Ini Dia Si Raja Gain di Lantai Bursa

Dalam kondisi bursa yang masih sulit ditebak seperti sekarang, saham sektor properti ternyata masih mendapat rekomendasi positif dari para analis.

Alasannya, hingga pertengahan Agustus 2012, sektor ini rata-rata mampu memberikan gain 33,8%. Lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lainnya, termasuk saham perbankan yang rata-rata memberikan gain 17,2%.

Rendahnya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) serta kodisi makro ekonomi Indonesia yang masih terjaga, juga menjadi angin baik bagi saham-saham emiten properti. Tak heran bila sejumlah analis berpendapat bahwa prospek industri properti di semester II masih akan cerah. Sekadar informasi saja, sepanjang semester I-2012 penjualan properti berhasil mencatat pertumbuhan 25-30%.

Di antara sejumlah saham properti yang beredar di lantai bursa, beberapa analis menjagokan PT Ciputra Development (CTRA) [620 10 (+1,6%)], PT Modernland Realty (MDLN) [480 0 (+0,0%)], PT Bumi Serpong Damai (BSDE) [1,060 0 (+0,0%)], PT Agung Podomoro Land (APLN) [320 -5 (-1,5%)], PT Lippo Karawaci (LPKR) [910 0 (+0,0%)], serta PT Sentul City (BKSL) [200 0 (+0,0%)]. Maklum, kinerja mereka sepanjang semester I yang baru lalu begitu mengkilap.

Ciputra, misalnya. Per 30 Juni lalu, kelompok usaha Ciputra ini berhasil membukukan pendapatan Rp1,318 triliun atau tumbuh 42% dibandingkan dengan periode yang sama 2011. Sementara penjualannya mencapai Rp3,057 triliun atau 47% dari target. Melihat kinerja tersebut, Tulus Santoso Brotosiswojo, Direktur PT Ciputra Development, optimistis target penjualan sebesar Rp6,404 triliun pada tahun ini dapat tercapai.

Rasa optimis juga datang dari Trihatma K Haliman, Direktur Utama PT Agung Podomoro Land. Di paruh pertama tahun ini, Agung Podomoro berhasil membukukan pendapatan Rp2,32 triliun atau tumbuh 46,5%. Menurut Trihatma, salah satu penunjang dari pertumbuhan itu adalah besarnya penjualan yang diraih Podomoro City, Kuningan City, Green Bay Pluit, dan Green Lake Sunter. Trihatma optimistis, hingga akhir tahun ini perseroan akan membukukan penjualan Rp 4,6–5 triliun.

Kenaikan pendapat yang cukup tinggi juga diraih oleh Modern Land, Bumi Serpong Damai, dan Sentul Cuty. Makanya, sejumlah analis percaya bahwa saham properti termasuk salah satu saham yang berpeluang menguat di semester II.

Betul, kenaikan uang muka kredit kepemilikan rumah akan menjadi sentimen negatif. Tapi, menurut Agung, analis Samuel Sekuritas Indonesia, hal tersebut tak perlu dirisaukan. “Soalnya, permintaan atas properti masih cukup tinggi,” katanya.

Sumber : inilah.com

Posted on August 28, 2012, in Pasar Saham and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: