Monthly Archives: May 2012

Barclays: Harga Batubara dan Pembatasan Saham Penyebab Anjloknya Rupiah

Turunnya harga batubara, kebijakan pembatasan kepemilihan saham asing di perusahaan pertambangan, serta rencana Bank Indonesia membatasi kepemilihan saham tunggal di perbankan di bawah 50 persen dinilai menjadi faktor yang mempengaruhi tekanan terhadap rupiah saat ini.

Rupiah sejak awal tahun ini terus dalam tekanan, anjlok hampir 4 persen seiring kecenderungan investor menghindari aset dari negara emerging market. Ke depan, sejumlah analis mengingatkan penurunan lebih lanjut, bahkan ada yang menyatakan bahwa jatuhnya harga batubara merupakan ancaman terbesar bagi rupiah.

Seperti ditulis cnbc.com, Selasa (29/5), Indonesia merupakan eksportir terbesar batubara thermal yang terutama diekspor ke sejumlah negara Asia. Namun, dengan perlambatan ekonomi China akan memperberat batubara Indonesia, di mana harga batubara Newcastle turun di bawah USD10 per ton sejak Maret.

Mengutip laporan Barclays, hal itu memicu situasi sulit bagi Indonesia. “Kami memperkirakan untuk setiap penurunan harga batubara di bawah USD10 per ton setara dengan penurunan 0,1 persen PDB Indonesia. Untuk 2012, kami memproyeksikan defisit transaksi berjalan sebesar 0,5 persen dari PDB,” ujar laporan itu.
Read the rest of this entry

Advertisements

IPO Facebook Terburuk Dalam 10 Tahun Terakhir

Setelah diperdagangkan selama 5 hari, saham Facebook Inc anjlok hingga 13,1%. Dengan demikian, Facebook tercatat sebagai perusahaan dengan penurunan saham terbesar di hari kelima perdagangan dalam 10 tahun terakhir.

Facebook melakukan IPO dengan harga US$38 per lembar saham pada hari Jumat (18/5) di New York, Amerika Serikat. Saat itu, banyak pihak yang berpendapat bahwa harga IPO yang ditawarkan Facebook terlalu mahal, namun sekumpulan investor tetap membeli saham tersebut.

Kini, anggapan bahwa harga IPO Facebook terlalu mahal terbukti benar. Di hari pertama perdagangannya, saham Facebook ditutup dilevel US$38,04, namun pada perdagangan berikutnya, saham perusahaan pengelola situs jejaring sosial tersebut anjlok hingga US$11%.

Read the rest of this entry

Krisis Eropa Berlanjut, Pasar Finansial Indonesia Terancam

Guncangan ketidakpastian dari stabilitas Eropa, terutama memburuknya ekonomi Yunani, masih berlanjut. Investor akan terus melakukan aksi jual dan lebih memilih aset dalam bentuk dolar AS dan ini bisa mengancam pasar finansial Indonesia.

Analis Independen Aspirasi Indonesia Research Institute (AIR Inti) Yanuar Rizky mengatakan ancaman bagi pasar financial dan pasar modal Indonesia ini disebabkan kepemilikan asing terhadap underlying di Indonesia khususnya dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) cukup besar.

Apalagi diketahui akhir pekan lalu, Fitch Ratings menurunkan satu tingkat rating kredit Yunani. Ini berangkat dari keprihatinan negara tersebut yang tak dapat mengumpulkan dukungan politik yang dibutuhkan untuk mempertahankan keanggotaan Yunani di wilayah euro sebagai pemimpin. Ini juga menyangkut musim kampanye di Yunani menjelang pemilu nasional kedua dalam enam pekan ke depan atau sekitar Juni 2012.

Di waktu yang sama, Moody’s Investor Service juga menurunkan kembali peringkat 16 bank di Spanyol. Di antaranya adalah Banco Santander (SAN) SA dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA yang merupakan bank pemberi pinjaman terbesar di Spanyol. Keduanya dipotong tiga level lebih rendah menjadi A3.

“Investor akan melakukan aksi jual saham, dan rupiahnya untuk membeli mata uang dollar AS. Akhirnya saham dan rupiah akan kembali melorot,” ujarnya, Sabtu (19/5).
Read the rest of this entry

The Fed Tambah Stimulus, Harga Emas Berjangka Naik

Kontrak emas berjangka naik ke harga tertinggi dalam satu minggu, menyusul adanya spekulasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mengumumkan stimulus tambahan untuk mendorong ekonomi AS. Hal tersebut meningkatkan permintaan emas sebagai pelindung nilai inflasi.

Kontrak emas berjangka untuk pengantaran Juni naik 1,1 % menjadi 1.591,90 Dolar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada Jumat (18/5/2012) pukul 1:47 PM, di Comex, New York, AS. Sebelumnya, harga emas ini sempat menyentuh 1.597,5 Dolar AS, yang merupakan harga tertinggi sejak 10 Mei 2012.

Gubernur Bank Sentral AS, Ben S Bernanke, pada 25 April 2012 lalu pernah mengatakan, bahwa dirinya sedang bersiap untuk mengambil langkah lanjutan demi membantu perekonomian jika diperlukan. Selama ini, Bank Sentral AS telah mempertahankan biaya pinjaman negara tersebut pada level rendah sejak 2008 dan mengeluarkan 2,3 triliun Dolar AS untuk utang pemerintah dan perumahan demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Lalu, kondisi manufaktur di wilayah Philadelphia juga merosot pada Mei ini. Itu merupakan kontraksi pertama dalam delapan bulan.

Read the rest of this entry

Harum Energy Bagi Dividen Rp380 per Saham

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Harum Energy Tbk (HRUM) [6,450 50 (+0,8%)] menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp380 per saham senilai total Rp1,03 triliun atau 70% dari raihan laba bersih 2011 senilai Rp1,46 triliun.

“Perseroan akan melakukan pembagian dividen ini pada akhir Juni 2012 mendatang,” ujar Direktur Utama HRUM [6,450 50 (+0,8%)], Ray Antonio Gunara, usai RUPST perseroan di Jakarta, Rabu.

Antonio menegaskan rencana pembagian dividen itu sejalan dengan pertumbuhan dan posisi likuiditas yang kuat serta komitmen untuk memberikan imbal yang optimal kepada pemegang saham.

Terkait dengan kinerja sepanjang 2011, emiten pertambangan batubara ini membukukan pertumbuhan laba bersih 78% menjadi Rp1,46 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Read the rest of this entry

Sell In May and Go Away ???

Sell in May and Go Away adalah suatu pepatah dalam istilah pasar modal. Istilah ini tidak setenar Window Dressing yang terjadi pada akhir tahun, namun belakangan cukup banyak ditanyakan oleh investor. Karena tidak tenar, banyak pula investor awam yang salah menafsirkan istilah ini. Pemikiran awam adalah bahwa investor sebaiknya menjual saham pada bulan Mei karena dipercaya” kinerja saham pada bulan ini umumnya kurang baik, padahal definisi tersebut kurang tepat.

Apa definisi yang benar terhadap istilah ini? Apakah konsep ini applicable untuk pasar modal Indonesia? Dan tahukah anda, Sell in May and Go Away mungkin saja merupakan salah satu cara untuk mendapatkan return di atas return pasar? Tertarik?? silakan membaca terus tulisan ini…

 

 

Read the rest of this entry

Indofood Bagi Dividen Tunai Rp169 Per Saham

Induk usaha Grup Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) [4,900 25 (+0,5%)] membagikan dividen tunai sebesar Rp169 per saham atau total sebesar Rp1,4 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 50% dari total laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang 2011 sebesar Rp3,08 triliun.

Keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari ini, 11 Mei 2012.

Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham anak usaha perseroan yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp175 per saham atau total Rp1,02 triliun.
Read the rest of this entry

Inilah Sejumlah Kemungkinan Jika Yunani Pergi Dari Euro…

Biarkanlah Yunani pergi (keluar dari Zona Euro), ungkapan pasrah ini makin mengemuka di Eropa saat ini. Namun, tentunya Eropa tak ingin mempermalukan diri dengan membiarkan Yunani terpuruk sendiri demi menjaga mata uang kebanggaan dan perekonomian negara anggota lain untuk tetap hidup.

Seperti diketahui, sudah dua setengah tahun program bailout dijalankan, dengan janji Yunani untuk melakukan reformasi ekonomi. Hasilnya? Pada tahun ini resesi terus melaju ke tahun kelima dan pada pekan ini malah terjadi kekacauan politik.

Pada minggu lalu, rakyat Yunani lebih memilih partai dan politisi yang anti bailout dan memilih untuk menegosiasikan ulang utang dan program bantuan internasional yang sudah disepakati bahkan dijalankan. Alhasil, jika dana bailout lanjutan tidak didapat Yunani segera, negara itu akan bangkrut dan tak bisa lain harus keluar dari Zona Euro yang kini beranggotakan 17 dari 27 negara Uni Eropa.

Pertanyaan-pertanyaan yang kini dihadapi dan jawabannya terus diutak-atik para pemimpin dari Athena, Berlin (Jerman), dan negara Zona Euro lain adalah: Apa yang terjadi jika Yunani benar-benar keluar dari Zona Euro? Seberapa parah dampak yang akan ditanggung Yunani dan negara Zona Euro lain? Apa Eropa tidak mempermalukan diri sendiri dengan membiarkan Yunani terpuruk sendiri demi menjaga mata uang kebanggaan dan perekonomian negara anggota lain tetap hidup?

Berikut adalah sejumlah skenario yang mungkin terjadi:

1. Yunani Chaos

Para ekonom sepakat bahwa Yunani, dengan tingkat pengangguran saat ini mencapai 21,7 persen, akan jauh lebih menderita jika meninggalkan kawasan mata uang tunggal euro. Mata uang Yunani, drachma,  yang baru akan jatuh hingga 50 persen lebih terhadap euro.

Dengan skenario itu, rakyat Yunani akan mencoba menarik uang euro di akun bank mereka, sebelum mereka mengonversikan ke drachma yang nilainya jauh di bawah euro. Pada pemegang saham di Yunani juga akan menjual saham mereka dengan alasan yang sama. Ketika pasar keuangan morat-marit dan deposito hilang, bank pasti akan kolaps.

Perusahaan-perusahaan Yunani yang mempunyai utang dalam euro dari peminjam luar negeri, misalnya, akan menyaksikan utang mereka akan berlipat-lipat jika dinilai dalam drachma. Tak ada kemungkinan lain, kecuali bangkrut. Rakyat Yunani, dengan nilai mata uang yang lemah, harus membayar berlipat untuk ke luar negeri atau membeli produk asing.

Dari sisi pemerintah, selain utang-utang sebelum krisis terjadi yang jumlahnya menggunung, Yunani memiliki kewajiban mengembalikan dana talangan sebesat 330 miliar euro yang merupakan utang untuk menalangi pembayaran utang-utang yang jatuh tempo sejak krisis terjadi hingga kini. Karena utang dalam euro, kecil kemungkinan pemerintah bisa membayar. Pemerintah di Athena paling banter hanya bisa memohon adanya keringanan pembayaran dari para peminjam.

2. Kemungkinan bangkit kembali

Memang tetap ada sisi positifnya. Drachma yang lemah akan membuat ekspor Yunani lebih murah dan lebih kompetitif sehingga dapat membantu perekonomian kembali tumbuh. Perusahaan di luar Yunani mungkin tertarik dengan tenaga kerja Yunani yang lebih murah, juga propertinya, sehingga akan banyak pembangunan pabrik di Yunani.
Read the rest of this entry

Lonsum Bagikan Dividen Rp 680 Miliar

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) [2,650 75 (+2,9%)] akan membagikan dividen senilai total Rp 682,286 miliar. Nilai dividen tersebut sekitar 40 persen dari laba bersih tahun buku 2011 yang tercatat sebanyak Rp 1,7 triliun.

“Nilai dividen tersebut sekitar Rp 100 per lembar saham,” kata Presiden Direktur LSIP [2,650 75 (+2,9%)], Benny Tjoeng usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, hari ini.

Pembagian dividen, menurut Benny akan dilaksanakan pada 22 Juni 2012 dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Juni 2012.

Sebagai informasi, selama 2011, perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp 1,7 triliun atau meningkat sekitar 65 persen jika dibandingkan laba bersih pada 2010 yang tercatat sebanyak Rp 1,03 triliun.

Sementara penjualan perseroan selama 2011 tercatat sebanyak Rp 4,68 triliun atau meningkat sekitar 23,3 persen jika dibandingkan penjualan perseroan pada 2010 yang tercatat sebanyak Rp 3,59 triliun.
Read the rest of this entry

Emas Ditutup di Level Terendah 2012

Emas berjangka turun US$ 35 per ons Rabu (9/5/2012) dinihari tadi ke level penutupan terendah sejak 2012. Hal ini dipicu penguatan dolar AS, di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang pergolakan politik Eropa.

Emas untuk pengiriman Juni turun US$ 34,60, atau 2,1% ke level US$ 1.604,50 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange, setelah sempat merosot ke level US$ 1.595,50. Penutupan ini merupakan yang terendah untuk kontrak teraktif sejak 3 Januari, hari pertama perdagangan tahun ini.

Sementara itu, indeks dolar ICE diperdagangkan pada level 79,728, turun dari level 79,958. Namun, angka ini sebenarnya naik dari level 79,611 pada akhir perdagangan Senin di Amerika Utara.

“Volatilitas dolar mungkin terlihat sebagai bagian dari kerja keras euro,” kata Adrian Ash, kepala penelitian di BullionVault, “Tapi dampaknya pada saham, komoditas dan logam mulia sangat besar sekarang. Ada ketakutan yang lebih besar dari keserakahan terhadap semua kelas aset. ”

Dolar terus meningkat sejak kemarin, karena investor mencari aset yang dianggap kurang berisiko, setelah pemilihan akhir pekan di sebagian Eropa. Pemilihan tersebut mengakibatkan kekalahan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan mengantarkan kemenangan pesaingnya Francois Hollande yang beraliran sosialis.

Read the rest of this entry