Laba BTPN Tumbuh 57,4 Persen

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk membukukan laba bersih per kuartal kedua tahun ini sebesar Rp921 miliar atau tumbuh 57,4% jika dibandingkan laba bersih tahun lalu yang hanya Rp 585 miliar. Laba tersebut diperoleh dari pertumbuhan kredit yang pesat, terutama kredit mikro.

Direktur Keuangan BTPN Arief Haris Tanjung mengatakan, pertumbuhan laba terjadi seiring dengan pertumbuhan aset bank yang mencapai 30% secara tahun ke tahun, yakni menjadi Rp40 triliun dari sebelumnya Rp52 triliun per akhir Juni tahun lalu.

Sebagai bagian dari pertumbuhan aset, kredit BTPN tumbuh 28% mencapai Rp34,4 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,8 triliun.

“Saya rasa pertumbuhan 28% at least sama atau lebih tinggi sedikit dari perbankan nasional. Pertumbuhan ini kami imbangi dengan penyaluran yang hati-hati. Ini dapat dilihat dari kredit bermasalah, NPL 0,7%,” kata Arief ketika menggelar jumpa pers dengan wartawan, Selasa (17/7).

Program daya, program pendanaan, kredit, sekaligus asuransi yang dimiliki BTPN, tumbuh cukup pesat dengan nasabah yang sebelumnya 588.540 nasabah melesat menjadi 948.269 nasabah.

Jumlah aktivitas dan kelas pelatihan yang digelar meningkat 102% dari 18.187 menjadi 36.669 aktivitas. Saat ini, total nasabah BTPN mencapai 1, 2 juta.

Walaupun pertumbuhan kredit cukup pesat, Arief belum berencana merevisi target kredit BTPN yang dipatok 22%-24%. Sebab, menurutnya, semester dua tahun ini diperkirakan pertumbuhan kredit akan lebih lamban dibanding semester pertama.

Di sisi pendanaan, BTPN dapat menumbuhkan dananya jauh lebih cepat dari kredit yakni 36% hingga mencapai Rp 40 triliun. Mayoritas dana bank tersebut, sekitar 80%, merupakan dana mahal atau deposito.

Sementara itu, modal bank tersebut masih kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. “Dari sisi permodalan rasio kecukupan modal (CAR) kita per posisi Juni mencapai 21,9%. Jadi kita punya room yang lebih dari cukup dari sisi modal untuk mendukung usaha kita ke depan,” kata Arief.

Modal yang besar tersebut juga menjadikan bank dapat tumbuh secara anorganik. BTPN belum bicara terbuka mengenai hal tersebut kendati tetap menegaskan minatnya.

Sumber : mediaindonesia.com

Posted on July 17, 2012, in Pasar Saham. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: