Monthly Archives: February 2013

Laba Semen Indonesia Capai Rp 4,8 Triliun, Naik 23%

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan laba komprehensif yang naik 23,26% menjadi Rp 4,84 triliun selama 2012. Angka itu lebih tinggi dari perolehan laba perseroan sebesar Rp 3,93 triliun di tahun 2011.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan perseroan sebesar 19,65% menjadi Rp 19,59 triliun pada 2012 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp 16,37 triliun.

Laba usaha juga naik menjadi Rp 6,18 triliun pada 2012 dari perolehan sebelumnya sebesar Rp 4,89 triliun. Tak hanya itu, laba per saham juga ikut terkerek naik menjadi Rp 817 pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 662.
Read the rest of this entry

Advertisements

Perbanas Dorong Merger Bank Mandiri dan Bank BNI

Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) mewacanakan agar pemerintah menggabung Bank Mandiri dan Bank BNI untuk menciptakan bank terbesar di Asia Tenggara. Keinginan ini tidak terlepas dari upaya peningkatan daya saing industri perbankan nasional di tingkat internasional.

Hal ini seperti dikemukakan Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono di Gedung DPR Jakarta, Selasa (26/2). “Sekarang ini kita mempunyai bank milik negara yang besar, Bank Mandiri [BMRI 9,700 -50 (-0,5%)]. Tetapi, bank ini adalah bank yang nomor delapan terbesar di ASEAN, masih jauh untuk menjadi yang terbesar. Kalau Bank Mandiri dan Bank BNI [BBNI 4,400 25 (+0,6%)] digabung, sudah peringkat kelima atau enam, tetapi itu baru Bank Mandiri dan BNI saja,” paparnya.
Read the rest of this entry

Pendapatan Bunga Bersih Dorong Laba Bersih BMRI Naik 26,6%

Laba bersih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di sepanjang 2012 mengalami kenaikan 26,6% menjadi Rp15,5 triliun dari Rp12,2 triliun tahun sebelumnya. Peningkatan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan premi bersih serta dan pendapatan non bunga (fee based income) perseroan.

Direktur Bank Mandiri [BMRI 9,750 200 (+2,1%)], Zulkifli Zaini, mengatakan pendapatan bunga bersih dan premi bersih perseroan mengalami kenaikan 25,9% menjadi Rp29,69 triliun dari Rp23,59 triliun di sepanjang 2011. Sedangkan pendapatan non bunga BMRI meningkat 2,4% menjadi Rp12,23 triliun dari Rp11,95 triliun.

“Penyaluran kredit mengalami kenaikan 23,7% menjadi Rp388,8 triliun dari Rp314,4 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,4% menjadi Rp482,91 triliun dari Rp422,25 triliun,” tambah Zulkifli, dalam paparan kinerja 2013, Senin (25/2).
Read the rest of this entry

Bahas Krisis, 20 Negara Paling Berpengaruh Kumpul di Moskow

Sebanyak 20 negara-negara berpengaruh di dunia yang tergabung dalam G20, memulai pertemuannya di Moskow. Pertemuan G20 Finance Ministers’ and Central Bank Governors’ Deputies Meeting ini berlangsung 15-16 Februari 2013 lalu.

Indonesia mengirimkan wakilnya dalam pertemuan tersebut, yaitu Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution.

Dikutip dari keterangan Kedubes RI untuk Russia, Senin (18/2/2013), pertemuan membahas isu-isu utama yang menjadi concern bersama anggota G20, antara lain: downside risks in the global economy, the framework for strong, sustainable and balance growth, financing for investment, reform of the International Financial Architecture (IFA), financial regulation/financial inclusion dan beberapa isu lain termasuk energi.

Peran Indonesia dalam setiap KTT G20 senantiasa memajukan kepentingan Indonesia, negara berkembang dan menjaga terciptanya sistem perekonomian global yang kuat, berimbang dan berkelanjutan.

Dalam berbagai kesempatan, Presidensi menyampaikan tiga tema utama yang dikedepankan dalam pembahasan agenda G20 yaitu: pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas tenaga kerja dan investasi; pertumbuhan ekonomi melalui trust dan transparency; dan pertumbuhan ekonomi melalui effective regulation. Ketiga tema utama tersebut dijabarkan ke dalam delapan isu prioritas yaitu 1) Framework for Strong, Sustainable and Balance Growth (FSSBG), 2) Jobs and Employment, dan 3) Development issue secara keseluruhan (food security, infrastructure, human capital, financial inclusion, post MDGs); 4) International Monetary System Reform; 5) Fighting Corruption; 6) Strengthening Financial Regulation, 7) Enhancing Multilateral Trade, dan 8) Energy Sustainability Streamlining the working proces. Selain itu terdapat dua isu pendukung yaitu Financing Investment dan Government borrowing and public debt sustainability.

Pada pertemuan di Moskow tersebut, anggota G20 sepakat kondisi ekonomi global belum mengalami kemajuan sebagaimana diharapkan. Oleh karenanya perlu dipertegas upaya koordinasi kebijakan untuk mencegah memburuknya perekonomian global. Namun demikian, sebagian negara anggota masih belum sepakat mengenai penyebab meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Dalam hal ini, beberapa negara maju keberatan kebijakan quantitative easings sebagai penyebab berlarutnya proses pemulihan krisis, sementara negara emerging market menyatakan bahwa apabila kondisi saat ini tidak ada jalan keluar, maka akan memperburuk kondisi perekonomian di negara berkembang yang berisiko kepada resesi ekonomi berkepanjangan.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 juga membahas pentingnya ketersediaan pendanaan investasi jangka panjang untuk mendukung peningkatan permintaan domestik di negara berkembang serta untuk mendukung upaya mengurangi ketidakseimbangan global saat ini.
Read the rest of this entry

Tingkatkan Likuiditas, JPFA Berencana “Stock Split”

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split). Aksi korporasi tersebut dilakukan perseroan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Deputy Head of Corporate Finance Japfa Comfeed Indonesia [JPFA 8,050 750 (+10,3%)], Putut Djagiri, mengatakan pihaknya akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 20 Maret 2013. “Untuk rasionya belum dapat dikatakan sekarang karena masih menunggu persetujuan RUPSLB,” tambah Putut, Rabu (13/2).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham perseroan yang dicatatkan di BEI sebanyak 2,13 miliar lembar. Adapun pemegang saham perseroan antara lain RBS Coutts Bank Ltd Singapore sebesar 9,80%, JP Morgan Chase Bank Japfa Creditor sebesar 6,65%, Pacific Focus Enterprises Limited sebesar 29,88%, BNP Paribas Private Bank Singapore sebesar 6,78%, Rangi Management Limited sebesar 10,57%, dan masyakarat sebesar 35,75%.
Read the rest of this entry

ECB Cemaskan Euro, Wall Street Menyerah

Setelah dua hari terakhir menguat, bursa Wall Street turun pada penutupan perdagangan, Kamis (7/2) semalam. Wall Street terkoreksi turun setelah Presiden European Central Bank Mario Draghi menyatakan apresiasi mata uang euro dapat menghambat pemulihan ekonomi Eropa.

Indeks S&P 500 turun 0,2 persen ke posisi 1.509,39 poin. Dow Jones Industrial Average turun 42,47 poin atau -0,3 persen ke posisi 13.944,05 poin.

Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank) Mario Draghi memberi sinyal kekhawatiran bahwa penguatan nilai tukar euro dapat mengangkat inflasi serta menghambat recovery perekonomian Eropa.
Read the rest of this entry

Pasar Melihat Positif Penguatan Euro

IHSG dan rupiah kompak mendarat pada teritori positif. Pasar melihat penguatan euro sebagai barometer pulihnya ekonomi zona euro meski butuh konfirmasi dari ECB dan BoE.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, penguatan rupiah hari ini terbawa arus penguatan yen Jepang dan euro seiring pasar yang menantikan keputusan dari Rapat Dewan Gubernur European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) nanti malam. Padahal, pasar Asia secara umum mengalami koreksi.

Yen juga mengalami penguatan hari ini terhadap dolar AS ke 93,77 yen per dolar AS dari posisi sebelumnya 94,06. “Karena itu, rupiah ditutup di level terkuatnya 9.690 setelah sempat melemah ke 9.725 dari posisi pembukaan 9.710 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (7/2/2013) ditutup menguat 15 poin (0,15%) ke 9.690/9.695 dari posisi kemarin 9.705/9.710.
Read the rest of this entry

Temasek Holdings Akan Beli 26,1 Persen Saham Matahari

Perusahaan pelat merah Singapura, Temasek Holdings, akan membeli 26,1 persen saham di PT  Matahari Putra Prima Tbk, operator jaringan hipermarket terbesar kedua di Indonesia.

Disebutkan, pembelian saham  Matahari Putra Prima [MPPA 1,530 300 (+24,4%)] senilai USD300 juta tersebut dilakukan melalui PT Multipolar. Demikian diungkapkan Corporate Secretary Multipolar Chrysologus Sinulingga seperti diberitakan Reuters, Senin (4/2). Read the rest of this entry

Multipolar Siapkan Rp 1 Triliun Buka 20 Gerai Baru Hypermart

PT Multipolar Tbk (MLPL) menyediakan dana sebesar Rp 1 triliun untuk menambah 20 gerai baru hypermart di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya Jakarta, Sulawesi (Bau-Bau, Palopo), Kalimantan, Sumatera (Palembang), Pekanbaru, Dumai. Penambahan gerai baru tersebut untuk mendukung ekspansi perusahaan di luar pulau Jawa.

Direktur Utama Multipolar Eddy Handoko mengatakan, pihaknya akan menginvestasikan sekitar Rp 50-60 miliar untuk satu gerai baru. Tahun lalu, Multipolar telah menambah 17 toko baru di wilayah Kupang dan Kendari.

“Tahun ini kita akan nambah sekitar 20 gerai. Ini toko-toko baru. Satu toko baru sekitar Rp 50-60 miliar. Kebanyakan di luar kota karena pertumbuhan ritel dan konsumer adanya di luar kota,” kata Eddy saat diskusinya bersama wartawan, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (4/2/13).
Read the rest of this entry