Ini Dia 42 Saham dan Waran Yang Stagnan Sepanjang Tahun

Sebanyak 42 saham dan waran bergerak stagnan di sepanjang tahun 2012. Analis sekuritas berpendapat manajemen emiten yang bersangkutan harus melakukan agenda aksi korporasi serta berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola perusahaannya (good corporate governance) jika ingin likuiditas sahamnya positif di masa depan.

Berdasarkan data yang dihimpun Ipotnews, di sepanjang 2012 terdapat 39 saham dan tiga waran yang harganya sama di posisi akhir 2011 dan akhir 2012. Dari jumlah tersebut, terdapat 4 emiten yang sahamnya terkena sanksi suspend dengan jangka waktu cukup panjang yakni saham PT Bank Mutiara Tbk ( [BCIC 0 -50 (-100,0%)]), PT Central Proteinaprima Tbk ( [CPRO 0 -53 (-100,0%)]), PT Davomas Abadi Tbk ( [DAVO 0 -50 (-100,0%)]) dan PT Panca Wiratam Sakti Tbk ( [PWSI 0 -61 (-100,0%)]).

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI), Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan secara umum saham-saham tersebut belum dilirik oleh investor karena belum memiliki prospek di masa depan dengan alasan harga sahamnya flat di sepanjang setahun terakhir. Salah satu alasan yang membuat saham-saham tersebut tergolong `saham tidur` adalah karena minimnya jumlah saham yang beredar di publik (floating share) serta rendahnya jumlah investor di saham tersebut.

“Alasan lainnya, bisa juga karena sahamnya sedang dihentikan sementara perdagangan efeknya (suspend),” tambah Uriep.

Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan ada empat hal yang menyebabkan 42 saham dan waran tersebut bergerak stagnan di sepanjang 2012. Alasan pertama adalah kinerja dari emiten yang bersangkutan yang kurang prospektif bagi investor dan kedua adalah outlook dari masing-masing emiten yang kurang menarik di mata investor.

Alasan ketiga adalah tidak adanya aksi korporasi yang signifikan dari masing-masing emiten. Sedangkan alasan keempat adalah tidak adanya penggerak pasar (market maker) yang bertransaksi di saham tersebut dan minimnya jumlah saham yang dilepas ke publik.

“Ke depannya, keempat hal ini harus dibenahi oleh manajemen dari emiten yang bersangkutan jika ingin likuiditas sahamnya naik karena keempat hal ini saling terkait,” ujar Edwin, Senin (7/1)

Aksi Korporasi
Analis PT Recapital Securities, Agustini Hamid, mengatakan ada beberapa saham yang pergerakannya di posisi akhir 2012 hanya kembali lagi ke posisi yang sama di akhir 2011. Hal tersebut dapat terjadi karena saham-saham yang bersangkutan merupakan saham dengan likuiditas yang rendah.

“Harus ada agenda korporasi agar likuiditasnya lebih tinggi di masa depan serta komitmen dari pemegang sahamnya. Manajemen emiten juga dapat melakukan aksi korporasi tidak hanya melalui penambahan saham baru (rights issue) namun juga melakukan merger dan akuisisi serta alih bisnis ke sektor yang lebih prospektif,” tambah Agustini.

Pasalnya saat ini, investor sudah bisa melakukan penilaian sebelum memutuskan berinvestasi di suatu saham perusahaan yang tercatat di BEI. Apalagi saat ini sudah ada beberapa indeks yang kriteria penyusunannya memiliki faktor GCG. “Makanya perbaikan dari sisi GCG harus dilakukan oleh manajemen dari emiten tersebut,” ujarnya. (Rheza Andhika Pamungkas)

Saham-Saham Stagnan Di Sepanjang 2012
No Ticker Emiten Harga Saham Akhir Tahun
2011 2012  %
1 ALKA Alakasa Industrindo Tbk 550 550 0.00
2 ASIA Asia Natural Resources Tbk 50 50 0.00
3 BBNP Bank Nusantara Parahyangan T 1,300 1,300 0.00
4 BCIC Bank Mutiara Tbk 50 50 0.00
5 BIMA Primarindo Asia Infrastructu 900 900 0.00
6 BMSR-W Waran Seri I Bintang Mitra S 1 1 0.00
7 CITA Cita Mineral Investindo Tbk. 315 315 0.00
8 CMNP Citra Marga Nusaphala Persad 1,680 1,680 0.00
9 CNTB Saham Seri B ( Centex Tbk ) 5,000 5,000 0.00
10 CPDW Indo Setu Bara Resources Tbk 229 229 0.00
11 CPRO Central Proteinaprima Tbk 53 53 0.00
12 CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk. 230 230 0.00
13 DAVO Davomas Abadi Tbk 50 50 0.00
14 ESTI Ever Shine Tex Tbk. 160 160 0.00
15 GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. 860 860 0.00
16 GMTD Gowa Makassar Tourism Develo 660 660 0.00
17 HADE HD Capital Tbk 50 50 0.00
18 IKAI Intikeramik Alamasri Industr 142 142 0.00
19 INCF Amstelco Indonesia Tbk. 3,150 3,150 0.00
20 INTD Inter Delta Tbk 420 420 0.00
21 JAWA Jaya Agra Wattie Tbk. 380 380 0.00
22 KARK Dayaindo Resources Internati 50 50 0.00
23 KBLV-W 2 Waran Seri II First Media Tb 440 440 0.00
24 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indone 50 50 0.00
25 LMAS Limas Centric Indonesia Tbk 50 50 0.00
26 MAMI Mas Murni Indonesia Tbk 50 50 0.00
27 MAMIP Mas Murni Tbk (Saham Prefere 600 600 0.00
28 OCAP Onix Capital Tbk. 325 325 0.00
29 PAFI Panasia Filament Inti Tbk 250 250 0.00
30 POOL-W Waran Seri I Pool Advista In 1 1 0.00
31 PSKT Pusako Tarinka Tbk. 700 700 0.00
32 PWSI Panca Wiratama Sakti Tbk 61 61 0.00
33 SDMU Sidomulyo Selaras Tbk. 300 300 0.00
34 SIMA Siwani Makmur Tbk 128 128 0.00
35 SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk. 1,150 1,150 0.00
36 SQBB Taisho Pharmaceutical Indone 10,500 10,500 0.00
37 TIRA Tira Austenite Tbk 1,740 1,740 0.00
38 TKGA Toko Gunung Agung Tbk 250 250 0.00
39 TRUB Truba Alam Manunggal Enginee 50 50 0.00
40 UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk 2,000 2,000 0.00
41 UNTX Unitex Tbk. 3,700 3,700 0.00
42 WEHA Panorama Transportasi Tbk 170 170 0.00
Sumber : Bursa Efek Indonesia diolah Ipotnews

Sumber : ipotnews.com

Posted on January 7, 2013, in Pasar Saham. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: