Bijak, Akumulasi Bertahap Saham Bank

Seiring kenaikan BI rate ke 7,5%, fundamental emiten-emiten bank mendapat tekanan negatif. Tapi, harga saham-sahamnya sudah terhitung murah. Saatnya akumulasi bertahap.

Raymond Budiman, analis PT Panin Sekuritas mengatakan hal itu. Secara umum, dia merekomendasikan akumulasi bertahan dengan pola buy on weakness pada saham BBRI, BBCA, BBNI, dan BBCA. Dia juga mematok target harganya hingga akhir 2013.

Dari sisi PER, saham-saham bank besar sudah murah di kisaran 9 kali di bawah 10 kali. Kalau dihitung murah ya murah, tapi belum ada katalis positif secara fundamental sehingga sektor saham ini dalam tekanan. “Lebih bijak kalau akumulasi saham-saham bank besar dilakukan secara bertahap,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (19/11/2013) saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ditutup menguat Rp50 (0,64%) ke Rp7.800; PT Bank Mandiri (BMRI) melemah Rp150 (1,91%) ke Rp7.700; PT Bank Negara Indonesia (BBNI) stagnan di Rp4.475; dan PT Bank Central Asia (BBCA) melemah Rp100 (0,97%) ke Rp10.200 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Seiring kenaikan BI rate yang agresif ke 7,50%, bagaimana Anda melihat outlook saham-saham bank?

Secara keseluruhan, kenaikan BI rate ke 7,5% menjadi tekanan negatif bagi fundamental bank. Sebab, seiring kenaikan BI rate, bank harus menaikkan suku bunga simpanan terlebih dahulu sebelum menaikkan bunga kredit.

Setelah itu, bank akan melihat bagaimana posisi margin yang didapat. Untuk mengamankan margin, baru bank akan menaikkan suku bunga kredit. Karena itu, hingga satu kuartal ke depan atau hingga awal 2014, cost of fund bank dipastikan naik. Net Interest Margin (NIM) pun kami prediksi akan turun dalam 1-2 kuartal ke depan seiring tingginya suku bunga.

Bagaimana dengan nasib pertumbuhan kredit?

Begitu juga dengan pertumbuhan kredit yang berpeluang melambat. Apalagi, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank sudah tinggi di level 89%. Karena itu, ke depan fokus bank bukanlah pada penyaluran kredit melainkan fokus pada funding (pendanaan) nasabah. Ini yang dijaga oleh bank.

Untuk menjaga likuiditas, bank harus mengerem pertumbuhan kredit. Pada saat yang sama, bank harus menjaga simpanan nasabahnya dengan cara menaikkan tingkat suku bunga simpanan deposito. Akibatnya, cost of fund bank akan naik. Jadi, outlook fundamental emiten bank seperti itu.

Penurunan kredit dipicu oleh dua hal: pertama kenaikan suku bunga dan kedua, bank harus menjaga likuiditas. Karena itu, penyaluran kredit tidak boleh terlalu tinggi karena LDR-nya juga sudah tinggi. Jadi memang, bank harus mengerem pertumbuhan kredit ke depannya.

Bukankah bank bisa menyesuaikan suku bunga kredit?

Untuk menaikkan suku bunga kredit, bank mempertimbangkan cost of fund. Lalu, ditambahkan ke margin sehingga menjadi suku bunga dasar kredit. Bank harus menetapkan suku bunga kredit berdasarkan cost of fund-nya. Karena itu, bank tidak bisa menaikan suku bunga kredit terlebih dahulu sebelum menaikkan bunga simpanan. Sebab, suku bunga dasar dihitung dari cost of fund ditambah margin.

Kalau begitu, masih ada harapan pada emiten-emiten bank?

Meski begitu, hingga awal 2014, emiten bank tetap tumbuh. Hanya saja, pertumbuhannya melambat tapi tidak tumbuh menjadi negatif. Jika pertumbuhan kredit 2013 mencapai 18-20%, pada 2014 mungkin hanya tumbuh 15-17%.

Lantas, bagaimana prospek harga-harga sahamnya?

Jika melihat harga saham-saham bank, rata-rata sedang murah terutama saham BBRI dan BMRI karena mendapat tekanan turun beberapa hari terakhir. Karena itu, untuk jangka pendek, kedua saham tersebut bisa naik ke 8.000-an. Tapi, prospek fundamentalnya, dipastikan mengalami pelambatan pertumbuhan.

Karena itu, meski ada peluang penguatan, belum ada katalis positif secara fundamental. Kenaikan BI rate memang menjadi isu yang menekan sektor bank dan belum ada katalis yang mengangkat hingga benar-benar bullish. Banknya bagus, semuanya sehat, tapi secara sektoral, pertumbuhannya melambat.

Murah, di level Price to Earnings Ratio (PER) berapa?

Dari sisi Price to Earnings Ratio (PER), saham-saham bank besar sudah murah di kisaran 9 kali di bawah 10 kali. Kalau dihitung murah ya murah, tapi belum ada katalis positif secara fundamental sehingga sektor saham ini dalam tekanan.

Apa saran Anda untuk para pemodal di bursa saham?

Lebih bijak kalau akumulasi saham-saham bank besar dilakukan secara bertahap. Sebab, kita belum tahu isu makro berikutnya seperti apa. Kenaikan BI rate dan sentiment tapering The Fed juga akan berpengaruh. Jadi, bukan semata fundamental emiten.

Rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BBRI setelah mengalami panic selling akibat kenaikan BI rate. Tapi, memang harus diakui, belum bullish untuk sektor perbankan. Di bawah Rp8.000, harga saham BBRI sudah terlalu murah. Target harga BBRI di Rp8.500-an untuk jangka pendek, hingga akhir 2013.

BMRI juga terlalu murah di bawah Rp8.000. Target harga jangka pendek untuk BMRI di Rp8.500-9.000. Dengan catatan, ada data-data ekonomi yang mendukung karena sekarang dalam tekanan. Jika kondisi makro positif dan aliran dana asing kembali masuk ke dalam negeri, saham BBNI juga bisa menguat ke 4.700-4.800 untuk target jangka pendek hingga akhir 2013. Jadi, buy on weakness BBNI di Rp4.300-an.

Bagaimana dengan saham BBCA?

Pergerakan harga saham BBCA paling stabil. Saat tertekan tidak jatuh dan saat naik pun tidak signfikan. Jika investor ingin saham yang stabil, pilih saham BBCA. Di level Rp10.200 bisa masuk BBCA. Di bawah Rp10.500 masih boleh dikoleksi. Jika mendapat harga BBCA di bawah Rp10.000, bagus sekali. Jika ekonomi Indonesia sudah mulai stabil hingga akhir 2013, target harga BBCA di Rp10.700-10.800 per saham. Saya tidak memberikan target harga terlalu tinggi. Sebab, sektor bank sedang mengalami tekanan negatif.

Sumber : inilah.com

Posted on November 20, 2013, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: