Monthly Archives: April 2012

Kuartal I 2012, Penjualan Indofood Tembus Rp11,83 Triliun

Grup CBP memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti oleh Bogasari, Agribisnis dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing 44 persen, 25 persen, 23 persen dan 8 persen

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp11,83 triliun di kuartal pertama 2012 atau naik 9,9 persen dari Rp10,76 triliun pada kuartal pertama 2011.

Pertumbuhan perusahaan dikontribusikan oleh kelompok usaha strategis, yaitu produk konsumen bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi. “Grup CBP memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti oleh Bogasari, Agribisnis dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing 44 persen, 25 persen, 23 persen dan 8 persen terhadap penjualan bersih konsolidasi,” papar Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, hari ini.

Grup CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 13,4 persen, yang didorong oleh pentingkatan volume penjualan dihampir seluruh divisi dalam grup, sementara Grup Bogasari meningkat 5,9 persen terutama didorong oleh naiknya penjualan dan Grup Agribisnis bertumbuh sebesar 10,2 persen, terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan produk minyak goreng dan lemak nabati.

Read the rest of this entry

Advertisements

HM Sampoerna Bagi Dividen Rp 7,670 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 7,670 triliun atau Rp 1.750 per lembar saham.

“Dividen sebesar itu yang termasuk dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham perseroan sejumlah Rp 876,6 miliar atau Rp 200,00 per saham pada 23 Desember 2011,” kata Presiden Direktur HMSP John Gledhill dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, lanjut dia, sisa dividen Tahun Buku 2011 sebesar Rp 6,793 triliun atau Rp 1.550,00 per saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan sebagai dividen tunai dengan waktu pembagian yang ditentukan oleh Direksi Perseroan.

Salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia itu mencatatkan penjualan bersih (tidak termasuk cukai) sepanjang tahun sebesar Rp 31,96 triliun dan laba bersih Rp 8,06 triliun atau Rp 1.840 per lembar saham.

John Gledhill mengatakan, volume penjualan Sampoerna pada 2011 meningkat 16,4 persen menjadi 91,7 miliar batang dan melampaui pertumbuhan industri rokok di Indonesia.

“Kami gembira mengakhiri tahun 2011 dengan peningkatan kinerja yang kokoh pada sektor penjualan bersih, laba bersih, dan volume penjualan,” katanya.

Ia menambahkan, walaupun perusahaan menghadapi iklim persaingan yang ketat, HMSP mencatat kenaikan pangsa pasar sebesar 2,1 poin persentase menjadi 31,1 persen.

“Peningkatan pangsa pasar ini mencerminkan konsumen dewasa di Indonesia sangat menyukai produk-produk kami,” kata dia seperti dikutip Antara.

Read the rest of this entry

Tak Cuma Astra, Indomobil Juga Stock Split

Langkah perusahaan otomotif memecah nilai nominal saham (stock split) tak hanya dilakukan PT Astra International Tbk. Pesaing bisnis Astra, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) [17,300 -450 (-2,5%)], juga berencana menggelar aksi korporasi serupa dengan memecah nilai nominal saham dari Rp500 menjadi Rp250 per saham.

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional, Jusak Kertowidjojo, mengatakan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

“Mengubah nilai dengan pelaksanaan stock split, nanti berubah jadi Rp250 per saham,” kata Jusak ketika ditemui usai paparan publik di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 27 April 2012.

Jusak mengatakan, rencana stock split tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2011 dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Direksi diberi kuasa untuk menentukan jadwal stock split.

Walau belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan stock split, manajemen Indomobil optimistis langkah itu seharusnya bisa terealisasi pada semester I-2012. “Kami akan melewati prosedur-prosedur. Setelah itu baru bisa direalisasikan. Mestinya di semester pertama ini sudah bisa,” ujar dia.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pemberian remunerasi kepada seluruh dewan komisaris dan direksi perseroan. Total keseluruhan remunerasi, termasuk gaji dan bonus, selama satu tahun mencapai Rp15 miliar.

Sementara itu, bagi para pemegang saham, RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar Rp118 per saham atau total seluruhnya mencapai Rp163,15 miliar. Untuk dana cadangan perusahaan, disepakati sebesar Rp5 miliar.
Read the rest of this entry

Indo Tambangraya Megah (ITMG) 18 April 2012

Mulai triwulan II tahun ini, maka emiten-emiten mulai membagikan dividen saham sehingga pasar saham masih bergairah. Salah satu diantaranya adalah saham bluechip batubara yaitu saham ITMG yang berencana membagikan dividen pada tanggal 27 April 2012 sebesar Rp. 2.506,-

Dividen yang tinggi dengan persentase diatas 5% membuat harga saham ini yang telah beberapa hari ditekan, mulai menunjukkan perlawanan dengan penutupan hari ini naik sebesar 2,1% menjadi Rp. 41.900,-.

Indikator Stochastic hampir golden cross, kemudian indikator MACD mulai mengarah keatas didukung oleh volume yang besar dalam beberapa hari terakhir. Target saham terdekat adalah Rp. 44.000,- namun perlu diwaspadai kondisi regional terutama zona Euro yang masih menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang mana hal ini tentu akan berimbas terhadap kondisi saham di Indonesia.

S : 40.900 — R : 44.000

 

Pajak Ekspor VS Saham Batubara

Rencana pajak ekspor yang akan dikenakan pemerintah terhadap sektor batu bara diperkirakan tidak akan terealisasi. Kabar baik untuk emiten sektor ini?

Praktisi industri pertambangan batu bara Jeffrey Mulyono mengatakan, rencana pemerintah mengenakan pajak ekspor barang tambang mentah, termasuk batu bara, masih belum pasti. Karena jika dikenakan pada komoditas batu bara, akan melanggar ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memutuskan tidak ada pajak ekspor untuk batu bara. “Sektor batu bara sendiri sudah dikenakan Pph 25%,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Pengenaan Pph 25% ini merupakan negosiasi ulang kontrak karya dengan perusahaan-perusahaan batu bara generasi pertama, dari Pph 45% diturunkan menjadi 25%. Selain menjadi lex generalis, artinya Pph 25% dikenakan semua kepada kontrak karya penambangan generasi pertama seperti KPC, Arutmin, Adaro, Berau Coal, Kideco dan Indominco.
Read the rest of this entry

Investasi Emas Tidak Sulit

Emas dipandang sebagai salah satu alternatif investasi yang paling aman dan terjaga nilainya. Namun, masih banyak yang tidak tahu cara berinvestasi di logam mulia tersebut.

Investasi yang cukup bagus dilakukan adalah dengan membeli logam mulia emas. Ini mengingat harga emas yang cenderung terapresiasi dan kenaikannya melebihi laju inflasi. Ini berarti, nilai emas tidak akan tergerus inflasi. Nilai emas juga tetap stabil, bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan ekonomi dunia.

Namun, banyak orang mungkin berpikir investasi emas hanya mungkin untuk para investor profesional kaya atau orang yang memiliki segunung uang. Padahal, investasi emas juga dapat menguntungkan orang kebanyakan dengan penghasilan rata-rata.

Salah satu penghambat orang untuk berinvestasi dan membeli emas, selama ini ternyata adalah ketidaktahuan cara berinvestasi di logam mulia tersebut. Inilah tiga cara mudah untuk berinvestasi emas:

1. Beli emas fisik

Membeli koin atau emas batangan adalah cara terbaik bagi pemula. Emas batangan, dengan ukuran beragam, mulai dari 5 gram hingga 1000 gram atau 1 kg, lebih terjamin nilainya dan stabil, dibanding emas dalam bentuk perhiasan.
Read the rest of this entry

DBS Beli Danamon Rp 45 Triliun

Perusahaan group lembaga jasa keuangan asal Singapura, DBS Group Holdings Ltd, akhirnya menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd (FFH) untuk mengambilalih 100 persen saham yang dimiliki FFH pada Asia Financial Indonesia Pte Ltd.

Asia Financial Indonesia Pte Ltd sendiri adalah perusahaan yang memiliki 67,37 persen saham pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Dalam konfrensi pers yang digelar perseroan, menurut Chief Executive Officer DBS Group Holdings & DBS Bank, Piyush Gupta, langkah perseroan untuk menjadi pemegang saham mayoritas di BDMN sesuai dengan tujuan strategis DBS untuk menjadi bank terkemuka di Asia dengan sumber pendapatan yang beragam dari campuran berbagai segmen bisnis utamanya di Tiongkok, Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Read the rest of this entry