Strategi Trading pada Fraksi Saham Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Beberapa hal pokok yang diatur, seperi satuan perdagangan (lot size) ditetapkan dari semula 500 efek bersifat ekuitas, diubah menjadi 100 efek bersifat ekuitas, dan perubahan besaran fraksi harga di pasar reguler dan pasar tunai.

Untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan Harga Previous kurang dari Rp500 ditetapkan fraksi sebesar Rp1 dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp20. Sementara untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan Harga Previous berada dalam rentang Rp500 sampai dengan kurang dari Rp5.000 ditetapkan fraksi sebesar Rp5, dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp100.

Sedangkan untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan Harga Previous Rp5.000, atau lebih, ditetapkan fraksi sebesar Rp25, dan untuk setiap jenjang perubahan harga, maksimum yang diperkenankan adalah Rp500.

Peraturan mengenai maksimum volume penawaran jual dan atau permintaan beli untuk pelaksanaan perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler dan pasar tunai. Aturan semula Jakarta Automated Trading System (JATS) akan melakukan Auto Rejection apabila volume penawaran jual atau permintaan beli efek lebih dari 10.000 lot atau lima persen dari jumlah efek yang tercatat di bursa (mana yang lebih kecil).

Itu diubah menjadi 50.000 lot atau lima persen dari jumlah efek yang tercatat di bursa (mana yang lebih kecil).Perubahan fraksi harga saham dan Lot size tersebut berlaku di pasar regular dan pasar tunai.

Perubahan peraturan ini, juga akan mengikuti perubahan pada lainnya, seperti perubahan peraturan berlaku pada efek bersifat ekuitas yang mencakup; saham, HMETD, waran, ETF dan DIRE KIK (Dana Real Estate-Kontrak Investasi Kolektif) yang diperdagangankan di bursa

Dengan diterbitkan perubahan peraturan Nomor II-A, maka Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00399/BEI/11-2012 tanggal 14 November 2012 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dinyatakan tidak berlaku lagi. Bursa secara resmi mengubah peraturan satuan perdagangan dan fraksi harga yang diberlakukan efektif 6 Januari 2014.

Sisi positif

Perubahan satuan perdagangan (lot size) baru memungkinkan saham berjumlah kurang dari 500 saham (odd lot) yang semula tidak dapat diperdagangkan di pasar regular dan pasar tunai kini dapat diperdagangkan di pasar regular sepanjang dalam kelipatan 100 saham.

Perubahan jumlah saham dalam satu lot, akan membuat investasi saham menjadi lebih terjangkau oleh pemodal retail, dengan demikian memudahkan untuk mengalokasikan modalnya untuk melakukan diversifikasi portofolio. Dapat membentuk portfolio yang berisi saham-saham blue chip dengan fundamental yang lebih bagus.

Perubahan lot size dapat meningkatkan frekuensi transaksi saham. Perubahan fraksi harga (tick price) menyebabkan profit per poin menjadi lebih rendah

Sisi negatif.

Perubahan fraksi harga dapat menyebabkan volume transaksi turun, karena investor cenderung menahan pembelian pada rentang harga tertentu. Bagi investor jangka panjang tidak berdampak, namun lebih berdampak bagi trader jangka pendek. Perubahan fraksi harga menyebabkan rugi (loss) per poin menjadi lebih rendah.

Perbedaan dengan fraksi sebelumnya untuk profit per poin

Untuk fraksi Rp1, Rp5, Rp10, Rp25 dan Rp50 memiliki profit per poin dalam setiap fraksi masih menguntungkan untuk trading jangka pendek, berikut untuk penghitungan setiap kenaikan 1 poin dari masing-masing fraksi.

Fraksi Rp1 dengan rentang harga antara Rp50-Rp199, posisi paling menguntungkan untuk trading jangka pendek ada di area harga saham Rp50-Rp165, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit dari terbesar 1,4 persen hingga 0,01 persen.

Sedangkan kisaran harga Rp166-Rp199 untuk setiap kenaikan 1 poin telah terkuras oleh total fee transaksi (fee beli dan jual sebesar 0,6 persen), masih membukukan loss sebesar 0 persen-0,10 persen.

Fraksi Rp5 dengan rentang harga antara Rp200-Rp495, Fraksi ini merupakan paling menguntungkan untuk trading jangka pendek di area harga saham Rp200-Rp495, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit (setelah dikurangi total fee transaksi untuk jual dan beli sebesar 0,6 persen) terbesar 1,9 persen hingga 0,41 persen.

Fraksi Rp10 dengan rentang harga antara Rp500-Rp1990, posisi paling menguntungkan untuk trading jangka pendek ada di area harga saham Rp500-Rp1.650, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit dari terbesar 1,4 persen hingga 0,01 persen. Sedangkan kisaran harga Rp1.660-Rp1.990 untuk setiap kenaikan 1 poin telah terkuras oleh total fee transaksi (fee beli dan jual sebesar 0,6 persen), masih membukukan loss sebesar 0 persen-0,10 persen.

Fraksi Rp25 dengan rentang harga antara Rp2.000-Rp4.975, posisi paling menguntungkan untuk trading jangka pendek ada di area harga saham Rp2.000-Rp4.125, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit dari terbesar 0,65 persen hingga 0,01 persen. Sedangkan kisaran harga Rp4.150-Rp4.975 untuk setiap kenaikan 1 poin telah terkuras oleh total fee transaksi (fee beli dan jual sebesar 0,6 persen), masih membukukan loss sebesar 0 persen-0,10 persen.

Fraksi Rp50 dengan rentang harga di atas Rp5.000, posisi paling menguntungkan untuk trading jangka pendek ada di area harga saham Rp5.000-Rp8.250, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit dari terbesar 0,40 persen hingga 0,01 persen. Sedangkan harga diatas Rp8.300 untuk setiap kenaikan 1 poin telah terkuras oleh total fee transaksi (fee beli dan jual sebesar 0,6 persen), yang masih membukukan loss.

Strategi trading jangka pendek untuk profit per poin

Jika sebelumnya ada 5 kelompok fraksi harga, mulai 6 Januari 2014, hanya akan ada 3 kelompok fraksi harga baru. Tiga kelompok fraksi harga tersebut yaitu kurang dari Rp500, Rp500-5.000, dan lebih dari Rp5.000. Untuk kelompok kurang dari Rp500, fraksi harganya Rp1. Sedangkan fraksi harga untuk kelompok Rp500-5.000 adalah Rp5. Selanjutnya fraksi harga untuk kelompok lebih dari Rp5.000 adalah Rp25.

Berikut tabulasi untuk trading jangka pendek untuk setiap kenaikan 1 poin fraksi Rp1, Rp5, Rp10, Rp25 dan Rp50 setelah dikurangi total fee transaksi untuk jual dan beli memiliki rentang harga yang menarik untuk mencari peluang keuntungan per poin leihat tabel berikut ini:

Berbeda dengan penerapan fraksi harga saham sebelumnya, untuk penerapan fraksi baru ini bagi trader harus melakukan strategi trading jangka pendeknya dengan rentang yang terbatas dalam mencari profit per poin. Rentang harga paling menguntungkan untuk trading jangka pendek untuk fraksi Rp1 berada pada kisaran harga Rp50-165 dan untuk fraksi Rp5 berada pada kisaran Rp500-820 (lihat tabel di bawah ini).

Untuk fraksi Rp25 tidak ada yang menguntungkan untuk trading jangka pendek, meski terjadi kenaikan 1 poin karena belum dapat menutup dari total fee transaksi. Untuk fraksi Rp1 trading jangka pendek ada di area harga saham Rp50-Rp165, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit dari terbesar 1,4 persen hingga 0,01 persen.

Sedangkan untuk trading jangka pendek di area harga saham Rp500-Rp820, setiap kenaikan 1 poin bisa menghasilkan profit (setelah dikurangi total fee transaksi untuk jual dan beli sebesar 0,6 persen) terbesar 0,40 persen hingga 0,01 persen. Di luar kisaran harga tersebut, meski terjadi kenaikan 1 poin setelah dikurangkan total fee masih mencatatkan kerugian.

Sumber : okezone.com

Posted on January 30, 2014, in Ekonomi Dan Investasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: