Daily Archives: March 20, 2013

Rencana Kenaikan BBM Berpengaruh Positif Ke Empat Sektor Saham

Rencana pemerintah untuk meningkatkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan berpengaruh positif terhadap empat saham sektoral. Saham sektor agrisbisnis, pertambangan, barang konsumsi dan infrastruktur akan menjadi pilihan investor untuk dikoleksi di tahun ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham sektor agribisnis secara tahunan (year-to-date) memang masih minus 3,92%, sektor pertambangan menguat 2,85%, saham sektor barang konsumsi positif 8,19%, dan saham sektor infrastruktur plus 8,64%. Saham sektor properti, keuangan dan perdagangan dan jasa menjadi tiga saham dengan kenaikan tertinggi yakni masing-masing 32,5%, 18,05% dan 12,98%.

Analis PT AM Capital, Viviet S Puteri, mengatakan kenaikan BBM memang tidak berkorelasi langsung terhadap saham emiten produsen minyak dan gas. Akan tetapi dengan adanya kenaikan BBM maka rencana pemerintah untuk mengurangi pasokan BBM bersubsidi ke industri – khususnya untuk pembangkit listrik tenaga minyak bumi – dapat terealisasi.

“Alhasil dengan naiknya harga BBM maka pelaku industri akan mengalihkan penggunaan sumber daya alam ke gas dan batubara. Walaupun memang sampai dengan saat ini pasokan gas bagi pelaku industri masih kurang karena distribusi gas yang tidak merata sehingga permintaan gas nasional akan meningkat,” ujar Viviet, Senin (18/3).

Untuk perusahaan pertambangan, lanjut Viviet, saat ini penggunaan minyak untuk pengeboran di mulut tambang sudah mulai terganti dengan tenaga uap. Dengan meningkatnya harga BBM bersubsidi maka kemungkinan pemerintah akan lebih mendorong perusahaan tambang dan migas untuk terus mengurangi permintaan BBM bersubsidi untuk industri dan menggunakan energi alternatif lainnya.

“Sehingga dampaknya akan terjadi efisiensi biaya operasional pada perusahaan pertambangan. Hal ini membuat prospek industri pertambangan akan menjadi lebih baik,” tambah Viviet.

Sedangkan saham agribisnis, papar Viviet, kebijakan pemerintah saat ini yang mengharuskan perusahaan perkebunan untuk membangun industri hilir dan pengolahannya akan meningkatkan harga jual kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Sehingga akan terjadi penguatan terhadap saham emiten produsen CPO dalam jangka panjang.

Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan, mengatakan akan terjadi perputaran rotasi sektoral jika kenaikan harga BBM teralisasi. Sektor yang kini menjadi unggulan seperti properti, dan keuangan berpotensi terkoreksi.
Read the rest of this entry

Advertisements