Monthly Archives: April 2013

United Tractor Sebar Dividen Rp 2,31 Triliun

PT United Tractor Tbk (UNTR) akan membagikan dividen Rp 2,31 triliun, atau Rp 620 per saham kepada pemegang saham. Emiten bursa berkode UNTR ini membagikan dividen 40% dari laba bersih di 2012 yang mencapai Rp 5,78 triliun.

“Pembagian dividen tunai per saham sebesar Rp 620, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 210 setiap saham,” tutur Sekretaris Perusahaan United Tractor Sara Loebis seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahun (RUPST) Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (22/4/2013).

Dividen interim telah dibayarkan pada 2 November 2012, sedangkan sisanya sebesar Rp 410 per saham akan dibayarkan pada 31 Mei 2013.

“Selain dividen, pemegang saham juga menyetujui sisa laba bersih setelah dividen akan dibukukan sebagai laba di tahan,” tambahnya.
Read the rest of this entry

Advertisements

Kejatuhan Harga Emas Sinyal Untuk Melepas Saham (?)

Rontoknya harga emas akhir-akhir ini mencerminkan hilangnya keampuhan kebijakan pelonggaran kuantitatif bank sentral di negara-negara Barat. Menurut Dhiren Sarin, kepala strategi teknikal Barclay, kelompok aset berikutnya yang rentan mengalami penjualan besar-besaran adalah ekuitas.

“Keruntuhan harga emas dalam euro dan dolar AS menunjukkan kepada kita bahwa keyakinan kepada upaya-upaya pelonggaran kuantitaif sudah memudar, dan kebijakan bank sentral tidak mengalir ke investor. Kelompok aset yang paling rentan untuk mengalami aksi jual setelah komoditas kemungkinan besar adalah ekuitas,” ujar Sarin dalam wawancara dengan CNBC, Senin (22/4). Ia memperkirakan saham-saham Eropa dan AS adalah yang paling berisiko.

Pekan lalu, harga emas mengalami kejatuhan harga terbesar dalam sehari selama 30 tahun terakhir, hingga mencapai US$1.339 per ounce. Kendati setelah penurunan tajam itu, pada awal pekan ini harga emas kembali menguat 1,2 persen menjadi US$1,421 per ounce.
Read the rest of this entry

Emas pun Meluncur $90 per Ounce

Emas berjangka jatuh lebih dari US$ 90 pada Senin(15/4/2013), melanjutkan penurunan, setelah pekan lalu memasuki wilayah bearish.

Emas untuk pengiriman Juni anjlok US$ 90,20, atau 6%, menjadi US$ 1.411 per ounce. Emas pekan lalu turun 4,7%. Koreksi ini melanjutkan penurunan emas pada Jumat, ketika turun US$ 63,50, atau 4,1%, menjadi US$ 1.501,40 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga penutupan Jumat menandai koreksi 20,5% untuk kontrak paling aktif dari penutupan rekor US$ 1,888.70 per ounce yang dicapai pada 22 Agustus 2011.

Trader dan analis mengutip berbagai alasan untuk penurunan harga emas.

Sentimen negatif muncul akibat pemangkasan terbaru untuk perkiraan harga logam mulia. Selain arus keluar dari produk emas yang diperdagangkan di bursa.Goldman Sachs menurunkan perkiraan rata-rata harga emas untuk 2013 hingga US$ 1.545 per ounce, level yang sudah ditembus pekan lalu. Read the rest of this entry

Gunakan PIN, Transaksi Pakai Kartu Kredit Tak Lagi Pakai Tanda Tangan

Bank Indonesia (BI) bakal menghapuskan penggunaan tanda tangan nasabah kartu kredit ketika melakukan transaksi. Nantinya penggunaan tanda tangan akan digantikan dengan memasukkan Personal Identification Number (PIN).

“Mulai 2015 nanti kartu kredit tak lagi memakai tanda tangan,” jelas Juru Bicara BI, Difi Johansyah kepada detikFinance, Rabu (3/1/2013).

Difi menambahkan, sejak diberlakukannya sistem chip dalam kartu kredit maka diharuskan setiap toko maupun gerai yang menerima pembayaran kartu kredit tidak lagi digesek.

“Sejak kartu kredit pakai chip, per 1 Januari 2010, transaksi hanya diproses dengan chip, di-deep, dan tidak lagi swipe (gesek).
Jika transaksi sudah selesai, tegurlah kasir jika kartu kreditnya akan digesek lagi (swipe) di mesin register kasir,” ungkapnya.
Read the rest of this entry

Saham Adhi Karya Lompat 73% Berkat Rencana Proyek Monorel

Saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melonjak 73,18% sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Lonjakan saham ini terjadi berkat rencana pembangunan monorel oleh perusahaan pelat merah bidang kontruksi itu.

Pada perdagangan 2 Januari 2012, harga saham emiten berkode ADHI ditutup di angka Rp 1.790 per lembar, kemudian 3 bulan kemudian yakni pada penutupan perdagangan hari Kamis (28/3/2013), harga saham ADHI ditutup pada angka Rp 3.100 per lembar.

Melonjaknya harga saham BUMN kontruksi ini, didorong oleh rencana ADHI di 2013 untuk membangun monorel Jabodetabek bersama konsorsium BUMN dan rencana penerbitan saham baru (rights issue) senilai Rp 2 triliun untuk mendukung pengembangan monorel.
Read the rest of this entry