Pajak Ekspor VS Saham Batubara

Rencana pajak ekspor yang akan dikenakan pemerintah terhadap sektor batu bara diperkirakan tidak akan terealisasi. Kabar baik untuk emiten sektor ini?

Praktisi industri pertambangan batu bara Jeffrey Mulyono mengatakan, rencana pemerintah mengenakan pajak ekspor barang tambang mentah, termasuk batu bara, masih belum pasti. Karena jika dikenakan pada komoditas batu bara, akan melanggar ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memutuskan tidak ada pajak ekspor untuk batu bara. “Sektor batu bara sendiri sudah dikenakan Pph 25%,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Pengenaan Pph 25% ini merupakan negosiasi ulang kontrak karya dengan perusahaan-perusahaan batu bara generasi pertama, dari Pph 45% diturunkan menjadi 25%. Selain menjadi lex generalis, artinya Pph 25% dikenakan semua kepada kontrak karya penambangan generasi pertama seperti KPC, Arutmin, Adaro, Berau Coal, Kideco dan Indominco.

“Jadi kalau sekarang mau dikenakan lagi Pajak Ekspor maksimal 50%, akan melanggar kontrak renegosiasi PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara), sekaligus melanggar keputusan MK soal tidak ada pajak ekspor untuk batu bara,”paparnya.

Jeffrey pun menilai, pengenaan pajak ekspor batu bara tidak mempunyai dasar yang kuat. Karena ekspor batu bara memang dalam bentuk mentah (raw) bukan barang olahan, “Kecuali kalau batu bara ini digunakan di pembangkit-pembangkit listrik, dan listriknya yang diekspor,”ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah bakal menerapkan pajak ekspor tambang mentah maksimal 50% tahun depan. Untuk tahun ini, pajak ekspor tambang hanya dipatok hingga 25%.

Kenaikan pajak ekspor tambang mentah itu diterapkan untuk mengantisipasi eksploitasi tambang secara berlebihan, sebelum larangan tambang mentah diberlakukan pada 2014. Menurutnya, pengenaan pajak ekspor tersebut diperuntukkan bagi batu bara dan mineral. Adapun larangan ekspor dilakukan demi mendorong hilirisasi industri tambang.

Riset CIMB Securities Indonesia menilai, kabar mengenai pajak ekspor tidak akan terjadi. “Meskipun sentimen di sektor batu bara terus melemah, karena perkembangan yang terjadi, khususnya di masalah regulasi,”ujarnya.

Disebutkan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan pasar terkait hal ini. Seperti tidak cukupnya legal framework, sehingga akhirnya dimentahkan di Mahkamah Agung, sama seperti kasus 2006. Kemudian peningkatan pendapatan yang kecil bagi pemerintah, hanya sekitar US$1,2 miliar. “Padahal yang diinginkan pemerintah sebenarnya adalah larangan mengekspor bijih mentah,”ungkapnya.

CIMB pun mempertahankan rating netral pada sektor batu bara. Menurutnya, sektor ini telah turun 5% (wow) dengan PE 2012 sebesar 10,4 kali, atau 28% discount to 3-year average. Beberapa saham pilihan CIMB adalah Adaro (ADRO), Borneo (BORN) dan TB Bukit Asam (PTBA) dengan target harga masing-masing Rp2.675, Rp950 dan Rp24.500.

Selain saham Bumi Resources (BUMI), Harum Energy (HRUM), Indika (INDY) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) dengan target harga masing-masing adalah Rp2.700, Rp9.700, Rp3.000, Rp48.500 per lembarnya.

Sementara Kepala Riset Universal Broker Securities Satrio Utomo menuturkan, dengan dikenakannya pajak ekspor hingga maksimal 50%, keuntungan perusahaan bakal tergerus. Karena biaya operasional akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. “Emiten batu bara pun akan terkena imbasnya,” katanya.

Ia meyakini, sentimen pemberitaan pajak ekspor sektor batu bara masih mempengaruhi indeks saham, khususnya sektor batu bara. Tekanan jual pun akan muncul, meski tidak terlalu banyak. Di tengah situasi ini, ia menyarankan investor mencari sektor saham lain yang menjadi favorit, selain batu bara. “Sektor saham perbankan, semen, kontruksi dan semen dapat menjadi pilihan,” tutupnya.

Sumber : INILAH.COM

Posted on April 17, 2012, in Pasar Saham and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: