Fund Manager Mulai Lakukan Window Dressing Jelang Akhir Tahun

Performa kurang baik pada pergerakan beberapa saham di Indeks LQ45 membuat fund manager akan melakukan perpindahan investasi portofolio di saham-saham yang bergerak positif di sepanjang 2012. Aksi window dressing tersebut akan semakin terlihat di awal Desember 2012 mendatang.

Fund Manager PT Sinarmas Sekuritas, Jeffrosenberg Tan, mengatakan sampai dengan saat ini aksi window dressing memang belum banyak terlihat masif. Meski demikian biasanya pengalihan saham dilakukan dengan melepas saham-saham yang memiliki performa kurang baik dan menggantinya dengan saham-saham yang bergerak positif di sepanjang tahun ini demi mempercantik portolio yang dimilikinya.

“Saham grup Bakrie dan saham sektoral pertambangan yang tergolong ke dalam indeks LQ-45 yang mengalami penurunan tajam dibandingkan di awal tahun mungkin akan dilepas. Walaupun demikian, pengaruhnya ke pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlalu besar karena lebih ditentukan oleh sentimen eksternal,” ujar Jeff Tan, Selasa (6/11).

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia, Ahmad Sudjatmiko, mengatakan window dressing kemungkinan besar terjadi di saham-saham LQ-45 dimana yang menjadi tujuan investasi perpindahan portofolio adalah saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Pasalnya kedua saham ini sudah meningkat masing-masing 231,29% dan 187,23% di sepanjang 2012.

“Fund manager juga akan cenderung mengalihkan investasinya di saham-saham yang berprospek baik seperti properti dan perbankan karena suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang tetap terjaga di level rendah,” tambah Ahmad.

Adapun untuk saham-saham yang mengalami penurunan drastis di sepanjang 2012 seperti saham grup Bakrie, hal ini karena dipengaruhi oleh ketidakjelasan pemegang sahamnya, dalam hal ini konflik dengan Nathaniel Rotchschild. Padahal, tidak semua saham grup Bakrie memiliki fundamental yang kurang baik, salah satunya saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

“Penurunan saham ELTY lebih dipengaruhi sentimen negatif dari grup Bakrie yang saat ini tengah menjadi sorotan. Padahal industri properti sendiri saat ini sedang dalam tren positif,” jelas Ahmad.

Di 2013 mendatang, akan ada masa transisi bagi aturan pelaranagn ekspor barang mentah dinilai Ahmad akan menjadi titik terang bagi emiten sektor pertambangan untuk kembali tumbuh. Walaupun memang pergerakan komoditas dunia masih menjadi pengaruh utama bagi pergerakan harga saham sektor pertambangan di tahun depan.

“Ke depannya saham sektor properti dan perbankan masih prospektif asalkan laju inflasi domestik tetap terjaga di level rendah,” papar Ahmad.

 

Berlanjut January Effect
Analis PT Recapital Securities, Agustini Hamid, mengatakan performa saham-saham sektor pertambangan, khususnya batu bara memang kurang baik di sepanjang tahun ini karena dipengaruhi oleh fluktuatifnya pergerakan harga komoditas global. Akan tetapi di sisi lain, harga saham-saham sektor properti, Semen dan infrastruktur mengalami kenaikan.

“Saham pertambangan melemah sebagai imbas dari turunnya harga komoditas dunia, sedangkan saham BHIT dan MNCN yang mengalami kenaikan tajam dibandingkan saham LQ-45 lainnya di sepanjang tahun ini lebih karena agresifnya ekspansi usaha yang dilakukan manajemen di awal tahun,” jelas Agustini.

Agustini memperkirakan secara siklus sejak September-Desember, akan ada perpindahan portofolio investasi yang akan dilakukan oleh fund manager dari saham-saham yang memiliki performa kurang baik ke saham-saham yang berbasis konsumsi domestik yang meningkat tajam di sepanjang tahun ini. Sehingga di Januari nanti, fund manager dapat mulai merealisasikan keuntungannya yang lazim dikatakan sebagai January effect.

“Oleh karena itu, secara jangka pendek investor dapat memilih saham-saham yang memang memiliki performa baik di sepanjang tahun ini. Sedangkan untuk jangka panjang, investor dapat memilih saham-saham berbasis komoditas dimana saat ini harga sahamnya sudah terdiskon cukup signifikan dan kemungkinan baru akan menguat kembali di kuartal pertama 2013,” saran dia.

Sumber : ipotnews.com

Posted on November 7, 2012, in Ekonomi Dan Investasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: