Monthly Archives: July 2012

United Tractors Cetak Laba Rp 3,08 Triliun

PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat laba bersih Rp 3,08 triliun pada triwulan I-2012, atau naik 21,35% dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,53 triliun. Laba per saham juga naik dari Rp 748 per lembar menjadi Rp 828 per lembar.

Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan, Rabu (25/7/2012), laba didukung oleh peningkatan pendapatan bersih yang mencapai Rp 4,99 triliun dari Rp 25,61 triliun di semester I-2011 menjadi Rp 30,61 triliun di semester I-2012.

Pendapatan hasil penjualan mesin konstruksi UNTR mencapai Rp 14,06 triliun, naik dari periode sebelumnya Rp 12,88 triliun. Sedangkan usaha kontraktor pertambangan dan jasa terpadu mencapai Rp 12,83 triliun, serta pertambangan batu bara Rp 3,51 triliun. Hasil pihak berealasi atas mesin konstruksi juga naik menjadi Rp 197,63 miliar.

Usai terpangkas beban Rp 25,076 triliun, laba kotor perseroan tercatat Rp 5,534 triliun. Laba kotor naik Rp 1,10 triliun dari periode sebelumnya Rp 4,43 triliun. Laba usaha pun meningkat dari Rp 3,34 triliun di semester I-2011 menjadi Rp 4,08 triliun di semester I-2012.

Laba sebelum pajak dan laba bersih masing-masing Rp 3,97 triliun dan Rp 3,08 triliun.
Read the rest of this entry

Advertisements

Resesi Spanyol Kuartal Kedua Bisa Semakin Parah

Resesi Spanyol selama tiga bulan hingga Juni lalu semakin parah. Bank of Spain mengungkapkan, pemotongan anggaran di negara tersebut telah menekan perekonomian sehingga mengalami kontraksi selama tiga kuartal berturut-turut.

Dalam buletin yang dirilis di Madrid, hari ini (23/7), bank sentral Spanyol memperkirakan bahwa perekonomian terbesar keempat di kawasan euro itu mengerut 0,4 persen sejak kuartal pertama. Produk domestik bruto (PDB) melorot 0,3 persen. Permintaan domestik, “Turun lebih dalam dibanding kuartal sebelumnya,” sementara ekspor menunjukkan “pemulihan moderat,” tertulis dalam buletin tersebut.

Pekan lalu, Perdana Menteri Mariano Rajoy mengumumkan putaran keempat kenaikan pajak dan pemotongan anggaran sejak 30 Desember lalu. Sementara itu, ia terus berusaha meyakinkan investor bahwa Spanyol tak memerlukan dana talangan kedua dari Uni Eropa. Hingga 2014 nanti, rencana pemangkasan angggaran akan mencapai lebih dari 10 persen PDB tahunan. Hari ini, yield obligasi 10 tahun Negeri Matador itu melampui 7,5 persen, melampaui level yang memaksa Irlandia, Portugal dan Yunani untuk mencari bantuan eksternal.
Read the rest of this entry

Laba Global Mediacom Tumbuh 23%

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp528,4 miliar pada semester I-2012. Naik 23,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp428,8 miliar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/7/2012).

Naiknya laba perseroan ini seiring dengan tumbuhnya pendapatan perusahaan ini. Jumlah pendapatan bersih perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp4,15 triliun dari sebelumnya Rp3,26 triliun.

Pendapatan ini didominasi dari pendapatan yang diproduksi dari media berbasis konten dan iklan sebesar Rp2,99 triliun dari sebelumnya Rp2,4 triliun. Lalu pendapatan dari media berbasis pelanggan berkontribusi sebesar Rp1,11 triliun dari sebelumnya Rp813,3 miliar.
Read the rest of this entry

Laba BTPN Tumbuh 57,4 Persen

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk membukukan laba bersih per kuartal kedua tahun ini sebesar Rp921 miliar atau tumbuh 57,4% jika dibandingkan laba bersih tahun lalu yang hanya Rp 585 miliar. Laba tersebut diperoleh dari pertumbuhan kredit yang pesat, terutama kredit mikro.

Direktur Keuangan BTPN Arief Haris Tanjung mengatakan, pertumbuhan laba terjadi seiring dengan pertumbuhan aset bank yang mencapai 30% secara tahun ke tahun, yakni menjadi Rp40 triliun dari sebelumnya Rp52 triliun per akhir Juni tahun lalu.

Sebagai bagian dari pertumbuhan aset, kredit BTPN tumbuh 28% mencapai Rp34,4 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,8 triliun.

“Saya rasa pertumbuhan 28% at least sama atau lebih tinggi sedikit dari perbankan nasional. Pertumbuhan ini kami imbangi dengan penyaluran yang hati-hati. Ini dapat dilihat dari kredit bermasalah, NPL 0,7%,” kata Arief ketika menggelar jumpa pers dengan wartawan, Selasa (17/7).

Program daya, program pendanaan, kredit, sekaligus asuransi yang dimiliki BTPN, tumbuh cukup pesat dengan nasabah yang sebelumnya 588.540 nasabah melesat menjadi 948.269 nasabah.

Jumlah aktivitas dan kelas pelatihan yang digelar meningkat 102% dari 18.187 menjadi 36.669 aktivitas. Saat ini, total nasabah BTPN mencapai 1, 2 juta.

Walaupun pertumbuhan kredit cukup pesat, Arief belum berencana merevisi target kredit BTPN yang dipatok 22%-24%. Sebab, menurutnya, semester dua tahun ini diperkirakan pertumbuhan kredit akan lebih lamban dibanding semester pertama.
Read the rest of this entry

Strategi Income Investing : Dividend Yield Saham Setara Deposito

Ketika bursa mengalami penurunan, sebetulnya waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk membeli saham atau reksa dana saham. Permasalahannya, terkadang investor sudah ketakutan terlebih dahulu. Ketakutan yang umum adalah kekhawatiran bahwa harga masih akan terus terun sehingga menunda melakukan investasi. Dalam konteks investasi saham, sebetulnya ada strategi investasi alternatif untuk mengatasi ketakutan tersebut. Caranya adalah dengan membeli saham tersebut ketika dividend yield sudah mencapai tingkat yang sama atau kalau bisa lebih tinggi daripada deposito.

Asumsinya kalaupun harga saham terus turun, besaran dividend yield sudah setara dengan deposito, Jadi didiamkan saja sudah seperti investasi deposito. Kalau misalnya di masa mendatang harga naik karena siklus berbalik, keuntungannya dobel, dari dividen dan kenaikan harga. Jika investasi diibaratkan berenang mengarungi lautan ketidakpastian, strategi income investing mempersiapkan pelampung bagi investor. Pelampung ini memberikan pengamanan karena memberikan tingkat returnnya minimal deposito.

Read the rest of this entry

United Tractors Tbk. (UNTR) 03 Juli 2012

Pertemuan Uni Eropa pada minggu lalu menghasilkan kesepakatan positif yang berdampak pada menguatnya IHSG sehingga kembali pada level diatas 4.000. Namun masih ada saham bluechip yang masih menunjukkan tanda-tanda akan naik yaitu saham UNTR yang bergerak di bidang alat berat dan masih merupakan grup Astra.

Asing mulai melakukan pembelian terhadap saham UNTR terutama 1 broker asing yang agresif mengumpulkan saham UNTR pada hari ini, hal ini menguatkan tanda-tanda bahwa saham UNTR akan segera mengakhiri trend menurun dan berbalik ke arah positif.

S : 21.000 — R : 25.200