Monthly Archives: July 2013

SMGR kantongi laba bersih Rp 2,58 triliun

Tingginya permintaan semen menyebabkan kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada semester I-2013 cemerlang. Laba bersih SMGR meningkat 22,9% dari Rp 2,1 triliun pada periode Januari-Juni 2012 menjadi Rp 2,58 triliun di enam bulan pertama 2013.

Alhasil, laba bersih per saham alias earning per share (EPS) SMGR yang dapat  diatribusikan kepada pemilik induk naik dari Rp 355 per saham menjadi Rp 436 per saham. Kondisi ini tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan emiten semen pelat merah tersebut yang naik 31,9% year on year (yoy) dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 11,4 triliun.

 

Pertumbuhan pendapatan SMGR didukung kenaikan volume penjualan yang sebesar 18,3% menjadi 12,23 juta ton. Pertumbuhan penjualan SMGR hingga medio tahun 2013 tersebut melampaui pertumbuhan penjualan industri semen nasional.

 

Asal tahu saja, pada saat bersamaan, penjualan semen dalam negeri hanya tumbuh 7,5% dari 25,89 juta ton menjadi 27,83 juta ton. Meski kinerja meningkat, tak lantas membuat manajemen SMGR puas. “Kami masih akan memperluas pasar,” terang Dwi Soetjipto, Direktur Utama SMGR, Senin (29/7). Read the rest of this entry

Advertisements

Averaging down: Madu atau racun?

Seorang investor pasti pernah mengalami penurunan harga segera setelah ia membeli sebuah saham. Sebagian investor mendiamkan sahamnya, bersabar menunggu hingga harga naik kembali. Sebagian lagi tidak cukup sabar. Mereka ingin segera melihat posisi sahamnya berubah dari rugi menjadi untung.

Daniel Kahneman (pakar psikologi pemenang Nobel Ekonomi 2002) dan Amos Tversky berteori bahwa orang cenderung memilih keuntungan yang lebih pasti namun menjadi lebih spekulatif pada saat posisi rugi atau kalah (Prospect Theory, 1979).

Misalnya, jika diberi pilihan skenario A “pasti terima uang Rp 1 juta” atau skenario B “melempar mata uang: akan terima Rp 2 juta jika tebakan benar dan Rp 0 jika tebakan salah”, maka orang cenderung memilih skenario A. Namun, jika diberi pilihan skenario A “pasti rugi Rp1 juta”, atau skenario B “melempar mata uang: jika tebakan benar maka tidak rugi (Rp 0), jika tebakan salah maka rugi Rp 2 juta”, orang cenderung memilih skenario B. Read the rest of this entry

Duh… Rupiah

BEN BERNANKE hanyalah seorang gubernur bank sentral. Namun, lantaran dia Gubernur The Federal Reserve–bank sentral Amerika Serikat (AS)—ucapannya selalu menjadi pertimbangan dan keputusan investor.

Maka, ketika Bernanke bilang akan mempercepat penghentian stimulus bagi perekonomian AS, kontan investor di seluruh dunia dibuat panik. Sebab, dengan beleid ini, likuiditas di pasar uang pasti seret, karena Paman Sam selama ini menjadi pusat kekuatan ekonomi dunia.

Karena itu, para pemilik modal dihadapkan pada suasana ketidakpastian yang begitu tebal. Sehingga, untuk mengamankan kekayaannya, para investor pun beramai-ramai melepas asetnya di berbagai instrumen investasi yang dianggap berisiko tinggi. Mereka lebih aman dan nyaman dengan menggenggam dolar AS.

Aksi lepas barang yang dilakukan investor terlihat jelas pada perdagangan saham di hampir seluruh bursa dunia, tak terkecuali di Bursa Efek Indonesia. Sejak bulan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tergerus. Dan, sejak itu pula, asing selalu mencatatkan net sell. Read the rest of this entry

Konsumsi Masyarakat Lambungkan MAPI

Daya beli masyarakat Indonesia setiap tahunnya meningkat dari US$3.400 menjadi US$3.800 memberikan peluang bagi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) [6,500 -350 (-5,1%)] untuk memperbesar penetrasi pasar.

MAPI merupakan salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia dengan keistimewaan memegang ijin merek terkenal untuk dipasarkan di Indonesia. Tak ayal, segmen menengah ke atas turut menghiasai gerai-gerai MAPI [6,500 -350 (-5,1%)].

Tim Riset MNC Securities memaparkan, segmen menengah ke atas dari konsumen MAPI [6,500 -350 (-5,1%)] ini membuat pendapatan perseroan tidak berubah signifikan ketika kondisi ekonomi global yang tidak jelas. Pendapatan triwulan I meningkat 29,3% menjadi Rp2,117 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp1,639 triliun.

MAPI berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement dan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10.
Read the rest of this entry

Inilah Prediksi Harga Emas ke Depan

Harga emas telah menguat dalam beberapa pekan terakhir. Tetapi spekulasi stimulus moneter The Fed akan menurunkan harga emas batangan.

Analis komoditas di Roubini Global Economics menilai membaiknya ekonomi AS akan memicu stimulus moneter the Fed turun. Untuk itu investor emas harus mengambil posisi. “Data AS yang melemah dan penurunan inflasi bisa dapat memperpanjang program Quantitative Eassing (QE),” kata analis Roubini Global Economics, Gary Clark.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah jatuh hingga 20 persen. Penurunan seiring prospek ekononomi AS yang melemah dan inflasi AS yang masih rendah. Read the rest of this entry

Tertinggi, Level Return Emiten Berbasis Konsumer Dan Properti Di Indeks LQ-45

Tingkat imbal hasil emiten berbasis konsumsi masyarakat dan properti tercatat paling tinggi dibandingkan sektor lain di indeks LQ-45. Ketidakpastian ekonomi global membuat investor banyak mengalihkan portofolio investasinya dengan mengoleksi saham berbasis konsumer dan properti yang lini bisnisnya berorientasi dalam negeri.

Berdasarkan data Bloomberg seperti diolah Ipotnews, saham berbasis konsumsi masyarakat seperti PT Malindo Feedmill Tbk [MAIN 3,200 -50 (-1,5%)], PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk [ICBP 10,900 -600 (-5,2%)], dan PT Kalbe Farma Tbk [KLBF 1,380 -10 (-0,7%)] tercatat memiliki tingkat imbal hasil tertinggi dalam satu tahun dibandingkan saham berbasis lainnya seperti komoditas.

Selain itu saham berbasis properti dan sarana pendukungnya seperti PT Lippo Karawaci Tbk [LPKR 1,350 -30 (-2,2%)], PT Bumi Serpong Damai Tbk [BSDE 1,690 -20 (-1,2%)], PT Alam Sutera Realty Tbk [ASRI 690 -20 (-2,8%)], PT Semen Indonesia (Persero) Tbk [SMGR 15,650 -350 (-2,2%)], dan PT Surya Semesta Internusa Tbk [SSIA 1,150 -40 (-3,4%)] juga memiliki tingkat imbal hasil yang cukup tinggi.
Read the rest of this entry