, untuk pastinya sangat tergantung pasar. “Yang pasti, saham stock split sanga menarik. Sebab, secara psikologis dianggap lebih murah,” imbuhnya.

 

Sumber : inilah.com

Posted on February 1, 2012, in Pasar Saham and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Mantap gan..dengan siapa bisa beli saham BA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: