Rally Harga Saham Global Menuju Kolaps Yang Lebih Besar (?)

Rally harga saham-saham global selama beberapa pekan ini, perlu disikapi dengan berhati-hati. Beberapa ahli strategi memperingatkan, rally tak akan bertahan seterusnya, dan investor perlu tetap waspada.

“Saya pikir kita berada dalam gelombang air yang berkelanjutan. Kita harus tetap ingat untuk menjual jika mempunyai saham yang diperdagangkan di pasar,” ujar Charlie Morris, Head of Absolute Return HSBC Global Asset Management. Menurut Morris, berita buruk dalam perekonomian global pada tahun lalu, adalah pasar `berusaha untuk kolaps`, namun karena banyak investor yang melakukan short selling, kondisi tersebut tidak terjadi. Namun kondisi tersebut akan  berubah setelah rally yang berlangsung pada akhir-akhir ini berakhir.

“Anda perlu bermain di pasar untuk mengalami kolaps yang sebenarnya. Anda mungkin perlu mempersiapkannya dengan rally, membuat semua orang tertarik dan kemudian pasar bisa ambruk,” kata Morris. “Risiko pasar yang sangat negatif akan datang setelah rally ini berakhir,” imbuhnya seperti dikutip cnbc.com.

Saham-saham AS memberikan keuntungan selama tiga sesi berturut-turut pada Selasa lalu (7/8) dengan S&P500 yang berakhir di atas 1400. Sedangkan saham-saham Eropa menembus angka tertinggi selama 4 bulan dengan harapan pembuat kebijakan akan segera membuat keputusan tegas terhadap krisis utang regional. Saham-saham Asia juga menyentuh angka tiga bulan tertinggi pada Rabu (8/8).

Menurut Sandy Jadeja, Chief Technical Analyst City Index, meskipun Dow Jones mengalami bullish selama dua pekan lalu, namun memunculkan keprihatinan. Ia melihat adanya perbedaan antara indikator teknikal dan tingkat harga terkini pada grafik jangka panjang Dow. “Berhati-hatilah untuk akhir pekan ini. Jika kita mulai melihat penutupan negatif pada akhir pekan ini, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pekan depan, atau sepekan setelahnya, kita akan ditekan ke sisi terendah,” ujarnya.

Beberapa pengamat pasar juga memperingatkan bahwa berdasarkan fundamental ekonominya, rally yang terjadi akhir-akhir ini tidaklah rasional. “Rally pada Jumat lalu, setelah rilis data ketenagakerjaan dan indeks kepercayaan konsumen benar-benar tak punya kepantasan ekonomi,” kata Dan Geller, kepala riset indeks ekonomi Money Market Index.

Barry Knapp, ahli strategi ekuitas Barclays juga mengungkapkan dalam catatannya kepada klien bahwa faktor-faktor mendasar dalam terminologi “ekspektasi kemerosotan pertumbuhan AS dan global, kurangnya kebijkan moneter yang akomodatif, pelambatan pertumbuhan pendapatan, dan peningkatan ketidakpastian kebijakan publik” tetap sama sebagaimana yang terjadi pada kuartal kedua ketika saham-saham AS melorot 10 persen.

Menurut Knapp, investor yang mengambil posisi defensif bisa membeli call option pada saham-saham berkapitalisasi kecil dan memilih saham-saham musiman untuk memastikan bahwa mereka tak akan merugi dalam rally.

 

Sumber : ipotnews.com

Posted on August 8, 2012, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: