Pasar Saham Sedang Muram, Inilah Rating Emiten Banking, Infrastructure dan Automotive

Apa saja sektor saham yang bakal tahan banting terhadap dampak kenaikan BBM? Sebaliknya saham-saham mana yang rentan terjungkal setelah harga bensin subsidi naik jadi Rp6500/liter dari Rp4500/liter.

Analis PT Indo Premier Securities Stephan Hajim dan Wendy Zhangs dalam risetnya yang dirilis Senin (24/6) menilai kenaikan harga bensin subsidi berdampak positif bagi makro ekonomi RI. “Emiten-emiten yang memiliki demand kuat cuma akan terkena dampak yang minim,” ujar kedua analis tersebut dalam dokumen risetnya.

Performa sektor bank berbasis corporate dan semen masih berpotensi positif. Sementara dampak buruk kenaikan harga BBM subsidi akan menerpa bank berbasis mass market, otomotif, dan emiten ritel.

Pemerintah Indonesia pada akhir pekan kemarin akhirnya memutuskan kenaikan harga BBM subsidi sebesar 44 persen. Analis Indo Premier tersebut membandingkan kenaikan harga BBM subsidi tahun 2005, 2008 dan 2013 terhadap harga saham dan earning.

Corporate bank seperti PT Bank Mandiri Tbk [BMRI 8,250 -150 (-1,8%)], PT Bank Negara Indonesia Tbk [BBNI 4,025 -75 (-1,8%)] dan PT Bank Central Asia Tbk [BBCA 8,950 -150 (-1,6%)], PT Semen Indonesia Tbk [SMGR 15,600 0 (+0,0%)], dan saham-saham consumer relatif tahan terhadap dampak kenaikan BBM subsidi.

Sementara mass market bank seperti PT Bank Danamon Tbk [BDMN 5,550 100 (+1,8%)], PT Bank Tabungan Negara Tbk [BBTN 1,010 -50 (-4,7%)], PT Astra International Tbk [ASII 6,150 -150 (-2,4%)], sektor ritel dan manufaktur dalam bidang pangan akan terkena dampak negatif akibat kenaikan BBM.

Menurut Stephan Hasjim dan Wendy kenaikan harga BBM akan mendongkrak kepercayaan terhadap fiskal dan external balances Indonesia yang sustainable. “Kami juga mempertimbangkan hal itu positif bagi pasar modal meskipun secara siklus ekspektasi inflasi dan suku bunga akan naik pada triwulan yang akan datang,” ujarnya. Inflasi diperkirakan menjadi 8,93 persen dan BI Rate diprediksi akan naik lagi sebanyak 50 bps pada tahun ini.

Harga BBM subsidi pernah naik secara signifikan tahun 2005 dan 2008. Akibat kebijakan itu inflasi dan suku bunga naik secara siklus dua kali lipat dengan pertumbuhan ekonomi yang turun dan akibatnya mempengaruhi penurunan penjualan sejumlah emiten. Walaupun begitu beberapa emiten mampu secara lebih baik mengatasi penurunan penjualan dan naiknya cost karena kuatnya demand yang tercermin pada earning selama perlambatan perekonomian.

Emiten bank seperti BMRI, BBNI dan BBCA akan dapat secara baik melewati dampak kenaikan suku bunga karena sebagian besar kredit berdasarkan bunga mengambang disertai struktur komposisi deposit yang kuat. Adapun sektor semen khususnya SMGR dengan pricing power kuat bisa melampaui naiknya cost dan mengatasi secara positif meski terjadi penurunan penjualan. Sementara di sektor consumer, PT Unilever Indonesia Tbk [UNVR 26,000 -400 (-1,5%)] secara historical berkinerja lebih baik di antara emiten lain di sektor tersebut selama daya beli konsumen turun pada periode seperti tahun 2005 dan 2008 (ketika harga BBM juga naik).

Yang Rentan
Pada sisi lain, BDMN dan BBTN rentan terhadap kenaikan inflasi dan dalam situasi naiknya suku bunga karena exposure dalam suku bunga tetap, turunnya dana simpangan dan target pasar kelompok berpenghasilan rendah. Saham ASII juga akan underperform dalam kondisi tersebut karena juga terjadi pada siklus sebelumnya. Sektor consumer, terutama ritailer akan menghadapi penurunan daya beli masyarakat seiring naiknya harga-harga seperti yang akan terjadi pada produsen barang kebutuhan pokok di tingkat grosir. Margin profit tertekan seperti ketika terjadi kenaikan BBM pada waktu sebelumnya. (mk)

Sector Stock Ticker Rating Share Price (Rp) Target Price (Rp)
Potential Winners
Corporate Bank Mandiri BMRI Buy 8,600 12,150
Corporate Bank BNI BBNI Buy 4,150 6,000
Corporate Bank BCA BBCA Hold 9,200 10,500
Infrastructure Semen Indonesia SMGR Buy 16,100 20,700
Potential Losers
Mass market bank Danamon BDMN Hold 5,350 5,900
Mass market bank BTN BBTN Hold 1,090 1,450
Automotive Astra International ASII Hold 6,350 7,350
source: Bloomberg, Indo Premier Securities, share price are as of 21 June 2013

 

Sumber : ipotnews.com

Posted on June 26, 2013, in Pasar Saham and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: