Indeks Dow Jones Tumbang 189,77 Poin, Ada Apa?

Indeks benchmark bursa saham AS kembali terkoreksi terdalam sejak November pada penutupan perdagangan tadi malam akibat dua sentimen negatif laba emiten yang mengecewakan serta rencana The Fed untuk memotong anggaran stimulus lebih besar.

Indeks S&P 500 turun 1% ke posisi 1.774,20 poin menghapus kenaikan yang terjadi sehari sebelumnya mengantarkan indeks tersebut melemah dalam 4 hari dari 5 hari bursa. Sementara itu indeks Dow Jones tumbang 189,77 poin atau turun -1,2% ke posisi 15.738,79 poin.

Emerging market sudah melemah saat ini selama beberapa waktu tetapi sebenarnya menguat dalam beberapa terakhir, kata Erik Davidson, CEO Wells Fargo Private Bank. Menurutnya hal itu akan menjadikan reaksi the Fed yang akan muncul dalam perkembangan sentimen jangka pendek.

The Fed dalam pernyataannya tadi malam mengatakan indikator lapangan kerja masih variatif tetapi dalam keseimbangan muncul pertumbuhan berkelanjutan. “Tingkat pengangguran turun tetapi masih tinggi,” kata Chairman The Fed Ben S Bernanke usai meeting The Fed 2 hari.

Bulan ini the Fed mulai mengurangi stimulus pembelian surat utang 10 miliar USD per bulan menjadi 75 miliar USD. The Fed juga mengumumkan bahwa akan memangkas stimulus menjadi 65 miliar USD per bulan.

Sejak stimulus The Fed dirilis indeks S&P 500 naik 173% secara kumulatif sejak 2009. Tahun lalu indeks S&P 500 naik 30% kumulatif, terkuat sejak 1997. S&P 500 juga mencapai all time high di level 1.848,38 yang ditorehkan pada 15 Januari lalu meski kemudian turun 4% sejak itu.

Spekulasi terkait kebijakan the Fed menyebabkan guncangan di pasar uang emerging market. Lira Turki terdepresiasi 2,4% meski negara itu menaikkan suku bunga acuan dua kali lipat untuk mencegah capital outflow. Nilai tukar Ran Afrika Selatan turun karena secara tak terduga kenaikan suku bunga acuan gagal menjamin kepercayaan para investor.

Facebook Inc, Boeing dan Dow Chemical di antara emiten S&P 500 yang akan merilis laporan laba tadi malam setelah market closing. 77% emiten S&P 500 telah merilis laporan keuangan dengan membukukan laba di atas estimasi para analis. Laba emiten S&P 500 pada triwulan terakhir 2013 diperkirakan naik 6,6 persen. Penjualan naik 2,6 persen.

Saham sektor consumer kebutuhan pokok turun terdalam tadi malam sebesar 1,8 persen. Emiten pemasok bahan baku naik 0,5 persen.

Harga saham Yahoo turun 8,7% setelah manajemen menyatakan penjualan triwulan terakhir 2013 tumbuh melambat di tengah persaingan dengan Google Inc dan Facebook. Laba bersih Yahoo naik 2,8% jadi 348 juta USD. Penjualan bersih turun 1,2 miliar USD dari sebelumnya 1,22 miliar USD.

Harga saham Boeing juga turun 5,3% terdalam sejak Agustus 2011. Laba Boeing di 2014 diperkirakan turun karena order jenis pesawat jet melemah setelah mencapai tertinggi pada 2013.

AT&T Inc turun 1,2 persen. Dow Chemical naik 3,9 persen. DuPont naik 1,9 persen setelah turun 1,1 persen pada sesi pagi.

Sumber : ipotnews.com

Posted on January 30, 2014, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: