Inilah 3 Skenario Pemilu Yunani

PemilihYunanimenghadapi jajak pendapat akhir pekan ini, untuk kedua kalinya dalam hampir dua bulan. Apa saja potensi dan dampak langsung bagi pasar keuangan?

Ahli strategi Bank of America Merrill Lynch memaparkan beberapa kemungkinan yang bisa dijadikan “lembar contekan” bagi investor, tentang hasil pemilu Yunani dan dampaknya terhadap pasar keuangan. Terutama bagi mereka yang bingung dengan politik dari negara tempat kelahiran demokrasi ini.

Pertama, hasil jajak pendapat yang dianggap paling mungkin terjadi (high probability), yakni Yunani membentuk pemerintahan yang pro-Uni Eropa dan tidak keluar dariUni Eropa. Bila ini terjadi,maka Yunani akan mendapat respon positif yang terbatas dari Bank Sentral Eropa.

Dalam skenario ini, indeks Standard & Poor500menjadi flat cenderung menguat,euro terangkat dan imbal hasil pada Treasurynote 10 tahun naik menjadi 1,75%.


Prediksi kedua, yang didukung kaum ‘bullish’ namun dinilai para analis memiliki kemungkinan terendah untuk terealisasi (low probabilty), adalah Yunani tetap berada di Uni Eropa namun tidak membentuk pemerintahan pro-Uni Eropa.

Hal ini akan memicu kepanikan dari ECB, sehingga akan melakukan pelbagai tindakan responsif seperti pembelian obligasi, jaminan deposit bank dalam euro serta rekapitalisasi perbankan.

Bila hal ini terjadi, maka imbal hasil Treasury note 10 tahun akan mencapai level tertinggi di 2%, indeks S&P 500reli10% dan saham Eropa melaju pesat. Selain itu, euro akan reli hingga di atas1,30per dolar AS, dan harga komoditas, seperti emas dan harga minyak turut melambung.

Skenario ketiga dan terakhir, tampaknya akan menyenangkan mereka yang sejak lama melontarkan prediksi suram mengenai keanggotaan Yunani di Uni Eropa. Skenario ini menyebutkan bahwa Yunani akan keluar dari Uni Eropa.

Terkait hal ini, ECB serta pembuat kebijakan lainnya cenderung bersikap apatis dan angkat tangan. Analis Merrill menilai hal ini bisa saja terjadi, meski kecil kemungkinannya (low to medium probability).

Dalam kasus keluarnya Yunanidari Uni Eropa, maka pertumbuhan ekonomi akan terpukul. Akibatnya,uang mengalir kesudut-sudut teraman. Para ahli strategi melihat imbal hasil Treasury note 10 tahun akan mencapai 1,3%, saham AS dan Eropa memburuk dan euro di1,20per dolar AS.

Selain itu, deflasi, yang mungkin terjadi,akan menekan harga emas dan minyak.

Sumber : inilah.com

Posted on June 16, 2012, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: