Harga Logam Berlompatan Setelah RI Pastikan Larang Ekspor Mineral Mentah

Harga logam kembali berlompatan di bursa logam dunia setelah pemerintah Indonesia memastikan pelarangan ekspor mineral mentah pada Januari mendatang. Harga nikel  dan alumunium mencapai titik tertinggi selama lebih dri lima pekan.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto menyatakan, produksi tembaga dari tambang Freeport Indonesia kemungkinan akan melorot 30 hingga 40 persen dari kapasitas produksi maksimalnya. Freeport adalah penghasil tembaga terbesar kedua di dunia, dan Indonesia merupakan produsen hasil tambang nikel terbesar serta pengekspor timah terbanyak di diunia.

“Rupanya pelarangan ekspor itu semakin serius saja, untuk sejumlah besar hasil tambang logam – nikel, bauksit, dan bahkan mungkin tembaga. Pasar akan merasakan bahwa tembaga tak akan bergerak turun lagi,” kata Stephen Briggs, analis BNP Paribas SA, London seperti dikutip bloomberg.com.

Harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan mendatang naik 0,7 persen menjadi US$7.118,50 per metrik ton di bursa logam London (LME). Selama sepekan ini harga logam sudah naik 0,9 persen. Di bursa Comex, New York pengiriman untuk bulan Maret naik 0,5 persen menjadi US$3,247 per pound.

Harga nikel di LME meningkat 0,7 persen menjadi US$13,848 per ton setelah naik ke level tertinggi sejak 11 November lalu. Harga logam bergerak menuju kenaikan tertinggi sejak 25 Oktober. Harga timah melonjak hingga 1,1 persen ke titik tertinggi sejak 30 Oktober lalu.

“Tidak ada dampak langsung ke harga timah karena regulasi [di Indonesia] lebih dahulu diperketat,” kata Briggs. “Tapi ada dua hal yang dapat mendorong harga timah akibat kebijakan itu. Peningkatan kepastian bahwa pasar Indonesia tak akan menurun. Kedua, pasar timah semakin ketat.”

Pelarangan ekspor mineral mentah Indonesia antara lain akan meliputi bauksit, mineral mentah yang digunakan untuk produksi produk logam. Data menunjukkan, cadangan tembaga yang dipantau LME melorot 0,8 persen menjadi 408.100 ton, terendah sejak 18 Februari lalu. Pesanan untuk menarik persediaan logam dari gudang LME naik 3,2 persen menjadi 270.400 ton setelah pesanan dari New Orleans naik menembus rekor.

 

Sumber : ipotnews.com

Posted on December 6, 2013, in Pasar Saham and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: