Tertinggi, Level Return Emiten Berbasis Konsumer Dan Properti Di Indeks LQ-45

Tingkat imbal hasil emiten berbasis konsumsi masyarakat dan properti tercatat paling tinggi dibandingkan sektor lain di indeks LQ-45. Ketidakpastian ekonomi global membuat investor banyak mengalihkan portofolio investasinya dengan mengoleksi saham berbasis konsumer dan properti yang lini bisnisnya berorientasi dalam negeri.

Berdasarkan data Bloomberg seperti diolah Ipotnews, saham berbasis konsumsi masyarakat seperti PT Malindo Feedmill Tbk [MAIN 3,200 -50 (-1,5%)], PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk [ICBP 10,900 -600 (-5,2%)], dan PT Kalbe Farma Tbk [KLBF 1,380 -10 (-0,7%)] tercatat memiliki tingkat imbal hasil tertinggi dalam satu tahun dibandingkan saham berbasis lainnya seperti komoditas.

Selain itu saham berbasis properti dan sarana pendukungnya seperti PT Lippo Karawaci Tbk [LPKR 1,350 -30 (-2,2%)], PT Bumi Serpong Damai Tbk [BSDE 1,690 -20 (-1,2%)], PT Alam Sutera Realty Tbk [ASRI 690 -20 (-2,8%)], PT Semen Indonesia (Persero) Tbk [SMGR 15,650 -350 (-2,2%)], dan PT Surya Semesta Internusa Tbk [SSIA 1,150 -40 (-3,4%)] juga memiliki tingkat imbal hasil yang cukup tinggi.

Sedangkan saham di Indeks LQ-45 dengan tingkat imbal hasil terendah adalah saham berbasis komoditas khususnya emiten produsen batubara seperti PT Indika Energy Tbk [INDY 770 -10 (-1,3%)], PT Bumi Resources Tbk [BUMI 520 0 (+0,0%)], PT Adaro Energy Tbk [ADRO 770 0 (+0,0%)], dan PT Harum Energy Tbk [HRUM 3,175 75 (+2,4%)]. Tingkat imbal hasil dalam satu tahun ini dihitung oleh Bloomberg dengan mengacu kepada keuntungan dari pergerakan harga saham serta porsi dividen yang dibagikan oleh manajemen dari emiten tersebut kepada pemegang sahamnya.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan saham berbasis sektor konsumer dan properti yang mayoritas pendapatannya beriorentasi pasar domestik memang menjadi pilihan investasi investor di sepanjang enam bulan pertama di tahun ini. Ketidakpastian perekonomian global membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rentan bergejolak sehingga investor akan cenderung mencari saham-saham yang fundamentalnya tidak terpengaruh dengan kondisi eksternal.

“Menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat terhadap barang konsumsi, seharusnya hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja emiten berbasis konsumer yang terefleksi di kenaikan harga sahamnya. Namun hal tersebut belum menjadi jaminan jika melihat kondisi di pasar saham regional yang masih fluktuatif dan mempengaruhi IHSG,” ujar Satrio, Kamis (4/7).

Sebaliknya, saham berbasis komoditas khususnya produsen batubara akan bergantung kepada kondisi ekonomi China sebagai negara importir batubara terbesar dunia. Untuk investor yang dananya tertahan di saham berbasis komoditas, ia melihat hal tersebut akan bergantung kepada rencana investasi dari masing-masing investor.

“Sebab biarpun harga saham emiten berbasis komoditas dalam tren koreksi, namun dividen yang dibagikan kepada pemegang sahamnya cukup besar. Jika dana investor yang tertahan di beberapa saham emiten sektor komoditas, itu tergantung dari horizon investasi dari investor itu sendiri dan sebaiknya juga mencermati kondisi fundamental dari masing-masing emiten,” saran Satrio.

Masih Akan Positif
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Ahmad Sujatmiko, mengatakan penguatan saham-saham sektor properti di semester pertama 2013 lebih didorong oleh beberapa faktor seperti kenaikan harga tanah, tren suku bunga perbankan yang cukup stabil, serta kenaikan jumlah masyarakat golongan menengah ke atas. Ke depan, ia masih optimistis emiten di sektor properti masih dapat mencatatkan peningkatan kinerja karena didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang akan terus meningkat.

“Mungkin dampak negatif dari kenaikan suku bunga acuan perbankan (BI rate) dan inflasi akan membuat masyarakat lebih selektif untuk masuk ke pembiayaan kredit perumahan rakyat (KPR). Akan tetapi di sisi lain penjualan tingkat hunian ataupun perkantoran berharga menengah ke atas juga masih besar, artinya kenaikan suku bunga tidak begitu berpengaruh ke kinerja dari emiten di sektor properti,” ujar Ahmad.

Ahmad memperkirakan tren penjualan properti di sepanjang tahun ini dan beberapa tahun mendatang masih akan positif sehingga akan mendorong penguatan saham-saham di sektor properti. Tren positif menurut Ahmad juga akan terjadi di saham emiten berbasis konsumer, sub sektor semen, sub sektor media, serta sub sektor distributor gas alam.

“Tingkat pendapatan masyarakat yang meningkat akan berkorelasi positif terhadap saham berbasis konsumer. Sementara itu, pembangunan infrastruktur dan peningkatan pembangunan properti akan meningkatkan permintaan semen domestik sehingga menghasilkan laba yang signifikan terhadap emiten sub sektor semen,” papar Ahmad.

Peningkatan daya beli masyarakat akan membuat perusahaan gencar memasang iklan di beberapa media sehingga menaikkan penerimaan emiten sub sektor media. palagi ada beberapa momen seperti Pemilihan Umum dan Piala Dunia di 2014 yang akan mendorong peningkatan pendapatan iklan kepada emiten di sub sektor ini.

“Sedangkan untuk emiten sub sektor distribusi gas, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang masih positif maka permintaan kebutuhan gas nasional akan semakin meningkat. Apalagi di beberapa daerah ditemukan sumber ladang gas baru sehingga berkontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan di emiten sub sektor ini,” imbuh dia.

Sumber : ipotnews.com

The Return Rate Of LQ-45 Index
No Code Name Price 1Yr-Return
4/7/2013 2012 ^%
1 MAIN Malindo Feedmill Tbk. 3,300 2,375 38.95 128.29%
2 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 11,050 7,800 41.67 97.10%
3 KLBF Kalbe Farma Tbk. 1,390 1,060 31.13 85.53%
4 LPKR Lippo Karawaci Tbk. 1,360 1,000 36.00 62.83%
5 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 7,100 5,850 21.37 46.69%
6 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk. 1,710 1,110 54.05 43.72%
7 ASRI Alam Sutera Realty Tbk. 700 600 16.67 43.49%
8 MNCN Media Nusantara Citra Tbk. 2,900 2,500 16.00 41.98%
9 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 5,750 4,600 25.00 41.98%
10 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk. 15,900 15,850 0.32 36.63%
11 SSIA Surya Semesta Internusa Tbk. 1,180 1,080 9.26 36.63%
12 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk 4,425 3,650 21.23 35.34%
13 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. 10,950 9,050 20.99 34.54%
14 BBCA Bank Central Asia Tbk. 9,700 9,100 6.59 31.69%
15 AKRA AKR Corporindo Tbk. 4,925 4,150 18.67 27.43%
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk. 29,050 20,850 39.33 22.72%
17 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk. 22,550 22,450 0.45 20.90%
18 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 7,650 6,950 10.07 19.78%
19 BMTR Global Mediacom Tbk. 1,920 2,400 -20.00 17.91%
20 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 8,150 8,100 0.62 12.28%
21 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk. 6,150 5,450 12.84 11.38%
22 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 4,000 3,700 8.11 6.12%
23 BHIT Bhakti Investama Tbk. 450 540 -16.67 5.52%
24 SMCB Holcim Indonesia Tbk. 2,625 2,900 -9.48 3.55%
25 MAPI Mitra Adiperkasa Tbk. 7,050 6,650 6.02 0.72%
26 BKSL Sentul City Tbk. 235 189 24.34 0.00%
27 ASII Astra International Tbk. 6,650 7,600 -12.50 -2.91%
28 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 1,100 1,450 -24.14 -7.67%
29 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk. 5,500 5,650 -2.65 -7.67%
30 AALI Astra Agro Lestari Tbk. 17,900 19,700 -9.14 -17.13%
31 GGRM Gudang Garam Tbk. 49,050 56,300 -12.88 -18.75%
32 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk. 27,800 41,550 -33.09 -20.68%
33 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. 12,400 15,100 -17.88 -20.84%

Posted on July 4, 2013, in Pasar Saham and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: