PTBA Bagi Dividen Rp 1,85 Triliun

PT Bukit Asam Tbk (PT BA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 1,85 triliun atau setara dengan Rp 700,10 per saham.

Direktur Utama PTBA, Milawarma di Jakarta, Kamis mengatakan, dividen tunai yang dibagikan itu merupakan 60 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2011 senilai Rp 3,09 triliun.

“Dividen yang dibagikan itu lebih tinggi 15 persen dibanding jumlah dividen tunai pada 2010 sebesar Rp 1,21 triliun dari total laba bersih senilai Rp 2,01 triliun,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 36 persen dari total laba bersih 2011 akan digunakan untuk dana cadangan bagi pengembangan perusahaan, dan sisanya akan dialokasikan untuk program kemitraan, bina lingkungan.

Terkait kinerja PTBA ke depan, Milawarma mengatakan, perseroan memiliki beberapa program pengembangan untuk memenuhi target produksi 50 juta ton per tahun pada 2016. “Kami berupaya mengembangkan program di bidang transportasi batubara melalui kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI),” kata dia.

Ia mengemukakan, peningkatan kapasitas angkutan kereta api mencapai 22,7 juta ton per tahun mulai 2014 mendatang untuk angkutan jalur Tanjung Enim-Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati.

Selain itu, lanjut Milawarma, PTBA juga membangun jalur baru dari Tanjung Enim menuju Bandar Lampung yakni proyek PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) yang saat ini masuk dalam tahap proses pembebasan lahan dengan kapasitas penuh 25 juta ton per tahun. Selain itu, proyek pembangunan jalur baru dari Tanjung enim ke Tanjung Api-api (pantai timur Sumatera Selatan).

“Saat ini tahap persiapannya telah menyelesaikan studi kelayakan angkutan kereta api dan pelabuhan dengan kapasitas penuh 35 juta ton per tahun,” kata dia.

Ia juga mengemukakan, pihaknya juga tengah membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang, diantaranya PLTU 3x10MW untuk kepentingan perusahaan.

“Pembangunan konstruksi sudah selesai dan akhir semester II ini sudah mulai beroperasi. Sedangkan PLTU Banjarsari 2x110MW dalam tahap konstruksi dan pada 2014 ditargetkan siap beroperasi secara komersil,” kata dia.

Kemudian, PLTU Banko Tengah (Sumsel 8) dengan kapasitas 2×620 MW di mulut Tambang Banko Tengah. Pada semester I 2012 perjanjian jual beli-listrik akan diselesaikan dengan PT PLN dan diharapkan pada 2013 pembangnan konstruksinya dapat dimulai.

“Dengan demikian pada 2016 ditaregtkan PLTU sudah beroperasi secara komersil melalui jaringan interkoneksi Jawa-Bali. Bahan bakar batubara akan dipasok oleh PTBA sebanyak 5,4 juta ton per tahun,” kata dia.

Sumber : INVESTOR DAILY

Posted on May 3, 2012, in Pasar Saham and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: