Jokowi Dipastikan Presiden Terpilih, Bagaimana Prospek IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak ke level tertinggi dalam 15 bulan pada Jumat (22/8) pagi, setelah Joko Widodo (Jokowi) dipastikan sebagai presiden terpilih oleh Mahkamah Konstitusi pada Kamis (21/8) malam. IHSG sempat menyentuh 5.223,975 pada awal perdagangan, meski akhirnya melorot ke zona merah hingga penutupan sesi I, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS.

Pertanyaannya sekarang, akankah momentum kenaikan akan berlanjut? Semua tergantung pada kemampuan Jokowi untuk memenuhi janji reformasinya.

“Optimisme dan euforia terkait kemenangan Jokowi telah mempengaruhi pasar. Ke depan valuasi tidak semenarik (sebelumnya)… saya akan sedikit hati-hati. Sekarang pasar tetap menutup mata pada Jokowi dan memastikan ia mengambil langkah-langkah nyata seperti reformasi dan hal-hal lain yang akan meningkatkan perekonomian,” papar Seng Wun Soon, ekonom regional di Bank CIMB.

Untuk diketahui, IHSG telah menanjak 22 persen secara year-to-date, sedangkan rupiah mengalami reli sekitar 4 persen terhadap dolar AS.

Analis lain menyatakan kepada CNBC bahwa konfirmasi kemenangan Jokowi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) bisa mendongkrak pasar saham nilai tukar rupiah untuk sementara. “Perkembangan terbaru (dari MK) berpotensi mendorong rupiah dan IHSG sementara. Kami mulai melihat sejumlah sentimen positif pada mata uang itu (rupiah),” ujar Ryan Huang, pakar strategi di IG.

Namun, Huang memberi catatan, meski ketidakpastian politik telah berkurang, pihaknya sementara akan menunggu untuk melihat dolar-rupiah akan melemah menuju level support berikutnya. Itu bisa terjadi jika rupiah di bawah level support Rp11.722 per dolar dan menguji level support berikutnya di Rp11.500 per dolar.

Tantangan ke Depan

Jokowi secara resmi mulai menjabat pada 20 Oktober mendatang. Sejumlah masalah ekonomi sudah menanti, termasuk besarnya angka subsidi bahan bakar yang menekan anggaran dan defisit transaksi berjalan yang kian melebar. Pemerintah baru juga menghadapi buruknya infrastruktur, kemiskinan, dan korupsi yang masih merajalela.

Saat berkampanye, Jokowi berjanji akan memangkas subsidi, langkah yang ia katakan akan menghemat anggaran USD30 miliar, yang tentunya akan bisa digunakan untuk meningkatkan infrastruktur. Lalu, Jokowi juga berjanji akan melakukan reformasi birokrasi besar-besaran untuk menarik investasi.

Namun, siapapun tahu, untuk melancarkan program-programnya itu, Jokowi harus mengamankan dukungan dari DPR. Padahal, saat ini, ia dan koalisi pendukung yang telah terbentuk baru mengamankan kurang dari 40 persen kursi di parlemen. Tak ayal, Jokowi harus bisa mengajak partai politik lain – yang sebelumnya mendukung Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa – untuk bergabung di pemerintahan. Inilah tantangan Jokowi di bidang politik dan pasar akan mengikutinya secara dekat.

Sumber : ipotnews.com

http://cara-buat-website.com

Posted on August 23, 2014, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: