Strategi Income Investing : Dividend Yield Saham Setara Deposito

Ketika bursa mengalami penurunan, sebetulnya waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk membeli saham atau reksa dana saham. Permasalahannya, terkadang investor sudah ketakutan terlebih dahulu. Ketakutan yang umum adalah kekhawatiran bahwa harga masih akan terus terun sehingga menunda melakukan investasi. Dalam konteks investasi saham, sebetulnya ada strategi investasi alternatif untuk mengatasi ketakutan tersebut. Caranya adalah dengan membeli saham tersebut ketika dividend yield sudah mencapai tingkat yang sama atau kalau bisa lebih tinggi daripada deposito.

Asumsinya kalaupun harga saham terus turun, besaran dividend yield sudah setara dengan deposito, Jadi didiamkan saja sudah seperti investasi deposito. Kalau misalnya di masa mendatang harga naik karena siklus berbalik, keuntungannya dobel, dari dividen dan kenaikan harga. Jika investasi diibaratkan berenang mengarungi lautan ketidakpastian, strategi income investing mempersiapkan pelampung bagi investor. Pelampung ini memberikan pengamanan karena memberikan tingkat returnnya minimal deposito.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara menemukan saham dengan kriteria tersebut? Pada artikel bagian ketiga ini, saya akan mengkombinasikan pengetahuan yang sudah kita dapatkan dari Strategi Income Investing 1 dan Strategi Income Investing 2 beserta contoh nyatanya.

Untuk menerapkan strategi ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

1. Menentukan perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen.

Penentuan perusahaan yang membagikan dividen dapat dibagi menjadi 2 kategori. Perusahaan yang membagikan dividen karena bersifat mandatory (kewajiban) seperti BUMN  dan perusahaan yang membagikan dividen karena memang perusahaan tersebut juga memiliki dana lebih setelah dialokasikan untuk keperluan ekspansi perusahaan. Meski demikian, BUMN yang memberikan Dividen umumnya juga merupakan BUMN yang menghasilkan keuntungan, hanya saja besaran dana yang dibagikan sebagai dividen lebih mengacu kepada aturan daripada pertimbangan perusahaan dalam melakukan ekspansi.

BUMN yang menguntungkan dan rajin memberi dividen atau perusahaan swasta yang menguntungkan serta memberikan dividen secara kontiniu bisa dipertimbangkan. Perusahaan berbasis komoditas juga bisa dipertimbangkan, namun sebaiknya investor mempelajari historis dividen daripada perusahaan tersebut. Terkadang untuk perusahaan berbasis komoditas, besaran dividen bisa bervariasi dan naik turun, sehingga tidak cocok bagi investor yang menginginkan income yang stabil. Pembagian dividen yang konstan selama 5-6 tahun terakhir bisa menjadi pertimbangan.

Untuk keperluan Blog ini, saya kembali mengambil saham ASII sebagai contoh karena menurut saya selain memiliki fundamental yang amat bagus, perusahaan ini juga membagikan dividen secara konsisten dari tahun ke tahun.

2. Menentukan Horison Investasi dan Menghitung Proyeksi Dividen di Masa Mendatang

Horison investasi amat penting. Sebab income investing ini baru cocok jika diterapkan bagi investor yang mau berinvestasi jangka panjang. Berjalan atau tidaknya suatu strategi juga baru bisa diukur jika horison investasinya jelas. Misalnya bagi investor horison investasinya 1 tahun, maka investasi ketika dilakukan pada tahun 2007 akan salah karena tahun 2008 bursa mengalami kejatuhan. Sementara jika horisonnya adalah 5 tahun, maka strategi investor tersebut dikatakan benar, karena meski sudah jatuh, bursa sudah pulih bahkan lebih tinggi dibandingkan IHSG pada 2007. Dalam kasus income investing ini, maka horison investasi yang saya buat adalah 5 tahun.

Mengenai proyeksi dividen di masa mendatang, sebetulnya cara perhitungannya agak rumit. Karena harus mengkombinasikan faktor seperti proyeksi pertumbuhan perusahaan 5 tahun mendatang, kebijakan pembagian dividen, faktor regulasi perpajakan dari pemerintah terkait dividen dan lain-lain. Untuk itu, saya menyederhanakan proyeksi pertumbuhan tersebut dengan metode CAGR (Compound Annual Growth Rate) dari dividen historis selama 6 tahun terakhir yaitu dari 2005 hingga 2011. Dividen tersebut juga disesuaikan lagi dengan kebijakan stock split atau reverse stocksplit apabila ada. Diasumsikan pula apabila ada right issue atau waran, investor tidak melaksanakan hak tersebut.

Asumsi perhitungan  CAGR dari dividen untuk ASII berikut proyeksinya adalah sebagai berikut:

Dividen Historis Berdasarkan Tahun Dividen Dibagikan

Sumber : http://www.astra.co.id/index.php/investor_info/details/82, dan KSEI diolah

Proyeksi Dividen hingga 2017 berdasarkan CAGR, penyesuaian Pajak Dividen atas individu sebesar 10% dan Stock Split sebagai berikut:

3. Menghitung Dividen Yield Pada Berbagai Skenario Harga

Jika diasumsikan LPS Rate sebesar 5.5%, pajak atas deposito 20%. Maka jika diinvestasikan selama 5 tahun, uang investor akan berkembang dari Rp 100 juta menjadi kira-kira Rp 124 juta atau 24% dari modal. Itupun dengan asumsi LPS rate tidak akan turun. Dengan kata lain, jika investasi saham di ASII bisa menghasilkan total keuntungan lebih dari 24% modal selama 5 tahun, sudah bisa dikatakan saham tersebut memberikan dividend yield setara atau lebih besar dari deposito.

Karena besaran Yield sudah diketahui, langkah selanjutnya adalah menghitung harga pembelian ASII. Seperti yang kita ketahui harga saham amat fluktuatif tidak terkecuali saham ASII yang notabene merupakan market leader dan bluechip yang cukup disegani. Untuk itu saya membuat 5 skenario harga masuk yaitu Rp 5500, Rp 6000, Rp 6500, Rp 7000 dan Rp 7500. Berdasarkan 5 harga tersebut saya akan menghitung dividend yield yang dihasilkan dari tahun 2013 – 2017. Tahun 2012 tidak dihitung karena perusahaan sudah membayarkan sebagian dividen pada bulan Juni ini.

Hasil perhitungan adalah sebagai berikut:

Dengan asumsi bahwa deposito selama 5 tahun pasti akan menghasilkan 24%, ternyata dividend Yield Astra Internasional dengan metode yang saya sebutkan di atas bisa menghasilkan lebih tinggi lagi. Tidak masalah meskipun anda membelinya di atas harga pasar saat ini yang berada di kisaran 6700 – 6800. Tapi tentu saja, asumsi ini baru terpenuhi jika ASII secara konsisten mampu memberikan kenaikan Dividen minimal 29% setiap tahunnya. Atau bisa juga, dividen tidak bertumbuh sesuai harapan, namun anda membeli saham pada harga yang sangat rendah ketika terjadi crash di bursa.

Return ini mengesampingkan pertumbuhan harga saham ASII. Artinya jika asumsi dividen yang saya sebutkan benar2 terjadi, dan harga saham ASII tetap selama 5 tahun pun tidak menjadi masalah karena dividen yang anda pegang sudah lebih besar dari penempatan deposito. Dengan perusahaan sekaliber Astra dan pasar Indonesia yang masih akan terus berkembang, saya 100% yakin harga saham ASII akan lebih tinggi 5 tahun yang akan datang.

Risiko

Semua strategi tentu ada risikonya. Risiko yang pertama dari strategi ini adalah masa investasi yang amat panjang. Anda harus cukup bersabar untuk buy and hold dan tidak melakukan apa2 terhadap investasi anda selama 5 tahun meski harganya naik turun. Risiko kedua adalah jika ternyata perusahaan pailit atau mengalami masalah keuangan yang menyebabkan pembayaran dividen perusahaan terhambat. Risiko ketiga yaitu regulasi. Apabila terjadi perubahan pada aturan perpajakan misalnya pengenaan pajak dividen yang lebih besar maka hal ini bisa menyebabkan tingkat keuntungan investor berkurang.

Kesimpulan

Nah, setelah membaca Strategi Income Investing yang terdiri dari 3 bagian ini, apakah anda berminat untuk mencobanya? Bagi mahasiswa yang sedang mencari2 topik untuk skripsi atau thesis mungkin bisa saja membuat perhitungan di atas dengan asumsi yang lebih sempurna seperti membuat perkiraan kenaikan laba bersih yang lebih riil (tidak menggunakan CAGR) yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Atau bisa juga saham lain seperti UNVR yang terkenal memiliki Dividend Payout Ratio yang sangat besar. Bisa juga penerapan strategi ini pada sektor perkebunan pertambangan yang laba perusahaan fluktuatif.

 

Sumber : rudiyanto.blog.kontan.co.id

Posted on July 4, 2012, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: