Monthly Archives: September 2012

ITMG Bagi Dividen Tunai Rp. 1.666 Per Saham

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen tunai interim tahun buku 2012 sebesar Rp1.666 per sa ham.

Hal itu disampaikan manajemen PT Indo Tambangraya Megah Tbk dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/9/2012). Total pembagian dividen sebesar Rp1,88 triliun. Pembagian dividen interim tersebut telah disetujui dalam rapat direksi dan komisaris pada 21 September 2012.

Adapun latar belakang pembagian dividen tersebut didorong dari laba bersih tahun berjalan mencapai US$246,74 juta dan ekuitas US$1,02 miliar. Sementara itu saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$611,14 juta.
Read the rest of this entry

Advertisements

Astra Bagi Dividen Interim Rp66 Per Saham

PT Astra International Tbk (ASII) [7,350 -50 (-0,7%)] akan membagikan dividen interim tahun buku 2012 sebesar Rp66.

Hal itu disampaikan manajemen PT Astra International Tbk (ASII) [7,350 -50 (-0,7%)] dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/9/2012). Pembagian dividen interim 2012 tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada 23 Oktober 2012.

Pembagian dividen interim tersebut disetujui dalam rapat direksi pada 18 September 2012. Pelaksanaan pembayaran dividen interim dilakukan pada 7 November 2012.

Jadwal pelaksanaan untuk saham perseroan antara lain cum dividen interim di pasar reguler dan negoisasi pada 18 Oktber 2012, ex dividen interim di pasar reguler dan negoisasi pada 19 Oktober 2012, cum dividen interim di pasar tunai pada 23 Oktober 2012, ex dividen interim di pasar tunai pada 24 Oktober 2012, recording date pada 23 Oktober 2012.
Read the rest of this entry

Arti The Fed untuk IHSG

The Fed mengumumkan pelonggaran kuantitatif versi baru dan memperpanjang kebijakan suku bunga rendah hingga 2015, pasar pun merespon positif. Apa dampaknya untuk IHSG?

Satrio Oetomo dari Universal Broker Indonesia memperkirakan, pengumuman The Fed akan memacu IHSG untuk terus bergerak naik hari ini. Setelah resisten 4183 ditembus, IHSG terus bergerak naik hingga kisaran rekor di 4200-4235 terlewati, “Bahkan ada peluang untuk IHSG tembus rekor 4.300 atau 4.350,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Lihat saja sejak pembukaan perdagangan Jumat (14/9/2012), indeks sudah melesat naik 53,701 poin (1,29%) ke level 4.224,340. Apresiasi ini berlanjut hingga pada akhir sesi pertama, IHSG terpantau melonjak 84,171 (2,02%) ke level baru di 4.254,810, dengan Nett buy asing mencapai Rp841 miliar.

The Fed memang akhirnya meluncurkan babak ketiga dari Quantitative Easing (QE3), setelah semalam menyatakan akan melakukan pembelian mortage debt sebesar US$40 miliar per bulan guna mendorong pertumbuhan dan mengurangi pengangguran.

Program pembelian ini dikatakan ‘tidak memiliki batas waktu’ sehingga diharapkan bisa terus meningkatkan rasa percaya diri masyarakat agar mau melakukan investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan membelanjakan uang yang dimilikinya.

“Pasar melihat keputusan The Fed ini sebuah solusi, dan ini secara global kebijakan seperti yang diharapkan pasar,” kata Satrio.

Ia juga mengatakan, fokus pasar pun saat ini masih tertuju pada sentimen dari kebijakan The Fed ini karena beberapa penguatan selain bursa saham terjadi karena pengaruh ini.
Read the rest of this entry

Emas Ditutup Tertinggi Enam Bulan

Emas berjangka naik tajam Sabtu (8/9/2012) dini hari tadi, ke level terbaik lebih dari enam bulan.

Emas untuk pengiriman Desember naik US$ 34,90, atau 2,1%, ke level US$ 1.740,50 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange, penutupan emas tertinggi sejak akhir Februari.

Logam berjangka lain mengikuti penguatan emas, dengan tembaga memimpin kenaikan dan perak naik lebih dari satu dolar per ons, karena didukung laporan rencana pengeluaran infrastruktur China.

Dukungan lebih lanjut untuk logam datang dari melemahnya dolar, dengan indeks dolar, yang mengukur unit AS terhadap enam mata uang saingan, turun ke 80,226 dari 81,089 pada akhir perdagangan Amerika Utara sebelumnya.

Dana yang didukung emas dan penambang emas mendapat dorongan dari reli logam, dengan saham Freeport McMoRan Copper & Gold, salah satu penambang utama dunia, diperdagangkan naik 8,8%, melanjutkan kenaikan sebelumnya. Barrick Gold, penambang utama lainnya, naik 3,2%.

Read the rest of this entry

United Tractors Suntik Dana US$51 Juta ke TTA

PT United Tractors Tbk (UNTR) [19,350 100 (+0,5%)] memberikan pinjaman sebesar US$51 juta kepada anak usaha perseroan PT Tuah Turangga Agung (TTA) pada 5 September 2012.

Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk, Sara Lubis dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/9/2012). Sara menuturkan, pinjaman tersebut digunakan anak usaha untuk keperluan modal kerja dan pembiayaan pengambilalihan PT Borneo Berkat Makmur (BBM). Pinjaman tersebut memiliki bunga SIBOR+2,5% dan bersifat term loan.

“Secara bisnis bagi United Tractors akan lebih menguntungkan apabila Tuah Turangga Agung mendapatkan pinjaman ini dibandingkan bila United Tractors harus menyimpan dana kasnya di bank dengan rate deposito bank pada saat ini,” kata Sara.
Read the rest of this entry

Membaca Efek Bernanke Bagi IHSG

Ekspektasi stimulus kembali antiklimaks. Dalam pidatonya, Jumat (31/8) waktu Amerika Serikat (AS), Ben Bernanke, pimpinan The Federal Reserve, tidak tegas-tegas menyebut quantitative easing tahap ketiga (QE3).

Seperti pada pernyataannya terdahulu, Bernanke hanya menyebut, otoritas moneter di Negeri Paman Sam itu, menyiapkan langkah yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi AS, jika perlu. Rencana pelonggaran itu terkait dengan kondisi pasar tenaga kerja Amerika yang masih jalan di tempat.

Kendati omongan Bernanke bersayap, “Pasar memberi respon positif,” tutur Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management, kemarin (2/9).

Dow Jones Industrial Average (DJIA) terangkat 90,13 poin ke level 13.090,84, seusai pidato Bernanke. Mayoritas indeks saham di Eropa juga ditutup menghijau.

Spekulasi yang bergulir, quantitative easing tahap ketiga mungkin akan mundur hingga pemilihan umum AS, November nanti. Adapun pembelian obligasi, melalui operation twist, diperkirakan masih berjalan.
Read the rest of this entry