Rencana Kenaikan BBM Berpengaruh Positif Ke Empat Sektor Saham

Rencana pemerintah untuk meningkatkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan berpengaruh positif terhadap empat saham sektoral. Saham sektor agrisbisnis, pertambangan, barang konsumsi dan infrastruktur akan menjadi pilihan investor untuk dikoleksi di tahun ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham sektor agribisnis secara tahunan (year-to-date) memang masih minus 3,92%, sektor pertambangan menguat 2,85%, saham sektor barang konsumsi positif 8,19%, dan saham sektor infrastruktur plus 8,64%. Saham sektor properti, keuangan dan perdagangan dan jasa menjadi tiga saham dengan kenaikan tertinggi yakni masing-masing 32,5%, 18,05% dan 12,98%.

Analis PT AM Capital, Viviet S Puteri, mengatakan kenaikan BBM memang tidak berkorelasi langsung terhadap saham emiten produsen minyak dan gas. Akan tetapi dengan adanya kenaikan BBM maka rencana pemerintah untuk mengurangi pasokan BBM bersubsidi ke industri – khususnya untuk pembangkit listrik tenaga minyak bumi – dapat terealisasi.

“Alhasil dengan naiknya harga BBM maka pelaku industri akan mengalihkan penggunaan sumber daya alam ke gas dan batubara. Walaupun memang sampai dengan saat ini pasokan gas bagi pelaku industri masih kurang karena distribusi gas yang tidak merata sehingga permintaan gas nasional akan meningkat,” ujar Viviet, Senin (18/3).

Untuk perusahaan pertambangan, lanjut Viviet, saat ini penggunaan minyak untuk pengeboran di mulut tambang sudah mulai terganti dengan tenaga uap. Dengan meningkatnya harga BBM bersubsidi maka kemungkinan pemerintah akan lebih mendorong perusahaan tambang dan migas untuk terus mengurangi permintaan BBM bersubsidi untuk industri dan menggunakan energi alternatif lainnya.

“Sehingga dampaknya akan terjadi efisiensi biaya operasional pada perusahaan pertambangan. Hal ini membuat prospek industri pertambangan akan menjadi lebih baik,” tambah Viviet.

Sedangkan saham agribisnis, papar Viviet, kebijakan pemerintah saat ini yang mengharuskan perusahaan perkebunan untuk membangun industri hilir dan pengolahannya akan meningkatkan harga jual kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Sehingga akan terjadi penguatan terhadap saham emiten produsen CPO dalam jangka panjang.

Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan, mengatakan akan terjadi perputaran rotasi sektoral jika kenaikan harga BBM teralisasi. Sektor yang kini menjadi unggulan seperti properti, dan keuangan berpotensi terkoreksi.

“Saham emiten transportasi, pertambangan, dan pembiayaan paling sensitif pada dampak Kenaikan BBM. Sedangkan saham sektor barang konsumsi dan infrastruktur akan menjadi pilihan investor di tengah tekanan sentimen negatif,” tambah Haryajid.

Koleksi Saham Defensif

Analis PT Recapital Securities, Agustini Hamid, mengatakan investor akan cenderung melakukan akumulasi saham-saham yang bertipe defensif seperti sektor infrastruktur dan barang konsumsi apabila pemerintah merealisasikan wacana menaikkan harga BBM. Pasalnya kedua sektor saham tersebut relatif tahan terhadap imbas dari kenaikan BBM bersubsidi.

“Saham dari kedua sektor tersebut berpotensi menguat di kuartal kedua seperti saham emiten rokok. Di sisi lain kenaikan harga BBM akan meningkatkan inflasi sehingga Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga (BI rate),” tambah Agustini.

Kenaikan BI rate dinilai Agustini akan berdampak negatif terhadap saham sektor industri keuangan, khususnya perbankan seiring dengan kenaikan tingkat bunga kredit. Selain itu, lanjut Agustini, sektor otomotif, properti, dan konstruksi juga akan terkena dampak dari kenaikan harga BBM walaupun dampaknya tidak sebesar saham sektor perbankan.

Secara keseluruhan kenaikan harga BBM akan mempengaruhi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seperti yang terjadi pada 2005. Agustini menilai IHSG juga akan terpengaruh kinerjanya seperti yang terjadi pada Agustus 2005 dimana imbal hasil (return) IHSG pada saat itu cukup rendah yaitu terkoreksi 11,18%.

Sumber : ipotnews.com

Posted on March 20, 2013, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: