Arti The Fed untuk IHSG

The Fed mengumumkan pelonggaran kuantitatif versi baru dan memperpanjang kebijakan suku bunga rendah hingga 2015, pasar pun merespon positif. Apa dampaknya untuk IHSG?

Satrio Oetomo dari Universal Broker Indonesia memperkirakan, pengumuman The Fed akan memacu IHSG untuk terus bergerak naik hari ini. Setelah resisten 4183 ditembus, IHSG terus bergerak naik hingga kisaran rekor di 4200-4235 terlewati, “Bahkan ada peluang untuk IHSG tembus rekor 4.300 atau 4.350,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Lihat saja sejak pembukaan perdagangan Jumat (14/9/2012), indeks sudah melesat naik 53,701 poin (1,29%) ke level 4.224,340. Apresiasi ini berlanjut hingga pada akhir sesi pertama, IHSG terpantau melonjak 84,171 (2,02%) ke level baru di 4.254,810, dengan Nett buy asing mencapai Rp841 miliar.

The Fed memang akhirnya meluncurkan babak ketiga dari Quantitative Easing (QE3), setelah semalam menyatakan akan melakukan pembelian mortage debt sebesar US$40 miliar per bulan guna mendorong pertumbuhan dan mengurangi pengangguran.

Program pembelian ini dikatakan ‘tidak memiliki batas waktu’ sehingga diharapkan bisa terus meningkatkan rasa percaya diri masyarakat agar mau melakukan investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan membelanjakan uang yang dimilikinya.

“Pasar melihat keputusan The Fed ini sebuah solusi, dan ini secara global kebijakan seperti yang diharapkan pasar,” kata Satrio.

Ia juga mengatakan, fokus pasar pun saat ini masih tertuju pada sentimen dari kebijakan The Fed ini karena beberapa penguatan selain bursa saham terjadi karena pengaruh ini.

QE berarti memompakan likuiditas ke pasar, yang ujungnya adalah dolar melemah dan harga komoditas naik. “Ini bakal membuat harga saham-saham komoditas tetap menjadi spekulatif untuk beberapa waktu ke depan,”ujarnya.

Dini hari tadi, harga minyak terpantau menguat 1,3% ke level US$98.3/barel dan harga emas dunia menguat ke level tertinggi sejak Februasri 2012 di US$ 1.767 per ons.

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan beberapa saham seperti United Tractor (UNTR) [22,000 1400 (+6,8%)], Vale Indonesia (INCO) [2,675 175 (+7,0%)], Astra Agro Lestari (AALI) [23,000 1350 (+6,2%)], TB Bukit Asam (PTBA) [15,650 1000 (+6,8%)], Aneka Tambang (ANTM) [1,390 40 (+3,0%)], Timah (TINS) [1,550 110 (+7,6%)] dan Lonsum (LSIP) [2,575 75 (+3,0%)],” Speculative buy emiten-emiten ini,”katanya.

Sumber : INILAH.COM

Posted on September 14, 2012, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: