Minyak Merosot Tajam Di US$ 102,54

Mengikuti pelemahan harga sebagian besar komoditas lainnya, minyak mentah akhirnya ditutup melemah, Kamis (3/5), sementara gas alam justru menguat.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni merosot US$2,68, atau 2,6%, menjadi US$102,54 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah level penutupan terendah dalam dua pekan.

Klaim tunjangan pengangguran AS yang turun melebihi ekspektasi ikut membantu menahan harga minyak tidak jatuh terlalu dalam. Namun data ini tidak banyak berarti sampai dirlisnya data tenaga kerja AS akhir pekan ini, kata Hamza Khan, analis dari The Schork Group di Philadelphia.

Tekanan terbesar bagi minyak adalah laporan cadangan minyak AS yang meningkat sangat signifikan, yang membuat cadangan minyak AS ini adalah yang tertinggi dalam 21 tahun.

Sementara gas alam bergerak berlawanan arah dengan mencatat lonjakan harga 3,9% setelah laporan cadangan mingguan dirilis. Harga kontrak Juni naik 9 sen dolar menjadi US$2,34 per million British thermal units.

Energy Information Administration melaporkan terjadi kenaikan cadangan gas sebesar 28 billion cubic feet pada pekan yang berakhir 27 April. Sedangkan analis memperkirakan naik
antara 30 billion cubic feet hingga 34 bcf.

Sebelumnya, emas berjangka jatuh ke level terendahnya dalam dua pekan pada perdagangan Kamis (3/5) menyusul melemahnya harga sebagian besar komoditas dan setelah data menunjukkan bahwa lebih sedikit warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran.

Emas untuk pengiriman Juni anjlok US$19,20, atau 1,2%, menjadi US$1.634,80 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Ini adalah level terendah bagi emas sejak 23 April, dan sesi keempat berurutan emas ditutup melemah.

Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa klaim tunjangan pengangguran turun 27.000 menjadi 365.000 pada pekan yang berakhir 28 April. Analis mempekirakan  jumlah klaim itu turun menjadi 378.000.

Menguatnya dolar AS juga memberikan tekanan terhadap logam, seperti tembaga yang turun 5 sen dolar menjadi US$3,74 per pon, perak rontok 63 sen menjadi US$30,01 per ons, dan platinum anjlok US$31,30 menjadi US$1.533,10 per ons.

Dolar AS menguat setelah sempat melemah di awal perdagangan Kamis (3/5), dan euro berbalik melemah setelah Presiden European Central Bank Mario Draghi mengatakan para pemangku kebijakan tidak membahas pemangkasan sukubunga, yang selama ini diperkirakan analis.

Setelah bergerak naik dan turun, akhirnya indeks dolar ICE berada di level 79,213, atau naik dari posisi sehari sebelumnya di 79,151.

Euro akhirnya melemah di level US$1,3151, tapi menguat dari level terendahnya di US$1,3094, meski turun dari US$1,3157 pada perdagangan Rabu (2/5).

Euro juga melemah terhadap poundsterling Inggris dan yen Jepang.

Terhadap yen, dolar menguat menjadi ¥80,21, dari ¥80,16.

Sumber : IMQ21.COM

Posted on May 4, 2012, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: