Naik 12%, Laba PGN US$457,5 Juta

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) [5,400 300 (+5,9%)] mencatat pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 12% menjadi US$457,5 juta paruh pertama tahun ini, dari US$409,8 juta periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusuf dalam publikasi ke BEI, Jumat (30/8) menuturkan, pencapaian ini didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sekitar 26% dari US$1,183 miliar per Juni 2012 menjadi US$1,491 miliar Juni 2013.

Kinerja keuangan konsolidasi selama semester satu tahun ini diperoleh dari pendapatan distribusi dan transmisi, serta pendapatan usaha anak perusahaan. Pendapatan dari usaha distribusi dan transmisi PGN dan anak perusahaan naik 26%, dengan kenaikan volume dari 800 MMSCFD menjadi 827 MMSCFD.

Peningkatan volume distribusi gas oleh PGN pada semester pertama tahun ini sejalan dengan meningkatnya volume pasokan yang diperoleh dari pemasok meskipun usaha distirbusi PGN di SPBU 2, Sumatera Utara mengalami penurunan disebabkan sumur gas perseroan.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, usaha transmisi PGN dan anak perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia mengalami penurunan volume gas menjadi 876 MMScfd disebabkan penurunan penyaluran gas dari lapangan Glagah Kambuna di Medan ke pembangkit listrik Sicanang dan dari lapangan Jambi Merang ke pembangkit listrik Muara Tawar serta penurunan penyerapan volume transmisi oleh PLN Batam.

Penyertaan atau akuisisi blok-blok minyak dan gas bumi merupakan langkah PGN meningkatkan kapasitas perusahaan dalam industri hulu minyak dan gas bumi.

Dalam jangka panjang, usaha ini diharapkan mampu meningkatkan pasikan gas bagi pelanggan PGN. Sampai dengan Juni 2013, PGN melalui anak perusahaannya, PT saka Energi Indonesia telah melakukan penyertaan di 3 blok minyak dan gas bumi di Indonesia, yakni Blok Ketapang di Jawa Timur skeitar 20%, Blok Bangkanai di Kalimantan Tengah 30%, dan Blok Pangkah di Jawa Timur 25%.

Dari sisi beban pokok pendapatan, kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 September 2012 dan 1 April 2013 mempengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan pada semester tahun ini sekitar 71%.

Selain itu, kondisi ekonomi global juga mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan paruh pertama tahun ini. Kebijakan ekonomi Jepang untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi pelemahan nilai tukar mata uang yen dan mulai membaiknya perenomian AS yang diikuti dengan menguatnya dolar berpengaruh terhadap pendapatan selisih kurs yang berasal dari translasi aset dan kewajiban dalam mata uang Yen ke USD dan transaksi dari kegiatan usaha PGN dalam mata uang asing.

Pelemahan mata uang asing terhadap mata uang USD memberikan keuntungan selisih kurs sekitar US$68,2 juta.

 

Sumber : ipotnews.com

Posted on September 1, 2013, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: