Neraca Perdagangan Surplus US$ 42,4 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan pada bulan Oktober mengalami surplus sebesar US$ 42,4 juta.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, suprlus tersebut terjadi karena ekspor lebih tinggi dibandingkan impor dengan nilai ekspor US$ 15,72 miliar dan impor US$ 15,67 miliar. “Secara bulanan, ini surplus ketiga tahun 2013 setelah surplus di Maret dan Agustus,” ujar Suryamin di Jakarta, Senin (2/12).

Menurut Suryamin, untuk volume perdagangan pada Oktober tercatat surplus sebesar 44,79 juta ton. Surplus tersebut terbentuk atas ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor yakni masing-masing sebesar 56,88 juta ton dan 12,09 juta ton.

Surplusnya neraca perdagangan, menurut dia disebabkan turunnya defisit pada neraca migas menjadi sebesar US$ 749,7 juta. Di sisi lain, terjadi peningkatan surplus pada neraca non migas sebesar US$ 792,1 juta.

“Minyak mentah defisit US$ 400,3 juta, hasil minyak defisit US$ 1,71 juta, sedangkan gas surplus US$ 1,36 miliar. Defisit minyak mentah turun karena yang biasa kita ekspor diluar negeri sebagian kita sudah olah didalam negeri,” ungkap dia.

Sementara itu, secara akumulasi Januari-Oktober, defisit neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 6,36 miliar. Defisit tersebut terutama disebabkan oleh defisit pada migas sebesar US$ 10,63 miliar, sedangkan neraca non migas akumulasi tercatat surplus US$ 4,28 miliar. (Investor Daily/Nti)

Sumber : investor.co.id

Posted on December 2, 2013, in Ekonomi Dan Investasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: