Monthly Archives: August 2014

Cara Bertrading Forex Dengan Berita di Kalender Ekonomi

Di dalam bertrading, khususnya Trading Forex atau Mata Uang ini (Valas) terdapat beberapa teknik trading yang populer, seperti Hedging / locking, Scalping, Elliot Wave, Averaging, Martingale, Trading Balance, Carry Trade, Technical Analysis, Fundamental Analysis dan sebagainya.

Kami tidak membahas satu persatu teknik trading tersebut, tetapi kami hanya membahas suatu teknik trading yang telah kami terapkan secara pribadi selama beberapa tahun ini dan terbukti berhasil dengan baik, teknik itu adalah suatu Teknik Fundamental Analysis dengan memanfaatkan pembacaan suatu Berita Forex di Kalender Ekonomi.

Kami suka dengan teknik fundamental ini, mengingat sebagian besar pergerakan di pasar forex adalah digerakkan oleh pengaruh Berita, dan BUKAN oleh suatu analisa teknikal. Anda boleh mengamati efek dari suatu berita terhadap pergerakan di pasar.

Bagaimana cara dalam penerapan teknik Fundamental ini ?

Sebelum menerapkan cara ini, maka anda harus mempunyai dasar yang kuat dahulu di Forex, pelajari panduan-panduan forex dasarnya dahulu dan rumus perhitungannya. Setelah itu ikuti urutan langkah yang Cukup mudah dibawah ini DENGAN SEKSAMA, yaitu: (Harus Urut !)

  1. Pilih broker yang tepat, dan kredibel. Karena teknik ini memerlukan broker yang berkualitas dan aman. Karena pergerakan berita adalah sangat cepat dan dinamis, jadi memerlukan broker yang bagus.
  2. Bukalah web informasi forex yang terdapat kalender ekonomi internasional (economic calendar), biasanya kami pribadi menggunakan perbandingan informasi dari 3 situs ini, yaitu di : Beritaforex.com , forexfactory.com/calendar.php dan dailyfx.com/calendar. Mengapa 3 situs ini? karena situs-situs tersebut sepengalaman kami adalah memiliki nilai paling akurat untuk analisa ekonom nya dibanding yang lainnya.
  3. Lihat tanggal hari ini dari masing-masing kalender ekonomi tersebut, dan cocokkan. (Jam Waktunya juga jangan salah! default jam mereka adalah jam Waktu New York di Amerika Serikat, yang dimana berbeda sekitar 11-12 jam lebih lambat dari jam WIB atau GMT+7 di Indonesia). Jika anda salah membaca jam, maka hal ini bisa berakibat Fatal, karena jadwal jam trading anda bisa salah semua pembacaannya. Untuk mencocokkan dengan jam Indonesia WIB bisa diperbandingkan dahulu timernya dengan jam kalender ekonomi di beritaforex.com ataupun dengan konversi jam di timeanddate.com
  4. Lihat di berita yang ingin anda tradekan mata uangnya, Contoh: berita UK (united kingdom) adalah untuk mata uang GBP (GBP/USD), ataupun berita Amerika/US untuk semua pair yang berhubungan dengan USD (GBP/USD, EUR/USD, USD/JPY, USD/CHF, dll). Sebaiknya Hindari trade dengan mata uang Cross Rate dalam penerapan teknik ini.
  5. Pilih berita yang High Impact saja , yang ditandai dengan warna Merah ataupun yang Bertanda Seru 3x , sesuai dengan mata uang yang ingin anda tradekan tersebut. PERHATIAN ! minimum di 2 web tersebut harus conform High Impact semua (warna merah atau tanda seru 3x), karena kalau tidak, maka jangan trade di jam berita tersebut. Paling bagus kalau ketiga web berita tadi adalah conform semuanya High.
    Catatan Tambahan: untuk berita kelas medium ataupun low impact, maka KADANG juga bisa berpengaruh (walaupun sangat jarang), tergantung dari hasil beritanya juga.
  6. Cocokkan berita High Impact dari ketiga kalender ekonomi tersebut, apakah memiliki nilai Forecast yang sama atau tidak. Bila nilai forecastnya berbeda, dalam artian saling bertolak belakang, maka hindari trade di berita itu. Tetapi bila nilai forecastnya arahnya sama atau kurang lebih (arah direksi perkiraannya sama) maka boleh memilih di berita itu. (Bila ingin DIPAKSAKAN Trade juga boleh sebenarnya, hanya saja biasanya lebih tidak maksimal, dan juga semuanya bergantung pula pada hasil Actualnya nanti bagaimana)
  7. Bila di salah satu situs tidak mencantumkan berita tersebut atau yang jam waktunya Tentative, ataupun yang tidak ada forecast dan previousnya, maka sebaiknya jangan trade di saat jam tersebut.
  8. Amati kolom Actual, Forecast dan Previousnya (Forecast itu artinya perkiraan hasil berita, Previous itu adalah hasil dari berita tersebut di periode sebelumnya)
  9. Periksa pula, apakah ada berita lain di jam yang sama (atau berdekatan) untuk mata uang tersebut, dan apakah hasil forecastnya saling bertolak belakang atau tidak antara berita yang satu dengan yang lainnya? jika bertolak belakang, maka harap Waspada dengan berita-berita yang jamnya berdekatan tersebut.
  10. Bila semua indikator cek list diatas telah valid semua, maka tunggulah hingga berita tersebut diumumkan di jam tayangnya. (anda boleh memantau berita tersebut melalui layanan TV Kabel seperti di chanel siaran Bloomberg, Reuters, ataupun CNBC)
  11. Setelah berita keluar, maka Refreshlah kalender ekonomi tersebut di masing-masing situs untuk memunculkan nilai-nilai Actual nya dan diperbandingkan. (jika hasil berita tersebut tidak ada nilai actualnya maka jangan trade).
  12. Perbandingkan hasil Actual vs Forecast vs Previousnya tersebut. Bila nilai Actualnya KELUAR DARI BATAS ANTARA nilai Forecast dan Previousnya maka boleh dilanjutkan untuk memulai trading di berita tersebut. (Amati juga Revisinya bila ada)
  13. Jika hasil actualnya lebih bagus dari forecast dan previousnya (ditandai dengan warna hijau) , maka biasanya nilai mata uang tersebut akan menguat, demikian juga dengan sebaliknya yang melemah. (INGAT pula point no.12 diatas).
    Warna hijau di actual itu artinya lebih bagus, sedangkan merah itu artinya lebih buruk dari previousnya, tetapi anda harus perhatikan point-point diatas untuk pengambilan keputusan order Buy atau Sell nya.
  14. Periksa pula apakah ada berita lain (untuk mata uang tersebut) di jam yang sama atau yang berdekatan waktunya, yang hasil actualnya saling bertolak belakang dengan berita tadi? bila ada, maka jangan trade dahulu di jam tersebut, karena pergerakannya berkemungkinan besar akan Zig Zag atau tidak terduga. WASPADA Juga dengan Revisi yang terjadi dari Previousnya, karena itu juga sangat berpengaruh (jika revisinya tidak searah dengan nilai actual tersebut maka kemungkinan besar pasar akan Zig Zag)
  15. Bila sudah Valid semua maka anda boleh trade, TAPI jangan langsung Open Posisi di saat berita diumumkan, tetapi tunggulah beberapa menit kemudian barulah OP. Karena jika anda OP langsung di saat menit berita diumumkan maka seringkali pergerakan pertamanya itu pergerakan yang semu dan menipu, dan selain itu order anda juga pasti akan susah masuk akibat dari faktor market busy ataupun quota demand / supplynya tidak tersedia di market.
  16. Selalu kontrollah Money Management atau Risk Management nya, karena hal ini adalah kunci sukses anda bertrading. (saran kami Risk adalah 3% , atau paling max 5%)
  17. TP dan SL haruslah seimbang, atau TP lebih besar dari SL itu lebih baik. Dan TP/SL sebaiknya diatas 30 pips sampai 100 pips, atau kalau di broker yang bersistem 5 digit maka TP dan SL nya adalah diatas 300 sampai 1000 pips. (risk rewardnya harus sebanding).
    Jangan trade tanpa SL atau bermain tahan menahan floating, karena beresiko sekali. Ingatlah selalu bahwa kesempatan peluang di hari berikutnya masih banyak.
  18. Anda boleh juga menambahkan Trailing Stops 20 pips (atau 200 pips untuk broker 5 digit) dalam menerapkan teknik ini.
  19. Jangan menggunakan pending order seperti Buy Stop/Sell Stop (atau teknik trapping atau jebakan) dalam menggunakan teknik ini, karena beresiko untuk slippage atau harga meleset. 99% PASTI SLIPPAGE.
  20. Bila terjadi requote di saat berita ini , maka itu wajar, asalkan tidak berlebihan. Baca ini juga : http://brokerforex.com/forex/broker-curang-atau-tradernya/
  21. Mendekati hari libur seperti menjelang Natal dan Tahun Baru (Desember / Januari), harap waspada benar, karena di bulan tersebut pasar sangat sulit diprediksi.

Read the rest of this entry

Advertisements

Setelah Tembus 2000, Bursa AS akan Terkoreksi Tajam(?)

Keyakinan internasional akan langkah The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dinilai akan menyebabkan penurunan saham dan obligasi di pasar modal global hingga 60 persen.

Ketika itu terjadi, pasar akan menghadapi “periode kekacauan yang ekstrim,” kata David Tice, presiden Tice Capital dan pendiri Prudent Bear Fund, AS . Menurutnya, kekacauan pasar akan dipercepat oleh kekecewaaan terhadap “permainan keyakinan (confidence games),” yang ditampilkan The Fed.

Kondisi tersebut, masih kata Tice seperti dikutip CNBC, (28/8), akan berlanjut dengan kenaikan inflasi, dan The Fed pun akan menyusulnya dengan kenaikan suku bunga. Pada titik tertentu, “The Fed mulai kehilangan kontrol,” Tice menambahkan.

Pengamat pasar lainnya, Abigail Doolittle, analis teknikal pendiri Peak Theories Research,  juga menyebutkan bahwa kejatuhan pasar akan segera terjadi. Kebijakan suku bunga ekstra rendah The Fed bisa menyebabkan koreksi pasar yang “menyeramkan”, sebesar 50-60 persen.

“Sayangnya, saya pikir [kebijakan The Fed] bisa menyebabkan kejatuhan seperti terjadi pada 2007,” papar Doolittle, sehari setelah indeks S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup menembus 2000. “Sulit untuk mengetahui apa katalis selanjutnya. Tapi itulah siklus yang sangat alami dari terjadinya aksi jual. Mulainya lambat dan kemudian terjadi dengan sangat tiba-tiba,” imbuh Doolittle.

Ia mengacu pada tabel pergerakan indeks Dow Jones Global selama 20 tahun. “Kita bisa melihat bahwa seluruh tren bull market selama lima tahun terakhir mulai berbalik arah …. Jika kita lihat kisaran di sekitar trennya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Anda akan melihat gejolak yang parah,” ujarnya.

Doolittle menyebut “keberhasilan” indeks S&P 500 menembus 2.000 pada Selasa lalu mendekati tonggak psikologis yang hanya sedikit didukung oleh teknikalnya. “Semakin tinggi pasar saham melambung, saya menjadi semakin bearish karena landasan teknikal jangka panjang benar-benar mendukung pandangan ini,” tegasnya.

Namun pengamat pasar, Jeremy Siegel, profesor Wharton University, berpandangan sebaliknya. Ia justru memprediksikan bahwa gairah pasar yang terjadi akhir-akhir ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti. Read the rest of this entry

Pertamina Lakukan Normalisasi Pasokan BBM Ke SPBU

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, Pertamina mulai Selasa (26/8) malam memutuskan untuk melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi pemotongan pasokan baik untuk premium maupun solar.

“Sesuai dengan arahan pemerintah, PT Pertamina (Persero) melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat agar tidak terjadi potensi antrean yang berkepanjangan,” ujar Ali dalam siaran pers, seperti dikutip, Rabu (27/8).

Namun demikian, lanjut Ali, penyaluran tetap akan dilakukan secara terukur dan terarah sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

“Penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU dilakukan normalisasi untuk memulihkan situasi. Adapun, potensi terlampauinya kuota BBM subsidi dalam APBN-P 2014 yang menjadi dasar pengaturan penyaluran sebelumnya, maka Pemerintah akan memutuskan solusi kebijakan yang tidak akan merugikan Pertamina,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Juan Tarigan, menyatakan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan solar di beberapa daerah disebabkan oleh pembatasan penjualan oleh pemerintah. “Ini efek dari pembatasan penjualan oleh pemerintah. Masalah distribusi tidak dominan,” ujarnya

Seperti diketahui, sepanjang akhir pekan lalu, antrean panjang kendaraan yang akan mengisi Premium maupun solar terlihat di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum di Cirebon, Subang, Kuningan, dan Tegal. Hal itu disebabkan, sejak 18 Agustus 2014 lalu Pertamina memangkas jatah harian BBM subsidi di seluruh SPBU.

Besaran pemangkasan untuk premium mencapai 5% dan solar subsidi 20%. Dampaknya dalam beberapa hari terakhir terjadi kepanikan di masyarakat sehingga memicu antrean panjang kendaraan di SPBU. Read the rest of this entry

Laba Bersih Bukit Asam Naik 33%

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil meraih laba bersih pada semester I – 2014 sebesar Rp 1,16 triliun, meningkat 33% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 870 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan semester I tahun ini adalah sebesar Rp 6,43 triliun, naik 18% dari tahun lalu sebesar Rp 5,43 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono mengungkapkan, meningkatnya kinerja keungan perseroan disebabkan oleh optimalisasi operasional pertambangan dan volume penjualan. Volume penjualan batubara persreoan pada semester I tahun ini adalah sebesar 8,83 juta ton, meningkat 101% dari periode sama tahun lalu sebesar 8,74 juta ton.

“Harga rata-rata tertimbang batubara pada periode ini juga meningkat menjadi Rp 726 ribu per ton, dari sebelumnya Rp 621 ribu per ton,” ungkap Joko dalam keterbukaan informasinya, Jumat (22/8).

Dia melanjutkan, pada semester I perseroan mencatat peningkatan volume produksi sebesar 16% menjadi sebesar 7,7 juta ton dari sebelumnya sebesar 6,6 juta ton. Tingkat produksi tersebut dicapai dengan nisbah kupas (strip ratio) penambangan rata-rata sebesar 4,07, lebih rendah dari tahun lalu sebesar 4,21.

Sementara itu, perseroan bakal menuntaskan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarhan pada tahun ini. Nantinya kapasitas pelabuhan akan meningkat menjadi sebesar 25 juta ton dari sebelumnyas sebesar 13 juta ton.

“Nantinya pelabuhan bisa disandari dua kapal sekaligus yang masing-masing berkapasitas 80 ribu DWT (panamax) dan 200 ribu DWT,” papar Joko.

Dia menambahkan, seiring dengan meningkatnya kapasitas pelabuhan maka kapasitas angkutan kereta api tahun ini akan meningkat hingga mencapai 17,9 juta ton. Joko menjelaskan, bakal ada 600 unit gerbong baru tahun ini sehingga perseroan memiliki gerbong yang dapat dioperasikan sebanyak 3.071 unit.

“Pada 2015 PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mampu mengangkut batubara perseroan minimal 22 juta ton per tahun,” jelasnya.

Selanjutnya, proyek pembangunan jalur baru transportasi batubara dengan kereta api oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) sedang dalam tahap restructuring pada anak usaha persroan PT Bukit Asam Banko. BATR akan mengangkut batubara sebanyak 500 juta ton selama 20 tahun, dengan kapasitas pengangkutan minimal 25 juta ton per tahun.

Sementara itu, proyek CBM yang berlokasi di wilayah tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan saat ini sedang dalam tahap menyelesaikan pembuatan sumur bor nomor tiga untuk persiapan produksi gas. Cadangan potensial dari proyek tersebut sangat besar, mencapai 0,8 triliun cubic feet (TCF).

“Pada 2015, proyek tersebut dijadwalkan bakal mulai berproduksi dengan kapasitas 40 MMSCF (milion cubic feet) per hari, atau setara untuk pembangkit PLTG dengan kapasitas 200 MW,” papar Joko. Read the rest of this entry

Jokowi Dipastikan Presiden Terpilih, Bagaimana Prospek IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak ke level tertinggi dalam 15 bulan pada Jumat (22/8) pagi, setelah Joko Widodo (Jokowi) dipastikan sebagai presiden terpilih oleh Mahkamah Konstitusi pada Kamis (21/8) malam. IHSG sempat menyentuh 5.223,975 pada awal perdagangan, meski akhirnya melorot ke zona merah hingga penutupan sesi I, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS.

Pertanyaannya sekarang, akankah momentum kenaikan akan berlanjut? Semua tergantung pada kemampuan Jokowi untuk memenuhi janji reformasinya.

“Optimisme dan euforia terkait kemenangan Jokowi telah mempengaruhi pasar. Ke depan valuasi tidak semenarik (sebelumnya)… saya akan sedikit hati-hati. Sekarang pasar tetap menutup mata pada Jokowi dan memastikan ia mengambil langkah-langkah nyata seperti reformasi dan hal-hal lain yang akan meningkatkan perekonomian,” papar Seng Wun Soon, ekonom regional di Bank CIMB.

Untuk diketahui, IHSG telah menanjak 22 persen secara year-to-date, sedangkan rupiah mengalami reli sekitar 4 persen terhadap dolar AS.

Analis lain menyatakan kepada CNBC bahwa konfirmasi kemenangan Jokowi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) bisa mendongkrak pasar saham nilai tukar rupiah untuk sementara. “Perkembangan terbaru (dari MK) berpotensi mendorong rupiah dan IHSG sementara. Kami mulai melihat sejumlah sentimen positif pada mata uang itu (rupiah),” ujar Ryan Huang, pakar strategi di IG.

Namun, Huang memberi catatan, meski ketidakpastian politik telah berkurang, pihaknya sementara akan menunggu untuk melihat dolar-rupiah akan melemah menuju level support berikutnya. Itu bisa terjadi jika rupiah di bawah level support Rp11.722 per dolar dan menguji level support berikutnya di Rp11.500 per dolar.

Tantangan ke Depan

Jokowi secara resmi mulai menjabat pada 20 Oktober mendatang. Sejumlah masalah ekonomi sudah menanti, termasuk besarnya angka subsidi bahan bakar yang menekan anggaran dan defisit transaksi berjalan yang kian melebar. Pemerintah baru juga menghadapi buruknya infrastruktur, kemiskinan, dan korupsi yang masih merajalela.

Saat berkampanye, Jokowi berjanji akan memangkas subsidi, langkah yang ia katakan akan menghemat anggaran USD30 miliar, yang tentunya akan bisa digunakan untuk meningkatkan infrastruktur. Lalu, Jokowi juga berjanji akan melakukan reformasi birokrasi besar-besaran untuk menarik investasi.

Namun, siapapun tahu, untuk melancarkan program-programnya itu, Jokowi harus mengamankan dukungan dari DPR. Padahal, saat ini, ia dan koalisi pendukung yang telah terbentuk baru mengamankan kurang dari 40 persen kursi di parlemen. Tak ayal, Jokowi harus bisa mengajak partai politik lain – yang sebelumnya mendukung Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa – untuk bergabung di pemerintahan. Inilah tantangan Jokowi di bidang politik dan pasar akan mengikutinya secara dekat. Read the rest of this entry

Dolar AS Bersiap Untuk Penguatan Terbesar

Dolar Amerika Serikat (AS) menuju kenaikan mingguan terbesar terhadap sebagian besar mata uang utama. Investor masih menanti pernyataan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Dolar AS mundur dari level 11 bulanan terhadap euro, karena indikator teknis mengisyaratkan kenaikan yang terlalu cepat baru-baru ini. The Bloomberg Spot Dollar Index mencapai level tertinggi dalam enam bulan karena para pembuat kebijakan diperkirakan meningkatkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.

“Cerita minggu ini telah menjadi kekuatan dolar AS yang signifikan, akibat data dan pertemuan the Fed. Data semalam baru saja menambah proyeksi pemangkasan sebelum (pertemuan bankir) Jackson Hole,” kata wakil ketua analis valas National Australia Bank Ltd, Ray Attrill, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (22/8/2014). Read the rest of this entry

Penjualan Bersih Kalbe Farma Tumbuh 12,9 Persen

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat pertumbuhan penjualan bersih sepanjang semester I-2014 sebesar 12,9 persen atau mencapai Rp8,38 triliun dari sebesar Rp7,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan Kalbe Farma [KLBF 1,630 35 (+2,2%)], Vidjontius, mengatakan pertumbuhan penjualan bersih ditopang oleh pemasaran yang aktif dan penetrasi distribusi yang tersalurkan dengan baik.
“Menghadapi volatilitas kondisi makro dan perubahan pasar, kami berupaya mempertahankan pertumbuhan dan marjin yang stabil,” kata Vidjongtius kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/8).

Meski produk KLBF mengalami peningkatan yang cukup signifikan, lain halnya dengan produk pihak ketiga atau produk non Kalbe pada divisi distribusi dan logistik mengalami pertumbuhan yang lebih rendah.

Untuk laba kotor tumbuh sebesar 10,8 persen mencapai Rp4,01 triliun. Di mana, rasio laba kotor terhadap penjualan menurun 0,9 persen menjadi 47,9 persen dari 48,8 persen bila dibandingkan semester I-2013. “Ini akibat dampak pelemahan rupiah dan kenaikan bahan baku,” imbuhnya.

Sementara laba usaha tumbuh sebesar 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio mencapai 15,9 persen terhadap penjualan bersih. “Laba bersih tumbuh sebesar 7,7 persen dibandingkan smester pertama tahun 2013,” pungkasnya. Read the rest of this entry

Wall Street Rontok, Bursa Asia Dilanda Aksi Jual

Aksi jual kembali melanda bursa Asia sebagai dampak dari pesimisme investor sehubungan anjloknya bursa saham Wall Street. Kekhawatiran investor juga diperparah dengan naiknya ketegangan antara Russia dan Ukraina yang dapat memicu konflik militer.

Bursa Asia melemah setelah indeks industri jasa swasta China anjlok ke level terendahnya. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,7% menjadi level 146,91. Analis menduga dalam jangka pendek trader dan investor akan melihat peluang melakukan aksi ambil untung. Kondisi ini akan jadi alasan terjadinya aksi jual. Read the rest of this entry

Target Price AALI Dinaikkan 17,6 Persen, Begini Alasan Analis

Semester I 2014 (1H14) Astra Agro Lestari (AALI) membukukan laba bersih Rp1,37 triliun, naik 86,9% secara tahunan (year on year/YoY). Pencapaian laba yang solid tersebut terutama ditopang oleh kuatnya harga jual rata-rata (ASP) seiring harga patokan CPO yang stabil dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Pencapaian ini mengimbangi volume penjualan yang turun 10,3% menjadi 675 ribu ton karena alokasi 92.400 ton CPO ke unit usaha olein baru AALI di periode 1H14. “Kami mempertahankan perkiraan kinerja positif AALI dan valuasi  sampai 2015,” kata analis PT Indo Premier Securities William Simadiputra dalam riset yang dipublikasikan Kamis (24/7). Menurutnya target price (TP) saham AALI Rp30.000 didasarkan pada valuasi rasio P/E 12,0 kali sampai akhir 2015.

Laba [AALI 26,575 575 (+2,2%)] naik 86,9% (YoY) menjadi Rp1,37 triliun yang berarti 42% dari estimasi laba tahun 2014 dengan pulihnya AS. ASP pada 1H14 Rp8.728/kg atau naik 31,5% (YoY).

Kata William, hasil kinerja ini inline dengan estimasi meskipun laba secara triwulanan (QoQ) turun 25,6% menjadi Rp584 miliar di 2Q14 karena rugi kurs. Volume penjalan naik 14,7% (QoQ) menjadi 361 rubu ton. Sementara ASP terpangkas 4,9% (QoQ) menjadi Rp8.507/kg di 2Q14. “Penurunan ASP pada 2Q14 relatif karena patokan harga CPO yang turun pelemahan rupiah di periode tersebut,” tambahnya.

Pada sisi bottom line, net margin terkonstraksi 800 bps menjadi 14% dengan rugi kurs Rp139 miliar di 2Q14 versus hanya Rp26,8 miliar pada 1Q14.

Produksi buah segar mencapai 2,75 juta tons atau naik 14,6% (YoY) di 1H14 dengan yield pertumbuhan tandan buah 11,0 ton per ha dibandingkan dengan 10,0 ton/ha di 1H13. Pada 2Q14 tandan buah mencapai 1,45 juta tons naik 12,6% (QoQ) sejalan dengan estimasi berkat kuatnya produksi perkebunan di Kalimantan. Produksi perkebunan di Kalimantan naik 28,7% (YoY) menjadi sebanyak 1,2 juta ton. Area kebun di Kalimantan relatif berpohon lebih mudah dibandingkan lokasi kebun lainnnya dan memberikan yield pertumbuhan lebih baik.

Sementara itu kontribusi pihak ketiga terhadap total produksi tandan buah segar naik 48,0% (1H13 sebanyak 44,0%) ditopang oleh usaha maksimal kapasitas tambahan pabrik CPO baru seraya menunggu ekspansi produksi lebih lanjut perkebunan inti di Kalimantan. Volume penjualan CPO turun 10,3% (YoY) di 1H14 (pada 2Q14 naik 14,7% secara tahunan menjadi 1,451 juta ton.

William memperkirakan laba AALI akan kuat pada 2H14 didukung oleh siklus produksi yang tinggi dan margin yang normal. Kuatnya kinerja AALI juga akan ditunjang ekspansi pohon yang mulai matang terutama di perkebunan Kalimantan serta kuatnya neraca keuangan untuk akuisisi lahan. Dia mempertahankan estimasi laba AALI dan merekomendasikan Buy saham AALI dengan TP Rp30.000/saham versus sebelumnya Rp25.000/saham.

Key Financials 2012F 2013F 2014F 2015F 2016F
Sales 11,564 11,441 16,067 18,774 19,453
EBITDA 4,036 3,075 5,282 6,261 7,037
Net profit 2,410 1,254 3,248 3,965 4,517
EPS 1,531 796 2,063 2,519 2,869
Dividend yield 4.10% 2.60% 1.40% 3.70% 3.80%
EBIT Margin 30% 21% 28% 30% 32%
ROIC 21% 10% 23% 23% 35%
EV/EBITDA 10.9 x 14.6 x 8.2 x 6.4 x 5.8 x
P/E 18 x 34.5 x 13.2 x 10.2 x 9.6 x
source : AALI, Indo Premier Securities

Read the rest of this entry