Monthly Archives: May 2014

Emiten Semen, Masihkah Prospektif Di Tengah Sentimen Kenaikan Tarif Listrik

Sektor semen masih tetap bergairah meskipun kekhawatiran terhadap kenaikan biaya produksi akibat kenaikan tarif listrik melonjak yang terlihat menjadi berlebihan. Produsen semen mengisyaratkan akan menaikkan harga pada kuartal mendatang guna mengurangi dampak kenaikan dan mempertahankan margin setelah terpangkas selama tahun 2013.

Sementara itu kapasitas terpasang 3 besar emiten semen diyakini mendekati 80% yang bisa mendorong pasokan baru. Demand terhadap produk semen tetap kuat seiring lonjakan investasi dalam proyek MP3EI.

Analis Indo Premier Securities Stanley Liong menilai kehawatiran tarif listrik akan berdampak pada sektor semen berlebihan. “Empat perusahaan semen terbesar masih akan membukukan pertumbuhan laba double digit tahun ini, rata-rata 15,9 persen,” kata Stanley, dalam riset-nya yang dipublikasikan 19 Mei lalu. Read the rest of this entry

Advertisements

Kenapa Treasury AS Bisa Jatuh?

Treasury AS untuk tenor 10 tahun turun delapan basis poin menadi 2,439 persen. Hal ini memicu kepanikan di pasar saham AS pada perdagangan Rabu (28/5/2014).

Obligasi AS ini tidak mengalami keseimbangan dalam permintaan dan penawaran. Pemerintah AS telah mengurangi instrumen utang di pasar modal. Namun dana pensin masih harus mengalokasikan dananya ke obligasi.

Sebab untuk memenuhi komposisi 60 persen investasi di pasar modal dan 40 persen di pasar obligasi. “Komposisi pasar modal tahun lalu 30 persen sehingga dana pensiun perlu meningkatkan alokasi ke pasar obligasi,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities seperti mengutip cnbc.com.

Sedangkan alasan lain adalah pasar obligasi di Eropa tidak terlalu menarik seperti di AS. “Dampaknya, investor global terus memburu Treasury AS,” lanjut Hogan. Read the rest of this entry

Emas Terempas di Level Terendah dalam 15 Pekan

Harga emas hari ini (28/5) anjlok ke level terendah dalam lebih dari 15 pekan. Terhempasnya emas ini dipicu dirilisnya data ekonomi AS yang positif. Pasar menyimpulkan hal itu menguatkan peluang The Fed akan terus memangkas stimulus moneter.

Pada saat yang sama, kecemasan tingkat permintaan emas di China memudar. Kemarin emas ditransaksikan turun 2,2%. Ini adalah penurunan harian terbesar tahun ini yang dipicu data pesanan durable goods AS pada bulan April naik di atas perkiraan.

Read the rest of this entry

Industri Rokok Memasuki Era Sulit

Industri rokok di dalam negeri sedang mengalami masa sulit termasuk risiko penutupan pabrik akibat pasar yang turun. Kasus terbaru seperti ditutupnya pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menjadi contoh nyata.

“Sebenarnya dari demand (permintaan) rokok di dalam negeri masih cukup tinggi walaupun pasarnya yang menurun tetapi demand-nya masih ada. Hanya saja frekuensi konsumsi sudah mulai berkurang karena masalah kesehatan dan lingkungan. Kalau dibilang industri rokok kita sedang masuki masa sulit,” kata Pengamat Pasar Modal dari Trust Securities Reza Priyambada kepada detikFinance, Senin (19/05/2014).

Selain hambatan ekspor di negara-negara tujuan ekspor akibat regulasi yang memperketat penjualan rokok. Juga diperparah dengan kondisi kebijakan pemerintah di dalam negeri yang tidak pro terhadap industri rokok. Read the rest of this entry

INDF Bagi Dividen Rp142 Per Saham

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana membagikan dividen sebesar Rp142 per saham. Adapun pay ot ratio dividen yang diberikan kepada pemegang saham kali ini setara 50 persen dari laba bersih yang diperoleh perseroan di sepanjang tahun 2013.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada para pemegang saham, memang sudah seharusnya kita memberikan dividen kepada para pemegang saham,” kata Direktur Utama dan Executive Officer Indofood [INDF 7,100 50 (+0,7%)], Anthoni Salim, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/5).

Anthoni mengatakan, bahwa manajemen Indofood akan tetap berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan, meningkatkan stakeholders value, serta menangkap berbagai potensi pasar yang tersedia di Indonesia. “Dividen akan dibayarkan perseroan pada tanggal 8 Agustus 2014,” jelasnya.

Sebagai informasi, Indofood mencatatkan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp57,73 triliun di sepanjang tahun 2013. Angka ini meningkat sebesar 15 persen dari Rp50,20 di tahun 2012.

Dalam hal kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi, lima kelompok usaha strategis perseroan yaitu Grup Produk Konsumen Bermerek, Bogasari, Agribisnis dan Distribusi memberikan kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi masing-masing sekitar 42%, 26%, 20% dan 8%. Sedangkan grup budidaya & pengolahan memberikan kontribusi 8%.

Dengan demikian, laba bruto meningkat 5,4% menjadi Rp 14,33 triliun dari Rp 13,59 triliun pada tahun lalu dan marjin laba bruto turun menjadi 24,8% dari 27,1% terutama karena turunnya laba bruto yang dihasilkan oleh hampir seluruh grup karena naiknya bahan baku, beban gaji, dan imbalan kerja karyawan.

Sementara, laba usaha turun 2,3% menjadi Rp 6,72 triliun dari Rp 6,88 triliun dan marjin laba turun jadi 11,6% dari 13,7%. Laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun 23,2% menjadi Rp 2,50 triliun dari Rp 3,27 triliun terutama karena kerugian selisih kurs, marjin laba bersih turun menjadi 4,3% dari 6,5%. Read the rest of this entry

Target Tercapai, Ini Harga KLBF & KAEF Berikutnya

Meski terget harga 2014 sudah tercapai, saham KLBF dan KAEF tetap dijagokan analis. Inilah target harga berikutnya.

Pada perdagangan Selasa (13/5/2014), saham PT Kalbe Farma (KLBF) ditutup melemah Rp20 (1,3%) ke posisi Rp1.550. Di sisi lain, saham PT Kimia Farma (KAEF) ditutup menguat Rp5 (0,5%) ke Rp970.

Tonny W Setiadi, analis dari Indosurya Asset Management menilai prospek saham-saham farmasi masih positif. “ Farmasi dibagi dua: yang berupa obat dan farmasi sebagai penunjang kesehatan,” katanya kepada INILAHCOM.

Produsen obat adalah PT Kimia Farma (KAEF), PT Indofarma (INAF) dan sebagainya. Emiten penunjang kesehatan adalah PT Kalbe Farma (KLBF).“Prospeknya masih bagus. Sebab, ke depan, asuransi dan program-program pemerintah untuk jaminan kesehatan masih sangat besar,” ujarnya. Read the rest of this entry

INTP Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp900 per Saham Untuk Tahun Buku 2013

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) akan membagikan dividen sebesar Rp900 per saham untuk tahun buku 2013 (dividend yield = 3,95%). Perseroan  mengalokasikan dana Rp3,31 triliun untuk membayar dividen pada 8 Juli 2014, atau sekitar 66,1% dari laba bersih 2013 yang mencapai Rp5 triliun.

 

Sumber : ipotnews.com

http://cara-buat-website.com/

Mengukur Harga Saham Melalui Pendekatan PE Ratio

Berinvestasi di pasar modal khususnya saham mengandung unsur risiko. Tentu saja semua orang ingin agar investasi yang dilakukan dapat mendatangkan keuntungan maksimal, dan risiko kerugian seminimal mungkin. Untuk itu, investor maupun calon investor sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan analisis saham atau sekuritas di pasar modal.

Terdapat dua macam analisis yang lazim digunakan di pasar modal, yaitu metode fundamental analisis dan teknikal analisis. Fundamental analisis terkait dengan kinerja fundamental ekonomi industri serta prospek bisnis perusahaan di masa mendatang. Sementara itu, teknikal analisis merupakan pendekatan teknis yang lebih menekankan pada dimensi psikologi pasar.

Dua metode tersebut bisa digunakan investor untuk menilai apakah suatu saham layak dibeli atau tidak. Dalam artian, saham tersebut masih berpotensi menghasilkan return atau sebaliknya saham tersebut lebih berpeluang untuk menurun di masa datang. Dalam kesempatan ini, kita akan lebih menyinggung terkait fundamental analisis. Sebab umumnya teori ini lebih banyak digunakan oleh investor untuk horizon investasi jangka panjang. Read the rest of this entry