Monthly Archives: August 2013

Chairul Tanjung: Jujur Saya Gembira BI Rate Naik

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) disambut baik kalangan pengusaha. Diharapkan nilai tukar rupiah akan membaik terhadap dolar AS.

“Saya memandang positif kenaikan ini. Kenapa? Karena ekspektasi pasar terhadap BI Rate diharapkan sudah naik kira-kira dua minggu yang lalu pada rapat BI. Hari ini direspons postif ditandai dengan menguatnya IHSG, ditandai dengan menguatnya rupiah meski tidak signifikan,” papar Pengusaha yang juga CEO CT Corp Chairul Tanjung di Istana Merdeka, Kamis (29/8/2013).
Read the rest of this entry

Advertisements

Bisakah Dolar Kembali di Bawah Rp 10.000? Ini Jawabannya

Analis memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan sulit kembali ke level di bawah Rp 10.000/US$. Hal itu mengingat defisit neraca berjalan diperkirakan masih akan tinggi.

“Harusnya secara kebijakan itu rupiah bisa stabil cenderung menguat tapi ya masih di angka Rp 10.400-Rp 10.500 per US$, nggak mungkin rupiah bisa di bawah Rp 10.000 US$,” kata Analis Multilateral & Corporate Trainer PT. Millennium Penata Futures, Suluh Adil Wicaksono saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Suluh menjelaskan, paket kebijakan ekonomi yang telah disampaikan pemerintah ternyata tidak terlalu berdampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.
Read the rest of this entry

Dolar Dekati Rp 11.000 Sudah Lampu Merah, Pemerintah Tak Boleh Santai

Saat ini dolar AS terus menekan hingga mendekati Rp 11.000. Kondisi ini sudah lampu merah, karena akan banyak masalah yang mendera pemerintah dan swasta. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?

Pernyataan Menteri Keuangan Chatib Basri yang mengatakan tidak khawatir akan situasi ini dikritik oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar. Menurut Farial, pemerintah tidak bisa berdiam menghadapi kondisi yang terjadi saat ini

“Kondisi ini sudah lampu merah, jangan dianggap santai. Pemerintah dan BI jangan santai-santai, karena ini merupakan titik kritis. Kalau dolar sampai Rp 11.000 maka akan mengacaukan ekonomi kita,” tutur Farial kepada detikFinance, Selasa (20/8/2013). Read the rest of this entry

SMGR Bakal Tumbuh Kuat di 2H13, Investor Dianjurkan “Buy”

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan pertumbuhan revenue yang kuat naik 31,9 secara tahunan (YoY) pada semester I 2013 (1H13) yang secara kuartalan (2Q13) juga naik 6 persen.

Kuatnya pertumbuhan revenue itu dipicu oleh kenaikan volume produksi (+18,3% YoY) atau naik +4,3 persen pada 2Q13. Selain itu juga dipicu naiknya harga jual rata-rata sebesar 11,5 persen (YoY) dan 1,7% (QoQ) pada 2Q13.

Pencapaian kinerja Semen Indonesia [SMGR 15,900 250 (+1,6%)] tersebut dinilai oleh Kepala Riset PT Indo Premier Securities Agus Pramono sejalan dengan estimasi. Menurutnya laba bersih SMGR per 1H13 sebesar Rp2,585 triliun (+22,9% YoY) sejalan dengan perkiraan. Secara kuartalan laba tersebut naik 9,1 persen (QoQ).

SMGR memiliki kapasitas produksi cadangan setelah selesainya pabrik semen Tonasa dan pasokan tambahan dari anak usahanya di Vietnam.
Read the rest of this entry