Monthly Archives: January 2014

Indeks Dow Jones Tumbang 189,77 Poin, Ada Apa?

Indeks benchmark bursa saham AS kembali terkoreksi terdalam sejak November pada penutupan perdagangan tadi malam akibat dua sentimen negatif laba emiten yang mengecewakan serta rencana The Fed untuk memotong anggaran stimulus lebih besar.

Indeks S&P 500 turun 1% ke posisi 1.774,20 poin menghapus kenaikan yang terjadi sehari sebelumnya mengantarkan indeks tersebut melemah dalam 4 hari dari 5 hari bursa. Sementara itu indeks Dow Jones tumbang 189,77 poin atau turun -1,2% ke posisi 15.738,79 poin.
Read the rest of this entry

Advertisements

Strategi Trading pada Fraksi Saham Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Beberapa hal pokok yang diatur, seperi satuan perdagangan (lot size) ditetapkan dari semula 500 efek bersifat ekuitas, diubah menjadi 100 efek bersifat ekuitas, dan perubahan besaran fraksi harga di pasar reguler dan pasar tunai.

Untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan Harga Previous kurang dari Rp500 ditetapkan fraksi sebesar Rp1 dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp20. Sementara untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan Harga Previous berada dalam rentang Rp500 sampai dengan kurang dari Rp5.000 ditetapkan fraksi sebesar Rp5, dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp100.

Sedangkan untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan Harga Previous Rp5.000, atau lebih, ditetapkan fraksi sebesar Rp25, dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp500.

Peraturan mengenai maksimum volume penawaran jual dan atau permintaan beli untuk pelaksanaan perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler dan pasar tunai. Aturan semula Jakarta Automated Trading System (JATS) akan melakukan Auto Rejection apabila volume penawaran jual atau permintaan beli efek lebih dari 10.000 lot atau lima persen dari jumlah efek yang tercatat di bursa (mana yang lebih kecil).

Itu diubah menjadi 50.000 lot atau lima persen dari jumlah efek yang tercatat di bursa (mana yang lebih kecil).Perubahan fraksi harga saham dan Lot size tersebut berlaku di pasar regular dan pasar tunai. Read the rest of this entry

Dalam Lima Tahun, Utang Pemerintah Membengkak Jadi Rp2.371 Triliun

Dalam waktu lima tahun terakhir, utang pemerintah tercatat mengalami lonjakan lebih dari dua kali lipat menjadi Rp2371,39 triliun. Meski begitu, pemerintah mengaku jumlah utang tersebut masih dalam batas relatif aman.

Dalam keterangan tertulis Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi, yang diedarkan di Jakarta, Kamis (23/1) malam, disebutkan bahwa realisasi defisit anggaran pada 2010 sebesar 0,73 persen, setahun berikutnya 1,14 persen, dan pada 2012 sebesar 1,86 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sedangkan realisasi sementara defisit APBN 2013 adalah 2,24 persen, dan turun menjadi 1,7 persen di 2014.

Tingkat defisit ini dinilai masih rendah, bahkan lembaga pemeringkat internasional seperti Ficth Ratings masih mempertahankan level peringkat utang dengan outlook minimal “stable”, di tengah banyaknya negara yang mengalami downgrade.
Read the rest of this entry

Saham PGN Langsung Rebound Merespon Penolakan Akuisisi

Penolakan atas rencana akuisisi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk oleh PT Pertamina (Persero) mendapat sambutan positif investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pembukaan perdagangan kemarin, harga saham PGN [PGAS 4,695 310 (+7,1%)] Rp4.410 dan ditutup menguat pada Rp4.695. Artinya saham plat merah tersebut menguat tujuh persen merespon penolakan akuisisi PGN oleh Pertamina.

“Penolakan dari berbagai pemangku kepentingan atas rencana Pertamina mengakuisisi PGN, mengembalikan kepercayaan investor terhadap saham PGN,” kata analisis Panin Sekuritas, Fajar Indra ketika dihubungi wartawan, Selasa (21/1).
Read the rest of this entry

Mantap! Rupiah Kinclong Pasca Larangan Ekspor Tambang Mentah

Mulai 12 Januari 2013 pemerintah Indonesia melarang ekspor tambang mentah. Langkah tegas ini disambut positif pelaku sektor keuangan, dan membuat bursa saham serta nilai tukar rupiah menguat.

Larangan ekspor tambang mentah ini diatur dalam peraturan pemerinta (PP) No.1/2014, yang diatur lagi dalam peraturan menteri ESDM, peraturan menteri keuangan, dan peraturan menteri perdagangan.

“Sejak (larangan ekspor tambang mentah) ini ditetapkan pada Sabtu malam, maka Senin pagi hari pasar keuangan menyambut positif. Aturan ini membuat indeks saham itu tercetak positif dan rupiah itu menguat cukup besar,” ungkap Chatib dalam seminar Economist Indonesia Summit 2014 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (15/1/2014) Read the rest of this entry

Saham PGN Terombang Ambing Ketidakjelasan Akuisisi oleh Pertamina

Berita bahwa pemerintah merestui PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) [4,380 -40 (-0,9%)] dalam rapat yang berlangsung di Jakarta pada 7 Januari 2014 cukup mengejutkan. Meski akhirnya Menteri BUMN Dahlan Iskan bilang belum ada keputusan final namun perlahan-lahan sentimen tersebut telah membuat saham perusahaan gas pelat merah ini tergerus.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2014) mencatat harga saham PGN yang berkode PGAS [4,380 -40 (-0,9%)] hingga perdagangan pukul 11.00 WIB terus bergerak melemah sejak munculnya isu akuisisi oleh Pertamina.

Seperti diketahui, risalah rapat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama dewan direksi dan komisaris Pertamina pada 7 Januari 2014 menyatakan penyatuan PT Pertagas dengan PGN sebagai langkah terbaik.
Read the rest of this entry

Dolar Akhirnya Kembali ke Rp 11.000

Dolar AS kembali menyentuh level Rp 11.000 setelah sempat nangkring cukup lama di level Rp 12.000.

Mengutip data Reuters, Senin (13/1/2014) tepat pada 08.30 WIB dolar AS diperdagangkan di level Rp 11.830.

Dolar diperdagangkan di level Rp 12.000 sejak 12 Desember 2013. Kurs Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) yang dikeluarkan BI menunjukkan pada 12 Desember 2013 rupiah berada di level Rp 12.005/US$. Read the rest of this entry

Berinvestasi di Tengah Gejolak

Investor yang baru saja mengenal dunia investasi di pasar modal, tentu agak  kaget ketika melihat nilai investasinya di pasar modal menurun, yang ditandai dengan turunnya indeks saham selama sebulan terakhir.  Penurunan indeks saham juga mempengaruhi harga unit reksa dana saham yang menurun beberapa waktu terakhir.

Beberapa pertanyaan kerap muncul. Kalau mau memindahkan dana investasi dari saham atau reksa dana saham, lantas ke mana harus mengalihkannya? Apakah sebaiknya dipertahankan saja? Yang perlu diingat, pasar modal memang selalu berfluktuasi. Kadang turun, kadang naik. Bagi investor yang sudah terbiasa dengan produk pasar modal, turunnya pasar adalah saat yang tepat untuk mengoleksi atau membeli instrumen investasi. Karena jika fundamental pasar bagus, suatu saat pasar akan kembali pulih bahkan bisa lebih baik.

Sedangkan bagi investor yang masih belum mengenal instrumen pasar modal, investasi secara berkala lebih disarankan. Tidak peduli pasar sedang bearish (turun) maupun bullish (naik). Investasi rutin tiap bulan jangan ditinggalkan.  Investasi reguler harus terus dilakukan.
Read the rest of this entry

Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 776,8 Juta

Neraca perdagangan Indonesia pada November tercatat surplus sebesar US$ 776,8 juta. Ini setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekspor nasional pada November tercatat naik 1,45% menjadi US$ 15,93 miliar dari Oktober. Sementara impor pada November turun 3,35% menjadi US$ 15,16 miliar dari Oktober.

“Neraca Perdagangan November surplus US$ 776,8 juta. Sedangkan volume perdagangan surplus 53,64 juta ton. Ini masih bagus, masih lumayan,” ujar Kepala BPS, Suryamin, Kamis (2/1/2014).

Secara akumulasi, periode Januari sampai November, ekspor nasional turun 51,19% (year on year) menjadi US$ 165,57 miliar. Sedangkan impor turun 2,8% menjadi US$ 171,17 miliar. Meski demikian penurunan ekspor masih lebih besar dari impor. Read the rest of this entry

Gelembung Utang dari China

Dalam laporan Kantor Audit Nasional China pekan ini, utang pemerintah China melonjak 67 persen dari akhir tahun 2010 dari 17,9 triliun renminbi menjadi US$29,5 triliun pada akhir Juni 2013.

Saat itu China berjuang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menghindari krisis keuangan. Read the rest of this entry